
"Sayang, kenapa belum tidur?" Gino menghampiri sang istri yang kini tengah bersandar pada headboard.
"Aku belum mengantuk"
"Apa kau menginginkan sesuatu?"
Delia hanya menggelengkan kepalanya karena memang saat ini dia tidak menginginkan apa-apa, namun entah mengapa rasanya sulit sekali untuk memejamkan mata. Bayang-bayang film
yang ia tonton beberapa saat lalu terus menerus berputar-putar dalam otaknya, hingga akibatnya muncul kegelisahan dalam dirinya.
"Ada apa?" Gino menyadari gelagat istrinya yang terlihat tidak seperti biasanya.
Namun bukannya menjawab, Delia malah terisak hingga membuat Gino bingung dibuatnya "Hey, kenapa menangis?"
__ADS_1
"Aku takut, aku takut kamu selingkuh seperti tokoh pria difilm ini" Delia menunjukan sebuah film yang baru saja ia tonton dilayar ponselnya pada Gino.
Hanpir saja Gino tertawa jika saja tidak ingat saat ini keadaan mood istrinya sedang tidak baik "Sayang, kenapa kau punya pemikiran seperti itu? Tidak ada alasan bagiku untuk berpaling pada wanita lain"
"Benarkah?" Delia menatap Gino ragu "Aku sedang hamil sama seperti tokoh wanita dalam film itu, dan mungkin itu salah satu alasannya"
Gino menghela nafas panjang sebelum akhirnya ia memberi penjelasan pada Delia "Sebenarnya bukan itu alasnnya, alasan utama ya memang karena watak dan sifat dari laki-laki itu sendiri. Karena laki-laki yang baik tidak akan pernah berpaling dari wanitanya walau dalam keadaan apapun" Selembut itu Gino memberi pengertian pada Delia agar Delia tidak lagi berpikir yang tidak-tidak.
"Aku percaya padamu tapi tidak pada mereka" Sungut Delia dengan nada kesalnya.
"Mereka?" Gino menautkan kedua alisnya, bingung dengan ucapan sang istri.
"Ya mereka, wanita-wanita seperti Elena dan Shera" Ucapnya dengan penuh emosi, etah mengapa mengingat kedua nama itu darahnya terasa mendidih padahal dulu dirinya bisa mengendalikan diri walaupun kedua wanita itu pernah berbuat jahat terhadapnya.
__ADS_1
Gino menghembuskan nafas beratnya, nyatanya tak semudah itu memberi pengertian pada wanita yang sedang mengalami kecurigaan akut..
"Sayang, dengar! Aku hanya mencintaimu, hanya kamu dan cuma kamu. Tak peduli walaupun ada ribuan atau bahkan jutaan wanita yang berusaha mengodaku, aku tidak akan pernah berpaling darimu. Stop berpikir yang tidak-tidak cukup satu, percayalah padaku!"
Delia masih diam dengan segala kekahawatirannya, entahlah akhir-akhir ini Delia lebih sering over thinking.
"Sayang..." Gemas karna Delia tak memberinya respon apa-apa, Gino pun menarik Delia kedalam pelukannya "Sudah, jangan terlalu dipikirkan! Sudah malam sebaiknya kita tidur, atau kau mau kita olah raga dulu sebelum tidur?"
"Iiiihhhh, Gino mesum!" Delia langsung melepaskan diri dari pelukan Gino, segera merebahkan diri dengan posisi membelakangi Gino karena mungkin saja saat ini wajahnya berubah bersemu merah, dan malu sekali rasanya jika Gino melihatnya.
Gino terkekeh, ikut merebahkan tubuhnya disamping Delia dan memeluknya dari belakang "Mesum sama istri sendiri tidak apa-apakan?" Gino menduselkan wajahnya diceruk leher Delia, dan demi apapun hal itu membuat Delia benar-benar merinding apalagi saat hembusan nafas Gino menyapu kulitnya hanya dengan sentuhan seperti ini saja sudah mampu membuat dirinya seperti melayang.
Maaf baru up, akhir² ini begitu banyak kesibukan didunia nyata yang lumayan menyita waktu dan pikiran. Akan saya usahaka menulis cerita ini sampai selesai dan mohon doa dan dukunngannya untuk karyaku..... Terimakasih
__ADS_1