DELIA ( Terpaksa Menikah )

DELIA ( Terpaksa Menikah )
Kamar Mandi


__ADS_3

Baik Gino maupun Delia sama-sama terdiam, berada dalam posisi seperti ini membuat jantung Gino berdetak dengan cepat ia merasakan sesuatu yang aneh mulai menjalar dalam tubuhnya. Begitupun dengan Delia, ini pertama kalinya ia berada dalam posisi seintim ini dengan seorang pria. Ditatapnya pria tampan yang berada diatas tubuhnya hingga kini tatapan Delia mengarah pada mata Gino, entah mengapa saat menatap mata itu ia merasakan sesuatu yang aneh seperti tak asing baginya dan kenapa rasanya sangat berbeda, mata itu seakan mampu menggetarkan jiwanya.


Hingga pada akhirnya mereka sama-sama tersadar dari lamuanannya masing-masing.


"Menyingkirlah dari tubuhku!" Ketus Delia tak lupa dengan tatapan sinisnya.


"Maaf"


Gino beranjak dari tubuh Delia ia berusaha menetralisir rasa panas yang mulai menjalar pada tubuhnya.


"Kau memang suamiku tuan, tapi jangan harap aku akan melayanimu diatas ranjang. Aku berasedia menikah denganmu tapi bukan berarti kau bisa menyentuhku dan satu lagi, kita bisa tidur satu kamar tapi aku tidak ingin tidur satu ranjang denganmu.


Deg


Sesak rasanya mendengar setiap kata yang terucap dari bibir mungil istrinya, sebenci itukah Delia pada dirinya?. Gino mengepalkan kedua tangannya mencoba berusaha menahan amarah didadanya ia menarik nafas dalam kemudian mengeluarkannya secara perlahan hingga perlahan emosinya mulai mereda.


" Jika itu yang kau inginkan, baiklah. Akupun sama sekali tak tertarik untuk menyentuh tubuhmu apa lagi bercinta denganmu"


"Aku pegang kata-katamu!"


"Silahkan saja mungkin kau yang akan minta disentuh olehku"

__ADS_1


"Diihh percaya diri sekali kau, itu tidak akan terjadi"


Delia yang kesal memilih naik kembali keatas tempat tidurnya ralat tapi tempat tidur Gino yang ia tempati, membaringkan tubuhnya di sana sementara Gino pria itu menjatuhkan tubuhnya diatas sofa disamping tempat tidur dan tanpa butuh waktu lama ia sudah masuk kealam mimpinya. Sementara Delia gadis itu mencoba memejamkan matanya tapi kenapa rasanya sulit sekali, lama ia terdiam menatap langit-langit kamar tapi rasa ngantuk seperti enggan menghampirinya.


Kemudian ia memiringkan tubuhnya, dilihatnya pria yang sedang terlelap disofa pria yang sekarang sudah sah menjadi suaminya bahkan seharusnya malam ini menjadi malam pertama bagi mereka. Tanpa Delia sadari dirinya terus menatap wajah tampan suaminya.


"Ternyata kau tampan juga" Delia akui Gino memang sangat tampan bahkan lebih tampan dari Daniel kekasihnya tapi tetap saja yang ia cintai hanya kekasihnya, lama Delia menatap Gino hingga akhirnya rasa ngantuk perlahan datang dan iapun terlelap dalam tidurnya.


*


*


"Kosong, apa mungikin dia sudah berangkat ke kantor?" Gumamya pada diri sendiri


Delia beralih menatap jam yang ada diatas nakas dan betapa terkejutnya ia saat mendapati waktu sudah menunjukan pukul tujuh lebih.


"Ya ampun sudah jam tujuh lebih, aku harus siap-siap kalau tidak aku akan terlambat kekampus"


Dengan terburu-buru Delia berlari menuju kamar mandi samapi-sampai ia tak menyadari didalam sana ada Gino yang tengah membasuh tubuhnya dibawah guyuran shower.


Hingga saat pintu kamar mandi dibuka oleh Delia dan. . . .

__ADS_1


"AAAAAAAAAAAA" Teriak mereka bersamaan.


Delia yang kaget langsung membalikan tubuhnya. sementara Gino, pria itu menarik handuk kemudian melilitkannya dipinggang.


"Apa kau tidak mendengar suara shower?" Tanya Gino dengan perasaan malunya, sungguh ia tak menyangka Delia akan masuk saat dirinya sedang mandi dan dapat dipastikan jika gadis itu melihat tubuh polosnya.


"Maaf tuan aku tidak sengaja, tadi aku terburu-buru jadi tidak sempat memastikan ada orang atau tidak di kamar mandi. Kau tenang saja aku tidak melihat apapun" Bohong Delia karna yang sebenarnya ia sempat melihat adik kecil milik suminya, dan demi apapun Delia benar-benar merasa merinding.


"Apa kau yakin?" Tanya Gino berusaha memastikan


"Ya, silahkan kau lanjutkan aku akan keluar!"


"Kau saja, aku sudah selesai!"


Gino melangkah keluar tapi apa yang terjadi disaat yang bersamaan saat Delia akan melangakah menuju shower tiba-tiba saja kakinya tersandung, mungkin saat ini ia sudah jatuh jika saja Gino tak menahan pinggangnya. Delia gelagapan kenapa jantungnya berdetak dengan cepat apalagi ketika ia melihat tubuh atletis suaminya yang hanya dibalut handuk sebatas pinggang dan jangan lupakan rambutnya yang basah membuatnya terlihat semakin sexy.


Hingga detik berikutnya Delia tersadar, ia menggelengkan kepalanya kenapa dia malah mengagumi Gino.


"Lepaskan!" Ucap Delia disela-sela kegugupannya


Saat itu juga Gino langsung melepaskannya tangannya dari pinggang istrinya hingga kemudian terdengar bunyi seseorang terjatuh. . . . .

__ADS_1


__ADS_2