DELIA ( Terpaksa Menikah )

DELIA ( Terpaksa Menikah )
Kedatangan Elena


__ADS_3

"Ada apa kau kemari?" Tanya Gino dengan tatapan sinisnya


"Tentu saja karna aku merindukanmu" Jawab wanita itu dengan percaya dirinya


"Sudahlah Elena berhenti menggangguku, aku risih dengan keberadaanmu!"


Elena mengerucutkan bibirnya ia kesal kenapa susah sekali meluluhkan Gino entah terbuat dari apa hati pria itu hingga susah sekali ditaklukan, tapi bukannya pergi Elena malah semakin mendekati Gino bahkan dengan beraninya ia duduk dipangkuan Gino. Gino hanya diam saat tangan Elena dengan lancangnya menyentuh wajahnya bahkan sampai turun kedadanya memberikan sentuhan lembut berharap Gino akan tergoda oleh sentuhannya, Elena menyunggingkan senyum kemenangannya ia yakin saat ini Gino pasti sedang terlena oleh sentuhannya. Tapi apa yang terjadi, pria itu malah bangkit dari duduknya.


Dan. . . .


Brruukkkk


Elena jatuh dengan kasarnya "Aaww" ia meringis memegangi lututnya yang tercium lantai


"Roxy, bawa wanita ini keluar!" Titahnya pada asisten pribadinya


Roxy hanya mengangguk tanpa memberi jawaban tapi siap melaksanakan perintah


"Ayo nona Elena, saya antar anda keluar!"


Elena mendongak dengan tatapan sinisnya kemudian ia bangun "Tidak usah, saya bisa keluar sendiri"


Elena keluar dengan perasaan kesal bercampur malu, Gino benar-benar sudah membuatnya malu. Ingin sekali rasanya ia mengadukan kejadian ini pada uncle Tonny dan aunty Hera, orang tua Gino.


Gino memijat pelipisnya yang terasa pusing, ia yakin Elena pasti akan mengadukan kejadian ini pada kedua orang tuanya dan seperti biasanya ia harus siap- siap menerima ceramah dari mommynya, bukannya Gino takut hanya saja ia malas berdebat dengan mom Hera itu sebabnya ia lebih memilih tinggal sendiri.


Dan benar saja dugaannya tak berselang lama ponsel miliknya berdering, ia menarik nafas panjang saat melihat nama yang tertera pada ponsenya "Sudah ku duga" Gumamnya pelan kemudian mengangkatnya.


"Ada apa mom?" Gino tetap bertanya meski ia sudah tau maksud mom Hera menghubunginya


" Apa yang kau lakukan pada Elena sampai dia menanggis seperti itu?"


"Seperti biasa"


"Mau sampai kapan kamu memperlakukannya seperti itu?"

__ADS_1


"Sampai dia berhenti menggangguku"


"Dia hanya ingin menunjukan ketertarikannya padamu, kenapa kamu tidak mengerti hah?"


"Tapi aku tidak tertarik dengannya"


"Gino dengarkan mommy, mom ingin kau. . ."


Belum sempat mom Hera menyelesaikan kata-katanya Gino sudah lebih dulu memutus panggilannya sepihak, mom Hera geram dengan tingkah putranya kenapa bisa ia mempunyai putra yang dingin sekali terhadap wanita. Kalau seperti ini bagaimana bisa ia cepat punya menantu, belum tau saja mereka kalau Gino sudah menikah andai kedua orang tua Gino tau apa mereka akan merestuinya?


"Putramu benar-benar keterlaluan aku belum selesai bicara tapi dia sudah menutup telponnya"


Dad Tonny menghentikan aktifitasnya ia meletakan koran diatas meja kemudian mendekati istrinya yang sedang tersulut emosi, dipeluknya tubuh wanita yang sudah hampir tiga puluh lima tahun menemaninya.


"Dia juga putramu sayang"


"Tapi bagaimana bisa kita mempunyai putra sedingin Gino, berbeda sekali denganmu"


"Mungkin ada kesalahan saat kita membuatnya dulu"


"Aku tidak bercanda sayang, atau bagaimana kalau kita membuat putra lagi siapa tau saja kali ini hasilnya tak sedingin Gino"


Mom Hera melotot tak percaya, kenapa suaminya setengil ini.


"No, ingat usia kita sudah tua"


"Kenapa, apa kau meragukan ketangguhanku? bukankah kita?"


Dad Tonny tak lagi melanjutkan ucapannya saat mom Hera memberikan tatapan tajamnya.


"Tidak anaknya tidak Daddynya sama-sama membuatku pusing" Mom Hera berucap sambil berlalu pergi meninggalkan suaminya.


"Sayang kau mau kemana?"


"Diam!" Sentaknya dengan perasaan kesal

__ADS_1


Dad Tonny langsung terdiam, ia bergedik ngeri melihat kemarahan istrinya.


*


*


*


Di tempat lain


Gino menghela nafasnya kasar kejadian hari ini benar-benar membuat moodnya kacau, ia melirik arloji yang melingkar dipergelangan tangannya.


"Sudah jam dua belas lebih, apa dia sudah selesai?" Tanyanya pada diri sendiri, ia harus segera kekampus menjemput Delia ia tidak ingin istri kecilnya terlalu lama menghabiskan waktunya bersama Daniel, karna yang terjadi tentu saja ia cemburu meski tidak ia perlihatkan pada Delia.


"Roxy!" Gino memanggil asiaten pribadinya.


"Ya tuan"


"Siapkan mobil!"


"Baik tuan"


Mereka pergi meninggalkan peruahaan.


"Kita mau kemana tuan?" Tanya Roxy setelah mobil mulai melaju


"Kita kekampus, menjemput istriku"


"Maksud anda nona Delia?"


Gino berdecak kesal, pertanyaan macam apa itu "Ck, tentu saja kau pikir aku mempunyai istri lain selain dia?"


"Tidak tuan" Roxy tersenyum kaku kenapa juga ia bertanya seperti itu


Hanya butuh waktu dua puluh menit mobil sudah sampai ditempat tujuan, Gino tidak keluar ia menunggu Delia didalam mobil. Hampir satu jam lamanya Gino menunggu hingga akhirnya sosok itu muncul juga, senyum yang awalnya mengembang dibibir pria tampan itu hilang seketika ketika ia melihat sosok pria yanga ada disamping istrinya....

__ADS_1


__ADS_2