DELIA ( Terpaksa Menikah )

DELIA ( Terpaksa Menikah )
BAB 16


__ADS_3

Parlahan Gino mulai membuka kedua matanya, pemandangan pertama kali yang saag ini ia lihat adalah Delia yang masih tertidur dengan lelap dipelukannyaa. Entah siapa pelakunya yang menyebabkan guling pembatas antara mereka berada diatas lantai hingga tidak adanya penghalang antara mereka berdua.


"Cantik" Gino bergumam dengan sangat pelan, ia semakin mempererat pelukannya. Seulas senyum terbit diwajah tampannya, berada dalam posisi seperti ini membuatnya enggan beranjak sedikitpun dari atas tempat tidur hingga akhirnya ia kembali menutup kedua matanya.


Delia mulai membuka matanya ketika ia merasakan sesuatu yang berat berda diatas perut ratanya, seketika matanya membulat sempurna rasa kantuk yang mendera seolah lenyap begitu saja ketika ia melihat dengan jelas pria yang berstatus suaminya tengah memeluknya dengan sangat erat. Tidak ada jarak antara mereka berdua bahkan saat ini hidung mereka saling bersentuhan hingga dapat ia rasakan hembusan nafas pria itu, dengan panik Delia menyibakan selimut yang berada diatas tubuhnya ia bernafas lega saat melihat pakaian yang semalam ia kekakan masih melekat utuh ditubuhnya dan itu artinya semalam tidak terjadi sesuatu antara mereka berdua.


Gino menggeliat ketika ia merasakan ada pergerakan disampingnya, perlahan ia mulai membuka mataya walau tadi sempat terbangun tapi rasa nyaman menbuatnya kembali masuk kealam mimpi "Pagi" Sapanya tanpa melepaskan pelukannya.


Bukannya menjawab Delia malah mendengus kesal, dengan gerakan kasar ia menykngkirkan tangan Gino yang masih betah berada diatas tubuhnya "Kenapa memelukku? Bukankah sudah ku katakan agar tidak melewati batas"


"Batas yang mana? Bahkan disini tidak ada batas antara kita" Pria itu menjawab dengan santainya, tanpa memperdulikan wajah istrinya yang terlihat kesal"


"Mana mungkin tidak ada, semalam aku

__ADS_1


sudah menaruh guling ditengah sebagai pambatasnya"


"Tapi buktinya kau bisa lihat sendiri, guling yang kau maksud sama sekali tidak ada diatas tempat tidur"


Dan benar saja apa yang dikatakan oleh Gino memang tidak adanya guling tersebut diatas tempat tidur, Delia mengedarkan matanya mencari sebuah benda yang menjadi perdebatan antara mereka berdua hingga matanya menangkap benda yang dicari tergeletak dilatai "Kenapa bisa ada dibawah?"


"Mungkin kau yang melemparnya saat sedang tertidur" Jawab Gino dengan mengikuti kemana arah mata sang istri.


Delia berdecak mendengan jawaban tidak masuk akal yang diberikan suami menyebalkannya "Mana mungkin seperti itu?"


"Mungkin saja, bisa jadi kau lebih membutuhkan tubuhku dari pada guling itu hingga kau melemparnya" Dengan senyum menyebalkannya Gino beranjak dari atas tempat tidur menuju kamar mandi meninggalkan Delia yang sedang mengumpatnya.


Dikediaman keluarga Abraham

__ADS_1


Mom Hera berjalan menghampiri sang suami yang sedang berada di gazebo samping rumahnya, ia duduk disamping Dad Tonny yang tengan fokus membaca majalah bisnis ditangannya.


"Sayang apa kau tidak penasaran tentang bagaimana putra kita diluar sana" Ucap Mom Hera mengalihkan tatapan suaminya.


"Maksudmu?" Dad Tonny mengerutkan dahinya bingung kenapa istrinya tiba-tiba bertanya seperti itu.


"Begini, kemarin Elena datang kemari dengan menangis... " Kemudian mom Hera menceritakan kejadian diama Elena melihat Gino bersama seorang gadis.


"Bukankah itu bagus, jadi kau tidak perlu lagi memaksanya"


Helaan nafas terdengar jelas dari wanita yang masih cantik meski diusianya yang sudah tidak lagi muda itu "Itulah masalahnya, aku ingin tau kebenaran dari cerita ini. Bisa jadi putra kita yang kaku itu hanya pura-pura agar Elena menjauh darinya"


"Jadi kau ingin aku menyelidikinya?" Tanpa "diberitahu pun Dad Tonny sudah paham apa yang menjadi keinginan istrinya.

__ADS_1


Mom Hera tersenyum menampilkan deretan gigi putihnya, suaminya memang selalu mmengerti setiap apa yang menjadi keinginannya "Kau memang selau paham tentang apa yang menjadi keinginanku"


"Tentu saja, dan apa yang akan kau lakukan jika semua yang dikatakan Elena memang benar?"


__ADS_2