
"Kaka" Lirih Delia dengan suara tertahan, Delia benar-benar tidak menyangka jika remaja tersebut adalah Gino.
"Sekarang aku sudah menepati janjiku, kita menikah seperti boneka barbie milikmu"
"Tapi saat itu aku tidak mengerti apapun, aku hanya ingin menghiburmu saja"
"Aku tau itu, tapi saat itu kau sudah mampu mengalihkan duniaku" Gino menangkup kedua pipi Delia "Dan saat takdir kembali dipertemukan kita, disaat itu pula aku semakin yakin jika kau adalah gadis yang tuhan pilihkan untukku. Untuk itu apapun yang terjadi nanti berjanjilah kau tidak akan meninggalkan aku!" Gino menyatukan keningnya dengan sang istri.
Delia menatap Gino dengan penuh haru, rasanya ia adalah wanita paling beruntung karna sudah dicintai dengan begitu besarnya "Ya, aku berjanji, tidak akan meninggalkanmu apapun yang terjadi"
Kini jarak antara keduanya hanya tersisa beberapa centimeter saja, bahkan kini Delia dapat merasakan hembusan nafas sang suami. Perlahan namun pasti kini kedua bibir mereka telah menyatu, semakin lama semakin dalam hingga insting krduanya menuntun untuk melakukan sesuatu yang lebih dari sekedar ciuman.
Delia begitu menikmati setiap sentuhan yang Gino berikan, hingga ia tak menyadari sejak kapan piama yang ia pakai terlepas dari tubuhnya.
Gino menghentikan penjelajahannya, sebelem melakukan sesuatu yang lebih ia ingin meminta ijin terlebih dahulu terhadap wanitanya "Apa boleh?" Gino menatap Delia dengan penuh harap.
Dengan malu-malu Delia menganggukan kepala.
Senyum terukir diwajah tampannya, ia merebahkan wanitanya diatas pembaringan. Delia menyembunyikan wajahnya dengan telapak tangan saat sang suami sudah mulai mengkungkungnya.
"Kenapa?" Gino menggeser tangan Delia dari wajah cantiknya.
__ADS_1
"A-aku malu" Sahut Delia dengan terbata.
"Tenang dan nikmati" Gino berbisik diteling Delia, yang mana membuat seluruh tubuhnya merasa merinding, dengan sangat hati-hati dan penuh kelembutan Gino memulai penyatuannya. Berbeda dengan sebelelumnya kali ini Delia benar-benar menikmati permainan sang suami hingga tanpa sadar suara des@han keluar dari bibirnya.
Suara merdu percintaan menghiasi seisi kamar, dimana sang penghuni sedang berjelajah menuju puncaknya masing-masing. Hingga saat telah sampai pada puncaknya kedua insan yang tengah dimabuk cinta itu mengerang secara bersamaan.
Gino menarik selimut untuk menutupi tubuh polos keduanya, satu kecupan ia hadiahkan di kening wanitanya yang saat ini telah tertidur.
"Maaf sudah membuatmu lelah" ia ikut berbaring disamping sang istri dan memeluknya. Rencana awal yang berniat ingin kekantor akhirnya terlupakan begitu saja, nyatanya dengan posisi keduanya saat ini membuatnya enggan beranjak dari atas tempat tidur.
.
.
.
"Apa dia tidak mendengar ponselnya terus berbunyi atau mungkin sengaja mengaturnya dalam mode senyap? Dia sendiri yang mengatakan akan datang kekantor, nyatanya dia hanya memberiku harapan palsu" Roxy terus menggerutu rasa terhadap Gino benar-benar telah mendarah daging dalam dirinya.
Waktu menunjukan pukul dua belas, Roxy menyandarkan punggungnya pada sebuah kursi. Rasa lelah benar-benar merajai tubuhnya hingga suara ketukan pintu dari luar membuyarkan lamunannya.
"Masuk!"
__ADS_1
Terlihat wanita dengan perut buncit muncul dari balik pintu "Tuan, saya mau menyerahkan surat pengunduran diri saya" Wanita itu meletatan sebuah amplop putih kehadapan Roxy.
"Tapi bukankah kau hanya akan mengajukan cuti melahirkan?"
"Tadi memang seperti itu, tapi ternyata suami saya melarang saya berkerja setelah anak kami lahir nanti agar saya bisa lebih fokus dalam menjaganya"
Roxy menghela nafas dalam sekarang tugasnya bertambah, ia harus direpotkan dalam mencari sekertaris baru untuk Gino "Baiklah, jika tidak ada sesustu lagi yang ingin kau katakan kau boleh keluar"
Wanita itu berlalu dari ruangan Roxy dengan perasaan sedih, sekarang ia harus berhenti dari kantor yang sudah menjadi tempatnya mengais rejeki selama hampir lima tahun ini.
🍁 🍁🍁🍁🍁
**Jempolnya mana mana nih?
Boleh juga dong minta sedikit hatinya ❤
Atau kopi biar aku gak ngantuk saat menulis
Bunga juga boleh, biar hatiku tambah berbunga-bunga pada kalian. 😊
Dan untuk kalian yang sudah mendukung karyaku, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Pokonya love sekebun untuk kalian 😍😘😗**
__ADS_1