
Waktu menunjukan pukul dua dini hari, di jam-jam seperti ini orang-orang sedang berselancar dialam mimpinya namun berbeda dengan Gino, pria itu harus bergadang menemani sang istri mengurus buah hati mereka. Tidur hanya sebentar kemudian terbangun lagi saat baby Raja menangis atau membantu Delia mengganti popoknya, benar-benar suami idaman bukan?
Seperti saat ini, untuk yang kesekian kalinya Gino terbangun saat mendengar tangisan baby Raja. Dengan gerakan cepat ia menuju kearah box bayi yang tidak jauh dari tempat tidurnya, untung saja tangisannya tidak sekencang sebelumnya sehingga Delia tidak terbangun, dan Gino sengaja tidak membangunkannya karena tak tega melihat Delia yang begitu lelap.
"Sayangnya daddy" Gino mengangkat tubuh mungil putranya kedalam gendongannya "Jangan nangis ya nak, lihat! Mommy terlihat sangat cantik jika sedang tidur seperti itu" Gino mengarahkan baby Raja sejajar dengan wajah Delia seolah Raja sudah bisa melihatnya, Gino sendiri sampai terkekeh dengan kekonyolannya sendiri.
Namun siapa sangka ternyata tangis baby Raja terhenti seolah mengeri apa yang daddy nya katakan "Uuhh, pintarnya anak daddy" Gino tak hentinya menghujani wajah putranya dengan sebuah kecupan hingga putranya terus menggeliat saat kecupannya mendarat sempurna dipipi, dahi dan hidungnya.
"Ayyysss, kenapa kau bisa semenggemaskan ini" Kalau saja Raja sebuah boneka mungkin Gino sudah mencubitnya saking gemasnya.
__ADS_1
Terhitung sudah hampir dua puluh menit baby Raja berada dalam gendongannya, namun sepertinya putranya masih betah terjaga. Dengan suara yang sedikit dipelankan agar tidak mengganggu tidur sang istri, Gino pun mulai menyanyikan lagu tidur agar putranya telelap kembali.
Samar-samar Delia mendengar seseorang sedang menyanyikan lagu tidur, hingga perlahan kelopak matanya mulai terbuka dan saat itu pula Delia tertegun melihat Gino sedang menimang baby Raja sambil menyanyikan lagu tidur.
Ekor matanya tak lepas menatap pria yang kini sudah menjadi selaruh jiwanya, Delia merasa beruntung, ternyata seperti ini rasanya memiliki suami yang lebih dewasa darinya, selain mencintai Gino juga mengayominya. Bahkan Gino selalu dengan sabarnya mengahdapi sikapnya yang kadang-kadang seperti remaja labil, Gino tak pernah protes atau pun memintanya untuk menjadi dewasa, Gino benar-benar tak pernah menuntut apapun darinya hingga tak ada alasan untuk Delia tidak jatuh cinta padanya, bahkan mungkin saatb ini hati Delia sudah jatuh sejatuh jatuhnya pada Gino.
Gino tersentak saat menoleh ternyata Delia sudah berada disampingnya, karena pokusnya tertuju pada baby Raja, Gino sampai tidak menyadari keberadaan Delia disampingnya.
"Mana tega aku membangunkan mu, kau terlihat begitu lelap. Sekarang kenapa terbangun, kau butuh sesuatu?"
__ADS_1
Delia menggeleng "Tadi aku mendengar ada yang menyanyikan lagu tidur lalu aku terbangun, dan ternyata itu kamu. Maaf aku tidur terlalu nyenyak tidak sadar kalau putra kita terbangun"
"Hey kenapa minta maaf, seharian ini kamu sudah begitu lelah mengurus Raja jadi sekarang giliran aku yang menjaganya"
Delia menatap haru pada Gino, padahal suaminya juga terlihat begitu lelah. Di jamu t seperti ini Gino masih begadang sedangkan besoknya dia harus berangkat ke kantor, lingkar hitam dimatanya jelas menunjukan jika suaminya kurang tidur namun meski begitu Gino tetap saja mengutamakannya dari pada dirinya sendiri.
Yang mau tau kisahnya Daniel, silahkan mampir dikaryaku yang baru yang berjudul "Setelah satu malam". Ceritanya sengaja aku pisah, mohon dukungannya untuk karyaku yang terbaru. Semoga kalian suka 😊
__ADS_1