
Apa yang baru saja mereka dengar sungguh tak dapat dipercaya.
"Senior, bagaimana mungkin senior bekerja sama dengan iblis itu?" Tanya Zhao Ge membulatkan matanya. Suaranya terdengar sangat kecewa.
Nie Ting melihat Lu Geyi, dia penasaran dengan apa yang diketahui Lu Geyi selama ini. "Tetua pertama, sebenarnya apa yang tetua sembunyikan dari kami?" Tanya Nie Ting ingin mendengar alasan Lu Geyi bekerja sama dengan Yohan.
Lu Geyi tersenyum melihat Nie Ting, ternyata ada juga orang yang ingin mendengar alasan dirinya. "Apa kalian tahu jika didalam sekte ada pemberontakan?" Tanya Lu Geyi.
Pertanyaan itu membuat mereka semakin terkejut. Entah apa yang terjadi hari ini. Tapi hari ini penuh dengan kejutan yang terus mengejutkan mereka. "pemberontakan? Apa maksud tetua pertama?" Tanya Zhao Ge.
"Kang Muron, dia adalah orang yang memimpin pemberontakan. Dia bergabung dengan Istana Suci setelah kekalahan. Orang itu memiliki maksud lain bergabung dengan kita. Dia ingin mengendalikan Istana Suci dibalik layar dan secara diam diam membuat pasukannya sendiri untuk memberontak. Meskipun kita banyak terbantu olehnya dan nama baik kita kembali, tapi dibalik kebaikannya dia menyembunyikan sifat aslinya." Jelas Lu Geyi sebisanya.
Dalam penjelasannya Zhao Ge menatap Lu Geyi, "Senior, kau… ternyata sudah di pengaruhi oleh iblis itu!?" Ujar Zhao Ge tidak percaya.
'Sudah kuduga, dia tak akan percaya berapa kalipun aku mengatakannya.' Pikir Lu Geyi sembari tersenyum getir.
"Aku percaya." Ujar Nie Ting membuat mereka menatap dirinya. Dia tahu kalau Lu Geyi berkata jujur. Nie Ting mengetahuinya melalui tatapan Lu Geyi mengatakannya. "Aku percaya tetua pertama mengatakan hal yang sejujurnya." Lanjutnya.
Hanya ada satu orang yang percaya padanya. Tapi inipun sudah membuatnya bahagia. "Terima kasih." Ujar Lu Geyi sembari memberi senyuman tulusnya.
...***...
"Ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha… Lagi!? aku ingin lagi!?" Ujar Yohan disertai tawa senang. Mulut sampai leher sudah basah dengan darah. Begitu pula dengan bajunya meskipun tak terlalu terlihat karena warnanya hitam. Sebagiam besar musuhnya telah habis tercabik dan terkuyak.
Datang ketiga tetua yang berada dipihak Kang Muron. Mereka adalah tetua ke-7 Bai Yun, tetua ke-5 Shu Feifei, dan tetua ke-4 Fang Yuan. Mereka melempar tali bercahaya pada Yohan berusaha untuk menahannya. Itu adalah tali suci yang bisa menekan kekuatan jahat.
__ADS_1
"Kalian pikir ini bisa menahanku?" Tanya Yohan dengan senyum kecil diwajahnya.
"Heh, apa.kau pikir hanya ini yang kami punya?" Balas Shu Feifei seorang tetua wanita.
Terdengar suara auman naga, dihadapannya kini ada naga es yang terbang menuju dirinya. Naga es ini bukan naga biasa, itu adalah jurus seseorang. Kang Muron.
ROAARRR
Naga itu terbang melesat ke Yohan dan menabraknya hingga menabrak penghalang. Setruman listrik dari penghalang menyetrum tubuh Yohan. "Ukgh!?" Yohan merintih nyeri ketika naga es itu menabrak dirinya di tambah lagi setruman dari penghalang membuat tubuhnya mati rasa untuk beberapa saat. Taring es naga tersebut menancap ketubuhnya membuatnya berdarah banyak. Jika ini terus berlanjut maka bisa gawat.
Yohan segera menggerakkan tangannya meskipun masih sedikit nyeri. Terlihat rantai hitam berujung runcing dikedua tangannya. Yohan melempar dan mengaitkan rantai ke tubuh naga kemudian menariknya hingga kemudian tubuh itu hancur. Dengan begitu Yohan jatuh ke bawah dengan darah yang merembes keluar.
