DELIA ( Terpaksa Menikah )

DELIA ( Terpaksa Menikah )
BAB 54


__ADS_3

Seorang wanita cantik dengan perut buncitnya tengah bergelayut manja dilengan sang pria yang kini sudah rapih dengan pakaian kerjanya. Namun seperti pagi-pagi sebelumnya Delia enggan melepas Gino ke kantor, Roxy yang sedang menunggu didalam mobil hanya dapat menghela nafasnya dengan berat, sudah lebih dari satu jam lamanya ia menunggu namun yang ditunggu seolah tidak memperdulikan keberadaannya.


"Tuan anda benar-benar keterlaluan"


Sementara itu didalam sana Gino terus berusaha membujuk wanitanya "Sayang, aku harus berangkat secepatnya ada rapat penting yang tak bisa ku lewatkan"


"Kalau kau pergi aku akan kesepian, bibi pelayan sibuk dengan pekerjaannya dan mommy masih berada di Jerman" Biasanya mom Hera yang menemani Delia namun kini mertuanya berada diluar negeri menemani sang suami yang sedang mengurus bisnisnya disana.


"Kau bisa meminta sahabatmu datang kesini untuk menemanimu"


Sejak beberapa bulan ini komunikasi antara Delia dan Netta kembali seperti semula, tidak ada alasan lagi bagi Delia untuk menutupi semuanaya dari sahabatnya bahkan saat ini Delia ingin seluruh dunia tau jika dirinya telah menjadi seorang istri dari pria bernama Gino abraham.


"Benarkah?" Mata Delia berbinar, tentu saja ia sangat bahagia mendengarnya.


"Tentu saja"


"Aaaaaa terima kasih sayang" Kecupan bertubi-tubi Delia hadiahkan untuk sang suami "Ya sudah sana kau berangkat, ini sudah siang nanti kau bisa terlambat" Ucapnya tanpa rasa berdosa, tidak sadarkah Delia jika dirinyalah penyebab keterlambatanan sang suami.


"Baiklah, aku berangkat" Gino mengecup singkat bibir sang istri lalu beralih mengelus perut buncitnya "Hai son, daddy berangkat kerja dulu!"


Dengan langkah tegapnya Gino berjalan menghampiri Roxy yang sedari tadi sudah menunggunya.


"Apa bayi besarmu tidak mau ditinggal lagi?" Ucap Roxy dengan senyuman mengejeknya namun sama sekali tidak membuat Gino kesal, pria itu justru tersenyum lebar saat membayangkan Delia yang setiap pagi selalu merengek memintanya tetap berada dirumah. Roxy yang melihat Gino tersenyum sendiri merasa kesal "Dasar bucin"


"Kau tidak tau saja nikmatnya memiliki seorang istri, jadi menikahlah maka kau akan merasakannya!"


"No, itu hanya akan membuatku repot" Dari dulu Roxy memang selalu menganggap wanita itu makhluk yang merepotkan, itulah sebabnya diusianya yang sudah mencapai 32 tahun ia sama sekali belum pernah sekalipun menjalin hubungan. Ada beberapa gadis yang terang-terangan mengutarakan cintanya namun selalu ditolaknya mentah-mentah, dan jika ditanya Roxy pria normal atau tidak jawabannya tentu saja normal hanya saja baginya sampai saat ini belum ada satu wanitapun yang mampu menggoyahkan hatinya.

__ADS_1


.


.


.


"Woww rumahnya lebih besar dari rumah papamu" Netta menatap kagum pada rumah yang kini ditempati sahabatnya Delia, ini adalah pertama kalinya Netta berkunjung ke ruamah sahabatnya dan dia benar-benar dibuat takjub.


Melihat antusias Netta terhadap rumahnya Deliapun tersenyum "Ayo kita ke taman belakang, disana suasananya sangat nyaman" Delia menarik tangan Netta dan Netta hanya bisa pasrah mengikuti kemana Delia membawanya.


