Daddy My Son

Daddy My Son
22. Come Back to Indonesian (Visual Joe Dirgantara)


__ADS_3

Joe menatap wajah Virranda dan Verrel yang sedang tertidur pulas secara bergantian. Ada rasa sesak didadanya yang tidak bisa ia abaikan. Takut kehilangan, itu yang sekarang dirinya rasakan saat ini.


Bisakah dirinya menerima kenyataan, bila orang tua Virranda masih bersikeras menolaknya. Masih segar dalam ingatannya, ketika ayah Virranda menghadiahinya satu tamparan keras beserta cacian dan hinaan hingaa mengusir putri kesayangannya itu karena menikah dengannya.


Lima tahun hidup bersama Virranda dan juga Verrel, bukan waktu yang singkat. Banyak rasa kebahagian yang ia rajut bersama keluarga kecilnya itu. Ia sengaja memupuknya walau sadar dirinya bukan siapa-siapa dihati Virranda.


Cinta tulusnya pada Virranda dan juga Verrel putranya, membuatnya tidak ikhlas melepaskan keduanya begitu saja. Tapi apa dayanya, dirinya hanyalah seorang yang berstatus sosial biasa, tidak seperti Virranda dan keluarganya.


Suara pemberitahuan pramugari terdengar menggema, bila pesawat yang mereka tumpangi siap mendarat di negara tujuan, seluruh penumpang pesawat diminta bersiap-siap.


Joe segera membangunkan dua orang tercintanya yang masih terlelap. Verrel nampak sulit dibangunkan, berbeda dengan Virranda yang segera terjaga.


"Ada apa Joe?" tanya Virranda.


"Segeralah bangun, dan pasang sabuk pengamanmu, kita akan segera mendarat di Indonesia," ucapnya sambil memangku Verrel, sementara Virranda dengan sigap menekan tombol untuk menegakkan kursi yang digunakan dirinya dan Verrel saat mereka berbaring, dan membantu Joe memasang sabuk pengaman untuk putranya Verrel.


Virranda memandang kearah luar jendela pesawat, dibawah sana ia bisa melihat warna hijau, dan biru yang luas. Beberapa detik kemudian diantara warna hijau itu, muncul rumah-rumah warga yang kecil semakin membesar setiap detik yang terlewati.


Rasa haru menyelimuti hati Virranda. Melihat wajah negeri kelahirannya didepan mata, yang ia tinggalkan sekian lamanya demi menenangkan dirinya juga meredakan amarah kedua orang tuanya terhadapnya.

__ADS_1


"Apakah kau bahagia?" tanya Joe yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik isterinya itu.


Virranda mengusap bulir air matanya yang sempat jatuh, ia tidak ingin Joe melihatnya menangis lagi.


"Iya, aku sangat bahagia Joe. Aku bisa pulang ke negaraku lagi, dimana aku dilahirkan dan dimana orang tuaku tinggal," ucap Virranda mengulas senyum, setelah berhasil menghapus airmatanya sebelumnya.


"Aku senang melihatmu bahagia. Dan itu telah membuat diriku juga bahagia," Joe turut mengulas senyumnya.


"Joe, sepertinya kau tidak ikut tidur bersama kami?" Virranda memandang mata Joe yang terlihat lelah.


"Aku tidak ingin kehilangan momen berharga seperti saat ini. Itu sebabnya aku sengaja tidak tidur. Aku takut ini adalah momen terakhir bagi kita bertiga bisa bersama seperti ini," ucap Joe masih berusaha memperlihatkan senyumnya.


"Joe, terima kasih untuk lima tahun ini. Kau sudah menjagaku dan Verrel dengan sangat baik. Aku tidak akan mungkin melupakan semuanya ini."


"Walau aku tidak tahu apa yang akan terjadi dimasa depan. Tapi aku memintamu untuk bertahan, kontrak kita belum selesai," Tegas Virranda.


Walau terdengar menggantung, bagi Joe, tapi perkataan Virranda cukup memberi kepastian padanya, untuk tetap berjuang mendapatkan hati Virranda dengan caranya.


"Tuan Joe, sepertinya Anda masih betah berlama-lama didalam pesawar bersama keluarga Anda," ucap seorang pramugari cantik bertubuh seksi menghampiri Joe yang ia kenal. Karena para penumpang lainnya sudah beberapa menit yang lalu meninggalkan tempat duduk mereka.

__ADS_1


"Anda benar nona Jenny, siapa yang tidak betah selalu berdekatan dengan wanita secantik isteri saya," kata Joe membalas ucapan sang pramugari sambil melayangkan senyumannya.


Pramugari yang dipanggil Jenny itu terkekeh. Ia menatap wajah Virrranda, mengakui bahwa isteri Joe Dirgantara, pilot maskapai penerbangan dimana dirinya berkerja, memang benar-benar cantik, dan sepadan dengan Joe yang memang tampan menurut pemandangannya.


Bukan dirinya saja, teman-teman pramugarinya yang lain juga mengakui bila Joe memang tampan. Ya, hanya Virranda saja yang memandang Joe sebagai pria dewasa yang lumayan tampan.


Apalagi bila Virranda mengingat saat dirinya dan Joe yang akan melangsungkan pernikahan beberapa tahun yang lalu. Pria itu bahkan hanya menggunakan celana rombeng dan kaos saja sebagai atasan, tanpa make-up diwajahnya, sangat menyebalkan.


Virranda yang melihat interaksi antara Joe dan teman pramugarinya hanya tersenyum, kenangan masa lalu dirinya dan Joe memang tidak terlupakan.



Joe Dirgantara (saat berada di Villa untuk melangsungkan pernikahan dengan Virranda Laura beberapa tahun silam)



Joe Dirgantara (Setelah jatuh hati pada Virranda Laura)


Bersambung...👉

__ADS_1


__ADS_2