Daddy My Son

Daddy My Son
90..Happy Ending


__ADS_3

Seteleh seratus hari berlalu, pasca kelahiran Gibran Dirgantara, putra Joe dan Virranda. Keluarga Loenhard dan keluarga Toshigawa berkumpul dirumah baru Joe dan Virranda.


Sore itu, setelah usai syukuran rumah baru pasangan Joe-Virranda dan kelahiran bayi Gibran, mereka masih melanjutkan acara barbeque keluarga ditaman samping rumah.


"Tuan Toshigawa, walau kita tidak jadi berbesanan, tapi kita bisa menjadi kakek untuk Verrel. Aku harap, hubungan kekeluargaan kita ini tetap terjaga sampai nanti." ungkap tuan Loenhard menyunggingkan senyumnya, sembari membantu isterinya membolak-balik daging yang mulai matang diatas pemanggangan.


Sontak saja, aroma kelezatan menguar kemana-mana. Terlihat Verrel berlari-lari kecil dari kejauhan bersama dua saudari perempuannya membawa piring yang sudah kosong di tangan mereka.


"Iya tuan Loenhard, saya harap juga begitu. Kita tidak hanya menjadi kakek untuk Verrel tapi kakek dari 2 anak laki-laki Joe dan Virranda, dan 13 anak perempuan Ferdinand. Bukankah itu sangat menyenangkan?" ungkapnya dengan raut bahagia.


"Oh! Kau benar tuan Toshigawa," tuan Loenhard seketika tertawa lepas. Ia memandang kearah Virranda, Joe, Ferdinand yang tengah menemani anak-anak mereka ditaman depan, yang sudah Joe sulap serupa dengan taman bermain yang ada dirumah tuan Toshigawa.


"Nenek! Oma! Verrel bersama kak Jihan dan kak Lily mau minta dagingnya lagi. Dagingnya enak!" teriak Verrel bersemangat.


"Ayo, bawa piring kalian kemari, Sayang," Lirasa memanggil ketiganya. Ia lalu memindahkan beberapa daging yang sudah matang dan melumurinya dengan saos dan kecap ke dalam piring ketiga cucunya itu.


"Nanti Nenek dan Oma akan meminta para bibi untuk membawakan piring-piring ini pada kalian disana ya? Oma khawatir, kalian terjatuh membawanya" ucap nyonya Toshigawa menunjuk piring-piring saji lainnya yang sudah penuh dengan daging panggang yang sudah matang.


"Iya Oma," sahut Verrel setuju. "Tapi yang ini, kami bawa sendiri ya," pintanya.


"Iya, Sayang. Hati-hati ya," ucap nyonya Toshigawa lagi.


"Terima kasih banyak Nenek-Kakek, Opa-Oma," ucap Verel bersama Jihan dan Lily.


"Sama-sama Sayang," sahut keempat orang tua itu bersamaan, senyun bahagia mengembang diwajah tua mereka.


Mereka memperhatikan ketiga bocah itu melangkah hati-hati membawa makanan mereka dengan senyum riang. Ada rasa bahagia yang tidak terkatakan, setelah melewati permasalahan pelik dalam keluarga mereka masing-masing.

__ADS_1


Dari kejauhan para orang tua itu melihat Ferdinand yang tengah sibuk mendorong kereta bayi Gibran yang sudah berusia hampir empat bulan. Laki-laki itu begitu telaten mengajak bayi gembul itu untuk berbincang tanpa menyadari bila dirinya tengah diperhatikan oleh para orang tua itu.


Sementara Joe dan virranda, menemani putri-putri Ferdinand yang sedang makan di atas tikar ditengah taman.


Ya, mereka semua terlihat akur, dan saling berbagi kebahagiaan satu sama lain.


Virranda tersenyum, dirinya tidak pernah bermimpi, bisa memiliki dua putra dari dua laki-laki yang memiliki status sosial yang berbeda dan memiliki rahasia kehidupan yang hampir sama, sama-sama berhubungan dengan wanita.


Ia sudah bisa memaafkan Ferdinand sepenuhnya, berharap ayah Verrel itu juga bisa berbahagia seperti dirinya dan Joe sekarang, menemukan pasangan dan kebahagiaannya sendiri.


