DELIA ( Terpaksa Menikah )

DELIA ( Terpaksa Menikah )
BAB 11


__ADS_3

"Itu hukuman untukmu karna sudah berani mengakui pria lain sebagai kekasihmu" Ucap Gino saat tautan bibir mereka terlepas.


"Dia memang kekasihku, itu adalah kenyataannya" Gumam Delia sangat pelan namun bisa dengar dengan jelas oleh pria disampingnya, dan lagi-lagi pria itu membungkam bibirnya dengan sebuah ciuman. Delia yang awalnya hanya diam saja perlahan mulai membalas ciuman pria disampingnya, entah apa yang terjadi dengan dirinya walaupun otaknya berusaha menolak tapi bagian tubuh yang lainnya justru malah menginginkannya dan bahkan bisa dibilang menikmatinya.


Lama mereka berciuman membelit lidah satu sama lain hingga suara seseorang menghentikan aksi mereka "Tuan. . ." Roxy tidak sanggup lagi melanjutkan ucapannya, baru saja ia akan masuk kedalam mobil namun langsung di suguhi pemandangan yang membuat mata polosnya ternodai bahkan membuat jiwa jomblonya meronta-ronta.


"Ma-maaf tuan, saya tidak melihat apa pun" Ucapnya dengan terbata kemudian akan menutup kembali pintu mobil namun terhenti saat Gino menatapnya dengan tatapan tajam layaknya pisau tajam siap mengunus kedalam jantungnya "Mati aku" Namun kata itu hanya mampu ia ucapkan dalam hati.


"Masuklah, kita pergi sekarang!"


"Baik tuan" Roxy masuk kemobil sambil mengelus dadanya "Untunglah tuan tidak marah kalau tidak bisa habis aku" Ucapnya kemudian, namun hanya dalam hati.


*


*


*


*

__ADS_1


Mobil melaju meninggalkan area kampus, tidak ada pembicaraan diantara mereka sesekali Gino melirik kearah Delia yang sedang menatap kesamping. Gadis itu memilih menatap keluar melalui jendela mobil, untuk saat ini ia tidak berani jika harus bertatapan dengan pria disampingnya. Kejadian beberapa menit lalu benar-benar membuatnya malu ia bahkan merutuki kebodohannya sendiri kenapa ia harus membalas ciuman suami terpaksanya ? Bukankah ia bisa menolak tapi kenapa tidak ia lakukan ? Dan apa-apaan ini kenapa justru ia malah menikmatinya, ada apa dengan dirinya? Berbagai pertanyaan terus berputar-putar dalam benaknya seolah sedang meminta penjelasan atas dirinya sendiri. Lama Delia berpikir hingga tiba-tiba suara alarm dari dalam perutnya berbunyi pertanda minta di isi.


Gino menoleh kearah Gadis disampingnya begiatu pendengarannya menangkap bunyi sesuatu yang berasal dari perut gadis itu "Apa kau lapar?" Tanya Gino berusaha memecah keheningan antara mereka.


Delia hanya mengangguk sebagai jawaban, untuk saat ini ia belum berani mengatakan apa pun karna rasa canggung masih menguasai perasaannya.


"Roxy, berhebtilah di restoran terdekat!"


"Baik tuan"


Setelah menempuh perjalanan selama beberapa menit akhirnya mereka melewati sebuah restoran cepat saji, Roxy memarkirkan kendaraannya. Gino dan Delia turun dari mobil sementara Roxy, pria itu lebih memilih menunggu didalam mobil.


Gino melirik kearah Delia, sementara yang dilirik masih fokus melihat-lihat menu yang ada "Aku mau Beef steak dan minumnya lemon tea saja" Jawab Delia kemudian.


"Kalau anda Tuan?"


"Samakan saja!"


"Baiklah, tuan dan nona mohon untuk menunggu sebentar!" Kemudian pelayan itu belalu meninggalkan pasangan yang terlihat tidak ada bahagia-bahagianya itu.

__ADS_1


"Kenapa kau hanya memesan satu menu?" Gino berusaha memulai pembicaraan karna aneh rasanya duduk berdua namun tidak ada sepatah katapun yang terucap dari keduanya, ya walaupun pertanyaan itu terdengar tidak penting namun setidaknya ia berusaha untuk memulai.


"Aku tidak makan banyak" Delia menjawab dengan wajah datar.


"Pantas saja"


Delia mengerutkan keningnya bingung dengan jawaban yang diberikan pria di hadapannya "Maksudmu?"


Gino menynggingkan satu sudut bibirnya saat melihat kebingungan diwajah istrinya "Kau lihat saja tubuhmu?"


Dengan perasaan bingung Delia menuruti ucapan pria itu, ia menelisik seluruh bagian tubuhnya dan tidak ada yang aneh menututnya "Memang kenapa dengan tubuhku, bahkan tidak ada yang aneh"


Gino tesenyum melihat tingkah istri kecilnya yang sedang kebibgungan dan itu sangat terlihat lucu dimatanya "Apa kau tidak menyadri jika tubuhmu itu kurus, sepertinya kau kurang makan?"


"Whatt ??" Delia membulatkan matanya penuh ia merasa kesal dengan ucapan pria itu "Coba kau ulangi lagi!"


"Tubuhmu kurus Delia" Jawab Gino dengan menekan kata kurus.


"Kau. . ." Delia yang kesal melempar kotak tisu yang ada dimeja kearah Gino hadapannya namun dengan sigap pria itu menangkapnya, kini pria itu tertawa cukup lepas entah mengapa ia merasa terhibur setelah melihat kekesalan diwajah istrinya dan untuk pertama kalinya Delia melihat tawa di bibir suaminya. Sejenak ia menatap wajah yang sedang tertawa seoerti itu "Kenpa dia semakin tampan saja, apa lagi jika sedang tertawa seperti ini" Gumam Delia namun hanya dalam hati dan tanpa ia sadari seulas senyuman terbit dibibirnya.

__ADS_1


__ADS_2