
"Akan kuberikan apapun yang kau inginkan. Tubuhku sampai jiwaku sekalipun kau bisa memilikinya!? Aku akan memberikan segalanya untukmu tanpa imbalan apapun!?" Ujar Yohan sembari tersenyum lembut pada wanita berwajah datar. Apa yang dikatakan Yohan benar, dia akan memberikan apapun pada Zhu'er. Meskipun itu nyawanya sendiri. Dia tidak peduli jika wanita itu memanfaatkan dirinya atau mengambil alih tubuhnya. Karena baginya wanita itu adalah dunianya sekarang.
"………" Tidak seperti sebelumnya Zhu'er hanya terdiam mendengar Yohan mengatakan itu. Ekspresinya masih tetap datar sehingga sulit untuk ditebak seperti apa perasaannya saat ini. Didalam terowongan sudah diterangi dua bola api kecil di sekitar mereka. Terlihat jelas jika apa yang dikatakan Yohan sama sekali tidak berbohong.
Yohan mundur beberapa langkah ke belakang sembari mengulurkan tangannya pada Zhu'er.
Zhu'er menatap uluran tangan Yohan yang masih menunggu tangannya. Dia merasa enggan bergandengan dengan Yohan sekarang. Meskipun begitu dia tetap meraih tangan Yohan karena terbiasa dengan gandengan tangannya. Dia sudah terbiasa berjalan dengan dituntun oleh pria gila itu didepannya. Mereka akhirnya kembali melanjutkan perjalanan menuju akhir dari terowongan.
Disaat yang bersamaan kegelapan berbicara padanya. "Tuan, apa kau yakin akan memberikan tubuh dan jiwamu pada wanita itu? Kau pasti tahu apa konsekuensinya jika kau memberikan tubuh dan jiwamu padanya. Kenapa kau melakukan hal bodoh seperti ini? Sepertinya tuan sudah dibutakan oleh perasaan yang namanya cinta ini."
'Gumpalan Qi sepertimu yang tidak memiliki perasaan mana mungkin mengerti. Meskipun aku tahu apa yang kulakukan ini adalah hal yang terbodoh, aku akan tetap melakukannya walau harus dibilang t*lol sekalipun. Karena dari dulu sampai sekarang, seperti inilah yang namanya cinta. Selalu kejam dan menyakitkan dengan banyak kesenangan.'
Dari belakang Zhu'er menatap datar Yohan. Dia tidak mengerti mengapa pria itu rela memberikan tubuhnya. Sejujurnya, Zhu'er tidak tahu sama sekali dengan yang namanya cinta. Tapi satu hal yang dia mengerti, cinta bisa membuat seseorang menjadi segalanya bagi orang lain.
Sejak pertama kali bertemu dengan Yohan yang dia inginkan adalah tubuh pria itu. Karena Yohan memiliki kekuatan spesial yang tidak dimiliki sembarang orang, Zhu'er belum bisa mengambil alih tubuhnya. Karena itu dirinya membuat harus Yohan sendiri yang menyerahkan tubuhnya sendiri.
Pertemuan kedua, Zhu'er masih menginginkan tubuh Yohan. Namun saat itu dia harus membuat Yohan terikat janji dengannya sehingga bisa mengikutinya kemanapun. Dan yang terakhir Zhu'er menemukan cara untuk membuat Yohan memberikan tubuhnya secara langsung. Yaitu dengan membuatnya jatuh cinta dengan dirinya. Karena kakeknya pernah bilang, jika seseorang sudah mencintai orang lain maka orang itu akan menjadi segalanya bagi orang yang mencintai.
Oleh sebab itu Zhu'er ingin membuat Yohan jatuh cinta dengannya. Namun, kenapa disaat Yohan sudah jatuh dalam rencananya dan bahkan memberikan tubuhnya dia merasa tidak senang? Seharusnya ini menjadi kabar yang membahagiakan untuknya.
Tidak lama kemudian mereka menemukan cahaya diujung terowongan yang gelap. Yohan terlihat senang melihat mereka menemukan pintu keluar. "Jalan keluar?! Kita akhirnya sampai, ayo!?" Ajak Yohan sembari menarik tangan Zhu'er untuk berlari keluar melihat ujung dari terowongan.
__ADS_1
Zhu'er sedikit terkejut ditarik berlari bersama. Tapi melihat pria gila itu terlihat senang, tanpa sadar dia tersenyum melihatnya.
Cahaya menyilaukan menerpa mata mereka ketika keluar. Mereka sudah sampai di tempat tujuan mereka, yaitu lereng xinhai. Tanah luas dengan banyak yang bergelombang seperti ombak, padang rumput yang hijau dengan beberapa bunga liar menghiasi rumputnya. Sangat indah.
