Crazy Villain 2

Crazy Villain 2
53. Tersembunyi


__ADS_3

Yohan membelalakan matanya kaget mendengar Jun juga bisa berbicara dengan elemennya sendiri. Tapi kemudian ekspresinya kembali seperti biasa. "Oh…" Reaksi Yohan tampak biasa biasa saja mendengar itu. Dia memang sudah menduga kalau Jun juga bisa berkomunikasi dengan kekuatannya. Jadi fakta Jun seperti itu tidak membuatnya terkejut.


Justru Jun yang bingung mengapa reaksi Yohan biasa saja mendengarnya. "Tunggu, kenapa kau tidak terkejut mendengarnya?" Tanya Jun heran.


"Aku sangat terkejut." Balas Yohan dengan wajah serius.


Jun hanya menghela nafas karena Yohan terlihat dengan jelas kalau dia sudah mengetahuinya. Hanya saja ektingnya begitu buruk untuk menyembunyikan kalau dia sedang pura pura tidak tahu saat ini. "Intinya yang ingin kukatakan adalah, aku minta maaf karena telah membunuh teman temanmu. Saat itu tubuhku dikuasai oleh kekuatanku sendiri dan aku tidak memiliki kesempatan untuk mengembil alih. Ketika kau melompat ke dalam laut yang kau benci barulah aku bisa mengendalikan tubuhku lagi." Jelas Jun.


Yohan hanya diam mendengarkan penjelasan Jun tentang kekuatannya yang mengambil alih dirinya. Anehnya ia tidak merasa kaget atau terkejut mendengarnya. Dari awal memang sudah ia kira kalau yang melakukan itu bukan Jun. Tapi yang membuatnya geram adalah pria itu selalu menyembunyikan sesuatu darinya. "Aku mengerti dengan apa yang ingin coba kau katakan. Tapi itu tidak menarik perhatianku. Sekarang aku ingin bertanya sesuatu yang membuatku penasaran, apa maksudmu dengan aku yang 'mengulang' waktu?" Tanya Yohan ingin menguak semuanya. Dia tidak ingin menjadi orang yang tidak tahu apapun. Itu membuatnya merasa menjadi seperti orang bodoh.


Ekspresi Jun berubah menjadi serius sekarang. "Apa kau sungguh ingin tahu?" Tanya Jun.


"Tentu saja, aku ingin tahu kenapa aku yang seharusnya sudah mati malah kembali ke masa lalu. Tidak mungkin kan kau yang membuatku kembali? Pfft ha ha ha ha itu benar benar mustahil!?" Ujar Yohan ingin sedikit bercanda, tapi melihat ekspreai Jun yang masih serius malah membuat tawanya memudar. Dan sekarang dia menyadari kalau ekspreai pria itu saat ini benar benar menunjukan kata katanya yang barusan, "Apa kau benar benar membuatku kembali ke masa lalu?" Tanya Yohan kini mulai serius.


"………" Jun masih terdiam dengan kata katanya yang masih tertinggal di ujung tenggorokan. "Benar, aku orang yang telah membuatmu kembali ke masa lalu." Ujar Jun tanpa di duga. Siapa sangka kalau dia benar benar orangnya.


Kenyataan ini benar benar membuat Yohan terkejut. Dia bahkan tidak bisa mengedipkan matanya setelah mendengar kenyataannya. "Kenapa kau melakukannya?"


Mungkin sekarang saatnya Jun mrnceritakan hal yang sebenarnya. Meskipun dia tidak tahu apa yang selanjutnya akan terjadi. Tapi berkata jujur tidak ada salahnya. "Aku tahu kau tidak mungkin mati semudah itu. Ditempat itu aku tahu ada keberadaan lain yang bisa menolongmu. Karena itu aku membunuhmu agar bisa membuatmu keluar dari tempat yang kau benci.……" Jun mulai menceritakan bagaimana dirinya memutar waktu untuk membiat Yohan kembali ke masa lalu dan memulai balas dendam.


FLASHBACK


Seorang pria dengan pakaian putih penuh noda darah berjalan memasuki pekarangan rumah besar di tengah hutan. Beberapa orang memperhatikannya, bukan ekspresi takut atau heran di wajah mereka melainkkan ekslresi wajah senang gembira akan kedatangan pria itu yang embawa pedang berlumur darah. Mereka tanpa ragu mendekati priaa itu yang tampak suram.