...πŸ“πŸ“πŸ“...


Virranda Laura. Seorang wanita muda, berusia 24 tahun. Hamil diluar nikah karena perbuatan curang seorang sahabat wanitanya yang bernama Wina Arauna.


Sayangnya, Virranda mengambil jalannya sendiri dalam menyelesaikan masalah besarnya tanpa melibatkan orang tuanya. Mengikuti pemikirannya yang ia anggap benar, sehingga terjadi banyak konflik dalam hidupnya akibat keputusannya tanpa ijin orang tuanya. Padahal saat itu, ia masih dalam tanggung jawab kedua orang tuannya.


Joe Dirgantara. Sosok pria absurd, cuek, lucu, dan menjalani hidupnya bagai air yang mengalir, benar-benar dibuat kaget mendengar permintaan Virranda yang mengajaknya menikah, dan tengah hamil.


Masa kecil yang menyedihkan, tidak tahu dimana orang tua kandungnya, juga hidup dengan menjual diri ketika ia dewasa, membuat Joe menerima banyak celaan dan hujatan dari keluarga wanita-wanita kaya yang dikencaninya, akhirnya membuat Joe menerima pernikahan yang Virranda tawarkan, karena membutuhkan uang yang cukup banyak, menambah tabungannya untuk mengikuti test menjadi seorang pilot.


Joe memang pria biasa dan tidak memiliki status sosial seperti orang-orang kaya yang pernah menghinanya. Tapi dia memiliki tekad yang luar biasa untuk merubah hidupnya supaya lebih baik dengan berkerja keras, dan meninggalkan semua masa lalu dibelakangnya, tentu saja itu tidak mudah.


Berkat ketekunan, dan kesabarannya, Joe mendapat apresiasi dari bosnya sehingga ia bisa menjadi seorang pilot yang handal sekaligus dosen di akademi penerbangan.


Dan lebih membahagiakan lagi, ternyata cinta Joe pada Virranda tidak bertepuk sebelah tangan. Bahkan putra sambungnya yang ia jaga dengan sepenuh hati sangat menyayanginya, ditambah juga penerimaan kedua mertuanya. Perjuangan memang tidak pernah mengkhianati hasil.😊


Ferdinand Kwang. Pria dingin, disiplin, sukses dan kaya raya di usia muda berkat didikan ayahnya yang hebat.

__ADS_1


Kehidupan masa remajanya yang terkekang, ditambah lagi perlakuan para teman wanitanya, membuat Ferdinand Kwang dewasa memberi pembuktian diri dengan cara yang keliru.


Meniduri 16 gadis perawan dan mendapat 13 anak perempuan dari hasil perbuatannya itu, tentu saja membuat kedua orang tuanya marah besar, tidak menyangka bila putra kebanggaan mereka bisa berbuat demikian.


Beruntungnya, karena sudah di didik dalam keluarga yang baik, Ferdinand tetap menomor satukan tanggung jawab dengan membawa anak-anaknya tinggal bersamanya untuk diasuh dan di didiknya sendiri.


Wina Arauna. Sahabat Virranda sejak SMU, berhati jahat dan picik. Menjadikan alasan kebangkrutan orang tuanya dan cintanya pada Nickholas untuk mencelakai sahabatnya sendiri.


Ternyata segala kejahatan yang ia rancangkan pada Virranda sahabatnya yang selalu baik padanya, berbalik menyerangnya.


Sedangkan sahabatnya, tetap mendapatkan kebahagiaannya karena tetap memepertahankan kebaikan hatinya.


Hati orang yang baik, akan mengeluarkan segala hal yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik. Dan hati orang yang jahat, akan mengeluarkan segala hal yang jahat dari perbendaharaan hatinya yang jahat.


Semoga kita bisa menjaga hati kita dengan segala kewaspadaan. Karena dari situlah terpancar kehidupan.


^^^Salam Penulis :^^^


^^^Dewi Payang.^^^


...🌹TAMAT🌹...


Semoga Terhibur 😍


Mari mampir di Novel author lainnya :


__ADS_1


__ADS_2