DELIA ( Terpaksa Menikah )

DELIA ( Terpaksa Menikah )
BAB 30


__ADS_3

Syukurlah dia sudah tidur.


Gino dapat berhapas lega saat ia tiba dirumah melihat Delia sudah terlelap dalam tidurnya.


.


.


.


Mom Hera dan Delia sedang berada disebuah butik yang terletak disalah satu pusat perbenjaan, ini adalah hal yang selama ini mom Hera nantikan berbelanja dengan seorang menantu.


"Sayang, menurut mu ini cocok tidak untuk mommy?" Mom Hera menunjukan sebuah dres pada menantunya.


"Bagus mom, sepertinya mom akan terlihat lebih cantik jika memakai dress itu"


"Baiklah, mom coba dulu" Delia hanya menyahut dengan anggukan kepala.


Delia memilih meneliti satu persatu pakaian yang ada di butik tersebut, hingga pandangannya tertuju pada sebuah dress cantik berwarna navy. Saat Delia akan mengambilnya bersamaan dengan seorang wanita yang juga hendak mengambil dress tersebut.


"Ini milikku" Ujar wanita tersebut.

__ADS_1


"Tapi aku yang lebih dulu melihatnya"


"Aku tidak peduli"


Tak ingin kalah Delia merebut dress itu dari tangan wanita tersebut dengan secara paksa.


"Heii berani sekali kau mengambil milikku" Wanita itu menatap Delia dengan geram.


"Apa milikmu? Kau bahkan belum membayarnya"


"Dasar j*l*ng, kau selalu saja merebut apa yang akan menjadi miliku" Dengan kasar wanita itu mendorong tubuh Delia hingga terhunyang kebelakang, beruntung ada mom Hera hingga tubuh Delia tak sempat terjerembab kelantai.


"Elena, apa yang kau lakukan?" Sentak mom Hera "Sayang kau tidak apa-apa kan?" Mom Hera meneliti tubuh Delia.


Elena terhenyak melihat perlakuan mom Hera terhadap Delia, hingga semakin menambah besar rasa amarahnya.


"Kenapa aunty membelanya, apa aunty tau jika dia adalah j*l*ng yang sudah merebut Gino dariku"


"Cukup Elena!, kau sudah berani menghina menantuku. Jangan salahkan dia jika putraku lebih memilih dirinya, dari awal aku sudah salah dengan memaksa Gino untuk bisa menerimamu"


"Aunty membentakku, dan apa tadi aunty bilang menantu?" Mata Elena sudah mulai berkaca-kaca.

__ADS_1


"Ya dia adalah mentantuku, mereka sudah menikah sejak satu bulan yang lalu" Mom Hera menjeda ucapannya "Dan maaf bukannya aunty menyakitimu, ini sudah menjadi pilihan Gino dan aunty akan mendukung apapun yang sudah menjadi keputusannya. Aunty harap kau bisa menerima itu"


Hancur sudah pertahanan Elena, airmata yang sedari tadi ia tahan lolos begitu saja membanjiri pipinya.


"Ayo sayang, kita tinggalkan tempat ini!" Mom Hera membawa Delia meninggalkan butik tersebut, meninggalkan Elena yang masih terisak didalam sana.


Dengan perasaan sakit Elena menyeka airmata yang membasahi pipinya, rasa sakit bercampur amarah melebur menjadi satu. Merasa terhina dengan perlakuan keluarga Abraham terhadapnya ia bersumpah tidak akan begitu saja dengan mudahnya merelakan Gino untuk wanita lain.


"Tidak akan aku biarkan kalian hidup dengan bahagia, dan aku akan mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi milikku"


.


.


.


"Bagaimana keadaanmu?" Daniel menatap wajah sendu yang terlihat pucat.


"Sama seperti sebelumya" Wanita itu menjawab tanpa mengalihkan tatapannya, pandangannya terlihat kosong dengan terus mengarah kedepan.


Daniel menggenggam tangan Shelina dengan erat untuk menyalurkan kekauatan pada wanita itu "Setelah keadaanmu lebih baik, kami akan membawamu meninggalkan kota ini. Mungkin dengan suasana dan tempat yang baru perlahan bisa menyembuhkanmu, dan kau tidak perlu lagi mengingat laki-laki biadab itu"

__ADS_1


Tidak ada sahutan dari Shelina hanya air matanya yang terus mengalir menandakan betapa rapuhnya wanita itu.


Melihat Shelina terisak dengan tubuh yang mulai gemetar Daniel akhirnya memeluk wanita itu "Tenanglah, kau tidak sendirian. Kami akan selalu menjaga dan melindungimu"


__ADS_2