DELIA ( Terpaksa Menikah )

DELIA ( Terpaksa Menikah )
BAB 10


__ADS_3

Gino mengeratkan rahangnya saat ia melihat sang istri berjalan dengan digandeng oleh pria lain, dengan perasaan emosi yang membuncah dalam dirinya ia keluar dari dalam mobil dan tanpa aba-aba langsung menarik tangan Delia dari genggaman kekasihnya Daniel.


"Heii apa yang anda lakukan?" Daniel tidak terima karena pria dihadapannya yang ia ketahui sebagai rekan bisnis papa Joy dengan tiba-tiba menarik tangan kekasihnya.


"Bukan urusanmu" Gino menjawab dengan wajah datarnya.


"Tentu saja urusanku karna dia adalah kekasihku" Tak lupa tatapan tajam Daniel layangkan pada pria dihadapannya.


Gino membalas tatapan tajam Daniel "Dan dia adalah. . ." Belum juga Gino menyelesaikan ucapannya Delia sudah lebih dulu menyelanya, demi apapun untuk saat ini Gadis itu tidak rela jika sampai kekasihnya tau bahwa dirinya sudah menikah dan pria yang mengaku sebagai rekan bisnis papanya adalah suaminya.


"Tuan aku akan ikut denganmu tapi tolong lepaskan tanganku!" Delia sedikit meringis karna memang cengkraman ditangannya terasa kuat, Gino yang tersadar dengan apa yang dia langkukan langsung melepaskan cengkraman tangannya dari tangan sang istri.


Dengan perasaan bersalah Delia menatap wajah kekasihnya "Daniel maaf aku harus pergi bersamanya"


"Ada urusan apa kau dengannya, kenapa dia ingin kau ikut bersamanya?" Sungguh Daniel merasa aneh dengan kekasihnya, kenapa juga Delia harus menuruti keinginan pria itu.


"Papa yang memintaku ikut bersamanya, aku akan menghubungimu nanti. sekarang aku harus pergi papa pasti sedang menungguku" Mungkin hanya jawaban ini yang menurutnya cukup masuk akal, walaupun dalam lubuk hati yang terdalam ia sanagt merasa bersalah karna telah membohongi kekasihnya tapi untuk berkata jujurpun ia belum siap.

__ADS_1


Daniel menghela nafasnya kalau sudah menyangkut papa Joy ia tidak bisa berkata tiadak "Biaklah, tapi kau jangan lupa menghubungiku!"


"Ya, aku janji"


Baru saja Daniel maju satu langkah hendak mencium kening kekasihnya tapi dengan sigap Gino menyembunyikan Delia kebelakang punggungnya "kau jangan coba-coba berani menyentuhnya!"


"Kau tidak berhak melarangku apa kau lupa dia kekasihku" Daniel tersenyum sinis pada pria dihadapannya yang menurutnya sangat menyebalkan, siapa pria itu samapi berani mengancammnya begitulah pikirnya.


"Tentu saja aku berhak karna aku. . ." Ah sial, Gino tidak bisa meneruskan ucapannya. Dia sudah terikat janji dengan Delia untuk merahasiakan pernikahan ini dan dia termasuk orang yang tidak suka mengingkari janji.


Dengan perasaan kesal Gino menarik tangan istinya, pergi meninggalkan Daniel. Ingin sekali rasanya ia menghajar pria itu, pria yang menjadi kekasih istrinya.


*


*


*

__ADS_1


*


*


"Kenapa kau menjemputku? lain kali kau tidak usah menjemputku, aku bisa pulang sendiri" Delia memberanikan diri melayangkan protes pada pria yang berada disampingnya, pria yang berstatus sebagai suami terpaksanya.


Gino mengalihkan pandangannya dari laptop yang ada dipangkuannya ia menoleh kearah Gadis yang sudah betstatus sebagai istrinya itu "kenapa?, apa supaya kau bisa bebas pergi dengan kekasihmu itu?"


"Kenapa kau menuduhku seperti itu?"


Gino menghela nafasnya, sebisa mungkin ia mengurai emosi yang sejak tadi melonjak dalam jiwanya karna melihat sang istri dengan pria lain "Lalu apa yang harus aku katakan, bukankah benar jika dia adalah kekasihmu?"


Delia memberanikan diri menatap pria dihadapannya dan tanpa terasa air mata lolos begitu saja dari kedua sudut matanya "Ya dia memang kekasihku, dan kau datang denagn seenaknya menikahiku dengan caramu yang memaksa. Perlu kau ketahui hubungan kami sudah sulit dan kehadiranmu semakin menpersulit hubungan kami" Delia mengengeluarkan semua unek-unek yang ada dalam hatinya.


Dan pengakuan Delia membuat Gino merasa geram, dengan gerakan cepat ia menarik tubuh Delia hingga tidak ada jarak jarak sedikitpun bahkan kini ia mendekatkan wajahnya dengan wajah Delia dan mendaratkan bibirnya tepat pada bibir ranum milik sang istri.


Delia terperanjat kaget kala mendapati benda kenyal itu menyapu bibirnya, ia hanya diam mematung tanpa membalas ciumannya sedikitpun. Bahkan seoalah ia kehilangan kesadarannya, Delia mengerjapkan kedua matanya begitu tersadar apa yang sudah Gino lakukan terhadapnya dengan sekuat tenanga ia mendorong dada pria itu hingga ciumannya pun terlepas.

__ADS_1


__ADS_2