DELIA ( Terpaksa Menikah )

DELIA ( Terpaksa Menikah )
BAB 17


__ADS_3

"Tentu saja aku akan meminta putra kita untuk segera menikahinya, bukakah kau tau aku ingin sekali melihat putra kita menikah?"


"Lalu bagaimana dengan Elena, apa yang akan kau katakan padanya? Dia pasti tidak akan terima jika putra kita sampai menikahi gadis lain"


Mom Hera terdiam sejenak tak langsung menjawab pertanyaan suaminya, kemudian ia tersadar jika yang dikatakan Dad Tonny memang benar "Entahlah. Untuk saat ini aku belum memikirkannya, kita lihat saja nanti"


Dad Tonny menghela nafas panjang, ia dapat melihat dengan jelas ada kecemasan di wajah sang istri tercintanya "Sudahlah, tidak usah kau fikirkan!" Ucapnya dengan mengelus lembut bahu sang istri.


"Ini semua salahku, andai saja aku tidak meminta Elena untuk mendekati putra kita mungkin hal ini tidak akan pernah terjadi. Saat itu aku berpikir mungkin dengan adanya Elena bisa mengobati luka dihati puta kita karna kepergian Alina tapi ternyata aku salah" Dan bayang-bayang masa lalupun muncul kembali di ingatan mom Hera, ia menitikan air matanya kala mengingat masa dimana Gino mengalami kejadian pahit dalam hidupnya.


Flashback On


Saat itu mom Hera menerima panggilan dari pihak rumah sakit, tubuhnya terasa lemas kala menerima kabar tentang kecelakaan putra semata wayangnya. Tubuhnya hampir ambruk untung saja saat itu ada Dad Tonny yang menahannya " Sayang ada apa, siapa barusan yang menelpnmu?"


Tidak ada sahutan dari Mom Hera, hanya tangisnya yang semakin terdengar pecah. Dengan perasaan khawatir Dad Tonny menagkup wajah sang istri "Kenapa kau menangis, katakan ada apa?"

__ADS_1


"Putra kita" Lirinya dengan air mata yang terus mengalir dari kedua kelopak matanya.


" Ada apa dengan putra kita?"


"Gino kecelakaan, dan sekarang dia ada diruamah sakit"


Tanpa mengucapkan sesuatu mereka segera menuju rumah sakit tempat dimana Gino sedang dirawat.


*


*


"Sayang tenangkan dirimu" Dad Tonny berusaha menenagkan istrinya.


"Bagaimana aku bisa tenang, sudah hampir dua jam tapi doker belum juga keluar. Aku takut terjadi sesuatu dengan putra kita"

__ADS_1


Dad Tonny berdiri dari duduknya kemudian menarik sang istri kedalam pelukannya "Tenanglah, tidak akan terjadi sesuatu dengan putra kita" Jujur saja ia pun merasa takut tentang keadaan putranya namun sebiasa mungikin ia berusaha terlihat tenaang agar bisa memberi ketenangan untuk sang istri.


Tak lama kemudian dokter datang, dengan cepat mom Hera dan Dad Tonny menghampiri pria berjas putih tersebut "Dokter, bagaimana dengan keadaan putra kami"


"Untuk saat ini pasien belum sadar, beruntung pasien tidak mengalami luka serius hanya ada beberapa luka dibeberapa bagian tubuhnya. Dan kami mohon maaf. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin namun tuhan berkehendak lain, benturan dikepalanya cukup keras hingga kami tidak bisa menyelamatkan gadis yang bersama putra anda"


Seketika tubuh Mom Hera terasa lemas, ia sudah bisa menebak siapa gadis yang dimaksud dokter tersebut "Apa kami boleh melihat keadaan mereka"


"Silahkan!"


Mom Hera dan Dad Tonny melangkahkan kakinya menuju ruang IGD tempat putranya mendapatkan pertolongan, bersamaan dengan itu perawat keluar dengan brankar yang ia yakini diatasnya tengah terbaring jenazah seorang gadis yang mengalami kecelakaan bersama putranya.


Dengan berderai air mata mom hera menatap brankar disampingnya "Tunggu sebentar, aku ingin melihatnya"


Seketika perawat itu mengentikan langkahnya, perlahan Mom Hera mulai membuka kain yang menutupi tubuh gadis tersebut dan seketika ia menangis dengan histeris "Alina". Dipeluknya tubuh gadis yang sangat ia sayangi, Alina seorang gadis berusia 18 tahun ia adalah kekasih sekligus cinta pertama seorang Gino Abraham. Sudah satu tahun lamanya mereka menjalin hubungan, Sikap Alina yang begitu tenang dan sopan membuatnya mudah diterima dikeluarga Abraham bahkan Dad Tonny dan Mom Hera begitu menyayanginya.

__ADS_1


__ADS_2