"Yang Mulia, apa aanda berhasil membunuh iblis jahat itu?"

__ADS_1


"Anda pasti berhasil membunuhnya bukan?"


"Itu sudah pasti tidak perlu dipertanyakan lagi. Yang Mulia sudah pasti berhasil memenggal kepala pria jahat itu. Dia sudah membunuh banyak orang dari kita. Belum lagi dia meminum darah korban yang dibunuhnya. Iblis jahat itu memang sudah sepantasnya mati!?"


"Dasar tidak tahu diuntung!? Sudah dibesarkan susah payah malah menjadi anjing yang menggigit tuannya. Memang seharusnya dia dibunuh saja dari awal."


"Benar, orang sepertinya yang tidak tahu diri adalah sampah tidak berguna!? Membawa sial saja!?"


Pria itu sudah tidak tahan lagi dengan aapa yang mereka kaatakan. Rasanya dia ingin menebas lidah lidah mereka satu persatu. Akan tetapi…


"Jun'er sayang, apa kau terluka? Kenapa wajahmu pucat sekali? Dimana Zhen'er?" Tanya seorang wanita yang tak lain adalah Jiafen.


Jun hanya terdiam saat Jiafen bertanya padanya.


Kata kata yang lembut namun menusuk seperti pedang, Jun tahu bahwa Ibunya sama saja seperti mereka. Hanya saja dia berada di level yang lebih tinggi. Bisa dibilang dia adalah bosnya disini. 'Aku yakin sekarang sudah ada yang menolongnya.' pikir Jun.


Beberapa tahun kemudian


Didalam hutan negara Qi tampak seorang pemuda yang sedang terluka parah berlari dengan memegangi perutnya yang saat ini bersimbah darah. Beberapa kali ia melihat ke belakang melihat apa monster yang melukainya masih mengejar atau tidak. Akan tetapi monster besar berbadan besar itu malah semakin dekat mengejar dirinya. "Sial!?" Umpatnya ketika monster itu semakin dekat.


Roarrr


Monster itu mengayunkan tangan penuh cakar besar untuk menyerang pemuda itu.


Slash

__ADS_1


"Aaggrh!?" Pemuda itu terpentar lapu berguling karena luka bear di punggungnya. Dia mepihat Monster itu wemakin dekat dan akan bersiap membunuhnya sekarang.


Akan tetapi tiba tiba seseorang membelas monster itu dari belakang. Alhasil dirinya terselamatkan oleh seseorang yang membunuh monster itu. Dia mencoba duduk meski mendapat luka yang serius.


"Apa kau tidak apa apa?" Tanya orang itu.


"Aku tidak apa apa. Terima kasih banyak karena telah menoongku." Ujar pemuda itu yang tak lain adalah Zhen. Dan orang yang telah menolongmya adalah Jun.


Jun terbelalak kaget ketika melihat Zhen yang kewalahan menghadapi monster level 4 itu. Padahal dengan kemampuannya dulu hanya dengan jentikan jati dia dapat dengan mudah membunuhnya. Tapi kenapa sekarang dia tampk sangat lemah. Ditambah lagi dia kelihatannya tidak mengenal Jun. "Boleh kutahu siapa namamu?" Tanya Jun penasaran.


"Namaku Yohan, Liu Yohan." Ujar Yohan sembari tersenyum ramah.


Meslihat pemuda yaang dikenalnya tersenyum ramah pada dirinya membuatnya terheran heran. 'Apa yang terjadi? Kenapa dia tidak mengenaliku? Dan apa apaan namanya itu?' Pikir Jun masih bingung. Tapi melihat luka Yohan yang begitu parah membuat Jun tidak tegaeninggalkannya sendiri. "Apa kau tidak mengenaliku?" Tanya Jun masih bingung.


"Apa aku mengenalmu?" Tanya Yohan dengan wajah penuh tanya.


Jun tersenyum kecil, "Tidak, aku rasa aku salah mengenali orang."


...~~...


...-...


...-...


...SEMOGA SUKA!?...

__ADS_1


__ADS_2