
Perbincangan antara dad Tonny, mom Hera dan papa Joy berlangsung hangat. Sebelumnya dad Tonny dan papa Joy memang sudah saling mengenal sebagai sesama pengusaha mereka kerap kali bertemu dalam sebuah acara, namun sebagai besan ini adalah pertemuan pertama bagi mereka. Obrolan merekapun terhenti saat ketika seseorang datang menggahmpiri mereka.
"Tuan besar" Roxy membungkuk tanda hormat "Saya sudah menyelidikinya, dan dari rekaman CCTV yang ada disana sepertinya pelaku sengaja ingin nenabrak nona Delia"
Sebelum tiba di Indonesia dad Tonny sudah menugaskan Roxy untuk mencari tau tentang kecelakaan yang dialami putranya, dan ternyata dugaannya benar. Ini bukanlah sebuah kecelakaan melainkan sengaja dilakukan oleh seseorang.
Roxy menyerahkan rekaman CCTV yang sudah ia salin kedalam ponsel miliknya, seketika kilat amarah terpancar jelas diwajah dad Tonny ketika melihat rekaman CCTV tersebut. Karena penasaran mom Hera pun mengambil alih ponsel tersebut dari tangan suaminya, seketika matanya langsung mengeluarkan cairan bening.
"Siapa yang tega melakukan ini?" Lirihnya dengan suara mulai gemetar.
__ADS_1
"Apa kau sudah menyelidiki siapa melilik kendaraan tersebut?" Ucap dad Tonny dengan tatapan mengunus dan sialnya Roxy sampai merasa merinding.
"Sudah tuan" Roxy menjeda ucapannya dengan ragu-ragu ia melanjutkannya "Pelakunya nona Elena"
"Siapa Elena?" Papa Joy yang semula hanya diam akhirnya mengeluarkan suara saat mendengar sebuah nama yang disebutkan Roxy. Terlihat dari ekspresi mereka ia yakin nama tersebut ada hubungannya dengan keluarga Abraham.
"Jadi karna itu dia sengaja ingin melenyapkan putriku?" Terdengar suara papa Joy yang penuh dengan kekecewaan. "Tapi aku sangat berterima kasih pada putra kalian, dia telah menjaga putriku dengan baik hingga dia rela terluka demi menyelamatkan putriku. Sekarang aku yakin putra kalian bisa melindungi putriku dan aku berharap dia bisa mencintai dan menyayangi putriku melebihi diriku"
Ada perasaan lega menjalar dihati dad Tonny dan mom hera saat mendengar kata yang terucap dari papa Joy, mom Hera sudah berpikir jika besannya akan marah saat mengetahui fakta tentang Elena.
__ADS_1
"Tidak hanya putraku, kamipun akan menjaga dan menyayangi putrimu seperti anak kami sendiri" Dad Tonny penepuk pundak besannya.
Papa Joy mengulas senym tipisnya "Tentu saja, jika salah satu dari kalian ada yang berani menyakitinya maka aku akan mengambilnya kembali"
"Ehem" Roxy mengeluarkan deheman karena sejak tadi ia hanya jadi pendengar yang baik tanpa berani menyela ucapan sang majikan dengan besannya "Jadi apa yang saya harus saya lakukan selanjutnya?" Bukan tanpa alasan Roxy menanyakan hal tersebut, mengingat Elena adalah orang yang sangat dekat dengan keluarga Abraham jadi ia tidak berani melakukan sesuatu sebelum mendapat perintah dari tuannya.
"Jebloskan dia kedalam penjara, dia harus mendapatkan hukuman atas berbuatan yang sudah dia lakukan. Dan pastikan tidak ada jaminan untuknya!"
"Baik tuan" Roxy membungkuk hormat kemudain berlalu meninggalkan ruamh sakit tanpa menjenguk bos sekligus sahabatnya karna ia harus secepatnya ke kantor polisi untuk mengurus laporan terkait kecelakaan yang menimpa Gino dengan Elena sebagai pelakunya.
__ADS_1