Tapi bohong.
Yang mereka lihat sekarang ini adalah tanah tandus tanpa rumput dan bunga. Beberapa pohon tanpa daun dan gagak yang bertengger didahannya yang tua. Tempat ini terlihat suram dan menyedihkan sampai gelap karena asap hitam banyak dimana mana. Apanya yang sangat indah? Bagus saja tidak. Malah terlihat seperti pemakaman. Bahkan mungkin pemakaman jauh lebih baik. Yah, realita tidak seindah ekspektasi.
Tapi, tempat seluas ini dimana harus mencari artefak Lingzhu? Yohan mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan si brengsek Jun itu. Dirinya masih tidak terima harus dicurangi seperti ini. Jun pasti tahu dimana letak artefak itu. Tidak mungkin dia mencurangi Yohan tanpa rencana apapun.
BAM!? BAM!?
Tiba tiba tanah yang mereka pijaki sedikit berguncang. Dari kejauhan keluar seseorang dari dalam tanah. Orang itu sudah pasti si brengsek Jun. Dia berlari mendekat dengan membawa bahaya dibelakangnya. Tentunya dia keluar tidak sendiri. Jun keluar dengan diikuti monster besar mirip gurita raksasa dengan banyak mata di kepalanya, memiliki banyak kaki seperti akar besar yang lentur, berkulit ungu kehitaman dan memiliki satu mata yang sangat besar berwarna kuning bercampur ungu dan satu garis besar ditengahnya.
"Itu artefaknya." Jawab Jun yang mrmbuat Yohan tercengang tidak percaya.
Sontak Yohan langsung melihat Jun dengan mata yang membulat, "Kau, kau merusaknya? Apa kau tahu ini sangat penting untukku?" Ujar Yohan sedikit menaikkan volumenya. Ini adalah satu satu harapan yang bisa membuatnya mengetahui siapa dirinya yang sebenarnya dengan melihat masa lalu melalui artefak lingzhu ini. Tapi sekarang artefaknya sudah menjadi dua bagian seperti ini dan tidak akan berguna. Harapannya sudah hancur.
"Aku tidak sengaja merusaknya." Ujar Jun yang sama sekali tidak bisa dipercaya. Dia sudah pasti sengaja merusak artefak ini. Jadi ini rencana Jun, menghancurkan artefak agar Yohan tidak dapat melihat masa lalu melalui roda waktu. Dan sekarang dia berhasil. Tapi sekarang masalahnya adalah monster itu. Gurita besar itu adalah adalah penjaga artefak. Dan levelnya sudah jangan ditanyakan. Setidaknya dia lebih kuat dari Yue yang berada di level 50.
BAM!? BAM!? BAM!?
__ADS_1
Kaki kaki gurita itu menyerang mereka bertiga secara bersamaan. Salah satu kakinya menyerang Yohan, akan tetapi dengan cepat Yohan menebas kaki monster tersebut dengan atribut kegelapannya.
"Hati hati, tubuhnya bisa tumbuh lagi dengan cepat!?" Teriak Jun memperingati Yohan.
"Apa!?"
Duak
Baru diperingatkan dan Yohan sudah terpental oleh kaki gurita yang ditebasnya. "Kenapa baru bilang sekarang?" Gerutu Yohan kesal. Akan sangat sulit menghadapi monster yang memiliki regenerasi yang cepat.
Jun dan Zhu'er menghadapi monster itu dari arah yang berbeda. Namun, entah kenapa mata monster itu hanya melihat Yohan disana. Dia berjalan dengan kaki kakinya yang lain bergeliat seperti cacing mendekati Yohan.
'Apa dia buta? Kenapa dia hanya melihatku? Dia juga terus mendekat kemari.' Pikir Yohan merasa aneh terus ditatap monster mirip gurita tersebut. Monster itu berusaha menangkap Yohan namun dengan cepat Yohan terus menghindarinya. Yohan berjalan diatas kaki gurita untuk menyerang mata gurita tersebut. Namun disaat Yohan ingin menebasnya, suara aneh selain kegelapan muncul dikepalanya.
'Tuanku!?'
Suara itu seketika membuat Yohan berhenti tidak jauh dari mata besar gurita. Karena dia berhenti mendadak, tiba tiba keluar beberapa tangan hitam panjang dari pupil segaris mata monster gurita itu dan menangkap Yohan masuk ke dalamnya.
...~~...
...-...
__ADS_1
...-...
...SEMOGA SUKA...