Crazy Villain 2

Crazy Villain 2
63. WAW~ hebat, kan?


__ADS_3

Dunia atas (Alam Yang), Istana Suci.


Di dunia atas udara disini dipenuhi dengan energi spiritual. Disetiap tempat juga ada banyak tanaman tanaman spirit yang tumbuh karena banyaknya energi spiritual disekitarnya.


Pintu gerbang Istana Suci


Yohan dan Xie Wuran berdiri didepan gerbang dengan penyamaran mereka. Ralat, hanya Xie Wuran yang menyamar karena wajahnya bisa dikenali oleh para tetua.


"K kau yakin akan ikut denganku kesini? Bukankah elemen mu adalah 'itu'? Jika ditempat penerimaan_"


"Kau tenang saja. Aku memiliki kartu as lain." Bisik Yohan dengan senyum dan mata liciknya. Xie Wuran ragu dengan kartu as yang dimaksud Yohan. Tapi mari kita coba percaya padanya.


"Hei kalian!? Jika kalian hanya ingin berbisik bisik didepan pintu maka pergilah!?" Bentak penjaga gerbang dengan garang.


Mereka berdua masuk gerbang yang dimasuki banyak orang. Hari ini adalah hari penerimaan anggota baru Istana Suci. Jadi ada banyak orang yang ingin mendaftarkan diri. Mereka satu persatu memperlihatkan hasil kultivasi mereka beserta elemennya pada tiga orang wanita cantik yang bertugas penerimaan.


Syarat :



Ranah Yuzhou diatas tingkat 10


Semua elemen kecuali elemen kegelapan



Setelah pemeriksaan ranah dan elemen semua orang diharuskan bertanding untuk mencari 5 terbaik diantara ratusan orang.


Ketika giliran mereka tiba, keduanya berjalan mendekati para pengetes yang mana mereka adalah para wanita cantik yang akan mengetes. Para wanita cantik tersebut berdiri dibelakang bola putih yang berkilau. Bola itu berfungsi sebagai alat tes untuk mengetahui ranah seseorang.


"Silahkan tuan letakkan tangan tuan di bola kristal! Maka secara otomatis bola kristal akan menunjukkan ranah tuan." Ujar si wanita cantik berambut merah. Dia melirik Yohan dari atas sampai bawah terpesona olehnya. 'Aku tidak pernah melihat pria tampan ini disekitar sini. Apa dia adalah orang baru di dunia atas? Wajah wajah seperti ini, palingan dia hanya hebat di atas ranjang.' Pikir wanita cantik ini sembari memperlihatkan senyum cantiknya.

__ADS_1


Tidak hanya wanita cantik berambut merah, tapi para wanita lainnya yang sedang mengetes peserta lain. Mereka terus curi pandang melihat Yohan.


Ketika akan meletakkan kedua tangannya diatas bola kristal tiba tiba tangan si wanita cantik berambut merah memegang kedua tangannya hingga membuat Yohan terkejut. Dia melihat wanita didepannya dengan tatapan bertanya tanya.


Wanita berambut merah mendekatkan kepalanya dan berbisik pada di telinga Yohan, "Jika tuan tidak lolos, tuan bisa berada diatas tempat tidurku sepuas tuan!?" Bisik wanita itu dengan suara yang menggoda. Kemudian dia menjauhkan diri kembali namun masih memegang tangan pria didepannya. Para wanita itu merasa geram dengan sikap genit wanita berambut merah.


Terlihat smirk diwajah Yohan dengan tatapan yang menggoda. Dia menarik tangannya dan memegang tangan wanita didepannya balik. Namun pegangannya lebih erat dan lebih erat lagi seperti ingin meremasnya menjadi debu. Sontak si wanita kaget dengan pegangan yang kuat ini. Lalu Yohan berganti mendekati wanita itu hingga jarak wajah mereka hanya tiga jari, "Aku sangat berterima kasih pada nona. Tapi sayangnya aku tidak tertarik pada wanita j*lang. Dan aku sudah memiliki wanita yang jauh lebih baik dari j*lang murahan." Bisiknya disertai hawa membunuh yang hanya ditujukan pada wanita berambut merah.


Wanita itu terlihat kesal dengan jawaban Yohan. Dia menarik paksa tangannya dari genggaman Yohan yang bisa meremuk tangan rampingnya. Benar saja, jari jari tangannya memerah karena genggaman Yohan padanya. Alhasil beberapa wanita sempat menertawakannya karena kegenitannya sendiri.