Kini mereka tengah duduk dibangku taman, suasana disana sangat sejuk karna terdapat beberapa pohon dan tentunya beraneka macam tanaman bunga tumbuh dengan indah, disana juga terdapat kolam ikan. Tatapan Netta sejak tadi terus tertuju pada Delia yang kini tengah tersenyum sambil sesekali mengelus perut buncitnya, Netta merasa bahagia karna kini sahabatnya sudah hidup bahagia bersama suaminya.


"Gak nyangka ya sebentar lagi kau akan jadi seorang ibu" Netta mengulurkan tangannya menyentuh perut Delia.


"Ya, rasanya seperti mimpi. Aku sudah tidak sabar ingin segera melihatnya apa lagi Gino, dia lebih antusias dibanding aku"


Melihat Netta yang mulai berkaca-kaca, Deliapun segera merangkul sang sahabat kedalam pelukannya "Jangan sedih, kau tidak sendirian ada aku sahabatmu yang selalu menyanyangimu"


Netta terisak dipelukan Delia, sekuat apapun ia berusaha tegar namun nyatanya ia selalu dirapuhkan oleh takdir. Lama Netta menagis dipelukan Delia hingga dirasa sudah mulai tenang Netta melepaskan pelukannya "Maaf aku jadi cengeng seperti ini" Netta menyeka airmata yang sedari tadi membanjiri kedua pipinya.


"Sudah berhenti nangisnya, lihat kau terlihat jelek jika sedang menangis seperti ini" Canda Delia berusaha menghibur hati sahabatnya.


Netta kembali menghambur kepelukan sahabatnya, setidaknya ia merasa beruntung memiliki sahabat sebaik Delia. Ia ingat pertama kali bertemu Delia, saat itu ia baru diterima masuk sekolah elit ternama di kota ini dengan program beasiswa, tidak ada satupun yang mau berteman denagnnya hanya karna stsus sosial karna mereka yang sekolah disana rata-rata anak pengusaha dan bejabat tinggi. Hingga kemudian datang seorang murid baru yang baru pindah dari kota A yang mau berteman dengannya, murid baru itu tak lain adalah Delia, dan sejak saat itu mereka bersahabat sampai saat ini.


Hari sudah mulai sore, Netta masih setia menemani Delia hingga tak lama kemudian Gino datang dengan Roxy yang setia mengekor dibelakangnya.


"Sayang" Gino berjalan kearah sang istri yang tengah duduk disofa sambil makan camilan, mendengar suara sang suami memanggilnya Delia segera bagkit dari duduknya dan langsung menghambur kedalam pelukannya.

__ADS_1


"Kenapa lama sekali?" Rengek Delia dengan manjanya, Gino sampai terkekeh bahkan ini baru jam empat dan biasanya Gino pulang jam lima malah bisa hampir petang "Aku merindukanmu"


"Aku juga, makanya aku pulang lebih awal" Dengan santainya Gino mengecup bibir sang istri seolah di sana tidak ada makhluk lain selain mereka.


"Jangan dilihat!" Roxy menutup mata Netta dengan menggunakan telapak tangannya, tentu saja hal itu membuat Netta terkejut.


"Lepas!" Netta menghempaskan tangan Roxy dari wajahnya.


"Hai, jangan galak nona!"


Merasa tidak terima disebut galak Netta pun memberi pelototan pada Roxy hingga keduanya terlibat adu mulut, yang mana pertikaian keduanya menghentikan keromantisan antara sepasang suami istri yang ada disana.


"Kalian kenapa bertengkar?" Delia menatap sahabat dan asisten suaminya secara bergantian.


"Dia yang mulai" Roxy dan Netta menjawab secara bersamaan dengan tangannya yang saling menunjuk dan saling melemparkan tatapan tajamnya.


"Wah sayang, mereka kompak sekali" Delia bersorak ria sambil menepuk pelan bahu sang suami "Lihat, mereka terlihat sangat menggemaskan bukan?"


"Hmm" Gino hanya menjawab dengan deheman, ia merasa kesal pada kedua orang tersebut karna sudah merusak keromantisannya dengan sang istri.


🌺🌺🌺🌺


**Bersambung.....


Jangan lupa like vote and kasih hadiah kalian.


Terima kasih πŸ˜˜πŸ˜—πŸ˜™πŸ˜š**

__ADS_1


__ADS_2