Ketika melihat darahnya sendiri dari tangannya Yohan tersenyum miring. Ternyata kekuatan yang di curi Kang Muron dari dirinya lebih besar dari yang diperkiraan. Tapi hanya luka kecil seperti ini tidak akan membuatnya mundur.
"Menyerahlah, kau tidak akan bisa menang melawanku Zhen." Ujar Kang Muron dengan senyum licik diwajahnya.
Kata kata Yohan ternyata berhasil membuat Kang Muron kesal. Terlihat jelas kalau saat ini dia sedang menggertakkan giginya geram. "Dasar sombong!? Dari dulu sampai sekarang kau selalu sonbong!? Kalian! cepat habisi bed*bah ini!?" Perintah Kang Muron kesal.
"Baik!?" Jawab ketiganya. Seketika wajah mereka bertiga muncul tanda hitam kebiruan berbentuk taring dikedua sisi bawah mata. Sepertinya Kang Muron juga memberikan kekuatan Yohan pada mereka bertiga. Kekuatan mereka langsung meningkat dua kali lipat dari biasanya setelah tanda itu muncul. Mereka langsung bertarung dengan Yohan sesuai perintah Kang Muron.
Untuk Kang Muron sendiri dia berbalik dan pergi. Sekarangdia hanya perlu mengurus si pembuat penghalang ini. 'Dasar naga sialan!? seharusnya aku membunuhnya saja dari pada mengusirnya waktu itu. Berani sekali dia bekerja sama dengan Zhen.' Kang Muron sangat jengkel dengan penghalang yang di buat Xie Wuran. Salah satu penyebab Xie Wuran diusir dari Istana Suci adalah Kang Muron. Pasalnya rencana Xie Wuran beberapa kali digagalkan oleh Xie Wuran dimasa lalu. Makanya Kang Muron berencana mengusir Xie Wuran ke dunia bawah untuk dijadikan makanan iblis dan hantu disana. Akan tetapi entah bagaimana caranya Xie Wuran berhasil kabur.
"Khg!? Aagh!? Akh!?" Teriakan kencang seorang wanita yang kesakitan menyita perhatian Kang Muron. Dia berbalik dan tercengang ketika melihat apa yang terjadi. Kedua tetua telah tewas mati terbunuh dalam keadaan kehabisan darah. Dan Shu Feifei tetua ke-5 saat ini sedang diseret oleh Yohan menggunakan rantai yang mencekik leher jenjang wanita itu.
Yohan melempar tubuh Shu Feifei ke kerumunan orang orang pemberontak yang tersisa. Tepat setelah itu tubuh Shu Feifei membesar seperti balon kemudian meledak dengan suara yang keras.
__ADS_1
DUARR
Ledakan itu membunuh beberapa murid yang tersisa. Melihat ledakan itu membuat Yohan tersenyum senang melihatnya. Kemudian ia melirik Kang Muron. "Para pengganggu sudah kubunuh. Sekarang, tinggal kita berdua!?" Ujar Yohan.
Kang Muron tidak percaya Yohan bisa membunuh orang orangnya. padahal secara khusus Kang Muron melatih mereka dan sudah mengalami banyak perkembangan. Ini mengingatkannya ketika pertemuan pertamanya dengan Yohan ribuan tahun lalu.
Kang Muron yang awalnya tak memiliki apapun setelah di usir dari dunia atas ke dunia bawah. Lalu bertemu dengan Yohan yang saat itu masih belum mengenal dunia sama sekali.
FLASHBACK
"Uhuk uhuk!? sialan!? orang orang itu seenaknya saja mengusirku seperti ini." Ujar seorang pria muda yang terluka parah hingga keluar darah dari mulutnya.
"Apa kau baik baik saja?" Tanya seseorang tepat dibelakang pemuda tersebut.
Sontak pemuda itu langsung menjaga jarak dengan seseorang yang tidak terdengar langkah kakinya tersebut. Ketika melihat seseorang yang menanyakan dirinya, dia adalah seorang pemuda dengan baju hitam, rambut hitam dan mata merah seperti darah. Dimulut dan lehernya juga pas sekali ada darah yang masih terlihat segar.
"S siapa kau?" Tanyanya ketakutan.
"Aku? Mungkin, Zhen? Yang kuingat namaku itu." Jawabnya yang lupa dengan namanya sendiri.
...~~...
...-...
...-...
__ADS_1
...SEMOGA SUKA...