DELIA ( Terpaksa Menikah )

DELIA ( Terpaksa Menikah )
BAB 45


__ADS_3

"Aku berangakat sekarang!" Gino sudah rapi dengan setelan kerjanya, pagi ini ada rapat penting diperusahaannya yang mengharuskannya untuk datang lebih awal.


"Apa kau tidak ingin sarapan dulu?" Delia mendekat kearah sang suami, membenamkan wajahnya di dada bidangnya demi menghirup aroma yang sudah menjadi candunya.


Seperti biasa Gino akan mengusap kepala sang istri dengan lembut kecupan pun tak lupa ia hadiahkan "Aku buru-buru De, pagi ini ada rapat penting dan aku harus datang lebih awal"


Delia mendongkan kepala untuk bisa menatap wajah tampan prianya "Baiklah, hati-hati" Satu kecupan singkat Delia daratkan dibibir sang suami, seketika wajahnya memerah ini untuk pertama kalinya ia seberani ini.


"Terlalu singkat" Yang mana jawaban Gino semakin menambah rona merah diwajah Delia dan hal itu membuat Gino merasa gemas hingga tak tahan untuk ta melahap bibir wanitanya.


Pagi itu mereka awali dengan ciuman hangat, Gino meraih tengkuk sang istri untuk memperdalam ciumannya. Gigitan kecil ia berikan agar wanitanya memberikan ruang bagi lindahnya untuk bisa menjelah lebih dalam lagi, decapan demi decapan terdengar begitu merdu hingga saat dirasa wanitanya mulai kahabisan nafas Gino pun melepaskan tautan bibirnya.


"Jika kau butuh sesuatu segera hubungi aku!" Gino mengusap bibir sang istri yang basah karna ulahnya dengan menggunakan ibu jarinya.


Delia hanya menyahut dengan anggukan kepala.


.


.


.

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan selama tiga puluh menit kini Gino telah tiba dikantornya, tatapan menghujam Roxy menjadi sambutan pertama yang Gino terima begitu memasuki ruangannya.


"Rapat akan segera dimulai, dan anda hampir terlambat tuan" Roxy melirik arloji yang melingkar ditangannya, waktu menunjukan pukul tujuh lebih lima puluh lima menit sementara rapat akan diadakan pukul delapan.


"Akan segera dimulai artinya belum dimulai" Sanggah Gino. "Dimana Shera?" karna saat melewati meja sekertaris tadi Gino tidak mendapati keberadaan Shera disana.


"Aku disini!" Terdengar suara Shera dari arah pintu, dan benar saja wanita itu sedang berdiri disana dengan map ditangannya. "Rapatnya akan dimulai dan kita harus keruang rapat sekarang!"


Hampir tiga jam lamanya mereka habiskan diruang rapat, Shera sedang merapihkan berkas yang ada meja rapat. Sementara Gino dan Roxy sudah keluar lebih dulu.


"Ada agenda apa lagi hari ini?" Tanya Gino pada asisten pribadinya, saat ini mereka sedang berjalan menuju ruangan Gino.


"Untuk hari ini tidak ada, tapi lusa kau ada pertemuan dengan tuan mark"


"Apa kau merindukanku?" Bisiknya dengan melingkarkan tangannya dipinggang wanita tersebut.


Delia mengulum senyum, ia merubah posisi nengahadap sang suami "Aku bosan sendirian dirumah, jadi aku menyusulmu ke kantor" Delia membenamkan wajahnya didada sang suami demi menghirup aroma maskulin yang mampu menenagkannya, hal yang selalu ingin ia lakukan semenjak kehamilannya "Biarkan seperti ini, aku sangat merindukanmu"


Semenjak kehamilannya sikap Delia berubah manja, dan hal itu menciptakan kebahagiaan tersendiri untuk Gino.


"Tentu saja, lakukan sepuasmu karna aku hanya milikmu" Gino mengerakn pelukannya yang mana membuat Delia merasa sesak.

__ADS_1


"Gino sesak, kau membuatku kesulitan bernafas"


Tersadar, Gino pun melepas rengkuhannya. Ia berjongkok agar posisinya sejajar dengan perut sang istri "Apa kabar anak Daddy?" Usapan lembut Gino berikan diperut rata wanitanya, kepalanya mendongak demi menatap wajah wanitanya "Apa hari ini dia membuatmu kesulitan?"


Delia menjawabnya dengan gelengan kepala, karna hari ini ia tidak merasakan mual seperti hari-hari sebelumnya.


"Anak pintar" Gino terus mengoceh seolah janin yang ada dalam perut Delia sudah bisa di ajak bicara.


"Apa, kau ingin Daddy menjengukmu?" Wajah Delia sudah bersemu merah mendengar ocehan terakhir suaminya.


"Mana ada dia mengatakan itu?" Sanggah Delia berusaha menyembunyikan rona merah dipipinya.


"Apa kau tidak percaya?"


"Ti....." Belum sempat Delia melanjutkan ucapannya, tubuhnya sudah melayang di gendongan sang suami.


"Akan aku buktikan!" Gino membawa Delia ke dalam ruang istirahatnya.


"Gino turunkan aku, ini di kantor"


"Sayangnya aku tidak peduli"

__ADS_1


Tanpa mereka sadari sejak tadi seseorang sedang mengintip mereka dari balik celah pintu yang tidak tertutup rapat, Shera mengepalkan tangan dengan semburat merah diwajahnya.


Hanya aku yang berhak atas Gino, tidak akan aku biarkan wanita itu bahagia bersama Gino, hanya aku yang berhak bahagia dengannya. Gumam Shera dalam batinnya.


__ADS_2