Setelah memberi pelajaran pada j*lang, Yohan meletakkan kedua tangannya diatas bola kristal. Tiba tiba…


Krak!?


"Apa yang_"


PRANG PRANG PRANG PRANG PRANG PRANG PRANG PRANG


Yohan melirik satu persatu dari mereka yang masih melongo melihat pecahan bola kristal. Bahkan Xie Wuran melihatnya tidak percaya. Beberapa petinggi Istana Suci yang hadir juga terkejut melihat banyaknya bola kristal yang pecah. Disana dipenuhi keheningan. Benar benar hening.


"Waw~ WAW!? ha ha ha ha… itu artinya aku sangat hebat, kan? Ha ha ha ha ha… " Teriak Yohan ditengah keheningan.


Prok prok prok


Yohan bertepuk tangan untuk dirinya sendiri. "Elemenku api, jadi… sudah selesai, kan?" Ujar Yohan setelah memperlihatkan api dari tangannya. Dia segera menarik Xie Wuran untuk segera pergi dari sana, "Jangan melongo terus, ayo jalan!?" Bisik Yohan sembari menarik bajunya.


"Ehem ehem, kami akan segera mengganti bola kristal dengan yang baru. Mohon tunggu sebentar." Ujar salah seorang pengetes.


Di tempat lain


"Astaga, bukankah dia terlalu kuat untuk menjadi anggota? Dan apa apaan dengan semua pecahan itu?" Ujar seorang petinggi yang hadir.

__ADS_1


Dan seorang lagi terus memperhatikannya, "Siapa namanya?" Tanya seorang pria berambut biru muda, bermata biru disertai tahi lalat di bawah mata kanan.


"Sebentar, ah ini dia! Namanya, Mo Liang?" Dia membaca selembaran pendaftaran para peserta. Setiap selembaran disertakan gambar peserta, namun gambar yang diletakkan Yohan pada pendaftarannya hanya asal gambar dan itupun digambar sendiri. Diatas kotak gambarnya tertulis 'pria tampan' meskipun gambarnya sangat jelek. "Apa benar dia orangnya?" Tanya nya ragu ketika melihat kertas pendaftaran Yohan.


Pria berambut biru itu mengambil selembaran. Dia memperhatikan dengan teliti, "Fftt, apa apaan ini? Gambarnya jelek sekali. Aku rasa kita harus bertanya sendiri padanya." Ujarnya dengan senyum ramah. 'Juga untuk memastikan sesuatu.' Pikirnya.


"Kurasa kau benar, Kang Muron."


...***...


"K kau bagaimana, tadi hanya krak, lalu prang, dan kemudian waw itu, itu sangat hebat!" Ujar Xie Wuran tidak jelas namun jelas dia sangat kagum pada Yohan.


Disisi Yohan sendiri ia sangat puas dengan kekaguman semua orang padanya. "Tentu saja, bukankah aku hebat?" Ujar Yohan senang akhirnya naga bodoh disampingnya ini enyadari kalau dirinya hebat.


"Tapi, jika kau memperlihatkan kekuatanmu dengan heboh begini bukankah dia akan tahu?" Tanya Xie Wuran.


Mendengar pertanyaan Xie Wuran membuat Yohan getam. Dia berpikir, kapan makhluk ini menjadi pintar? "Justru ini umpannya bodoh!? Aku ingin menarik perhatiannya yang hanya tertuju padaku. Dengan begitu aku bisa mengetahui dimana dan posisinya di Istana Suci." Jelas Yohan geram.


Mereka kemudian berjalan menuju tempat pertandingan dimana mereka akan di eliminasi mencari siapa yang terbaik. Sebelum itu Mereka diharuskan mengambil angka undian sebagai pengaturan lawan yang adil.


Disini Yohan mendapat nomor sembilan dan Xie Wuran mendapat nomor tujuh.


"Untuk pertandingin selanjutnya nomor 21 melawan nomor 9!?" Ujar seorang gadis manis sebagai wasit pertandingan.


Seseorang yang mendapat nomor 21 maju dan Yohan yang mendapat nomor 9 maju. Ketika dirinya naik ke atas arena terasa ada banyakbpasang mata yang mengawasi. Tapi satu pasang mata yang membuatnya tertarik, yaitu seorang petinggi dibalik layar kain yang mengawasi. Yohan ber smirk melirik pada orang itu. Sepertinya ia sudah menemukan si pengkhianat.


...~~~...


...-...


...-...

__ADS_1


...SEMOGA SUKA...


__ADS_2