
"Tenangkan dirimu sayang!" Dad Tonny memeluk tubuh wanitannya, tidak dapat dipungkiri ia pun merasakan hal yang sama dengan sang istri. Namun apalah daya manusia tidak akan pernah bisa menolak takdir dari yang maha kuasa.
*
*
*
Saat ini mereka sudah berada diruang perawatan menemani sang putra yang masih terbaring lemah tak sadarkan diri, usai menghadiri pemakaman Alina mereka langsung kembali menuju rumah sakit. Mom Hera tak henti-hentinya menitikan air mata, entah apa yang akan terjadi nanti disaat putranya terbangun dan mengetahui kabar meninggalnya Alina kekasih yang sangat Gino cintai.
Hingga beberapa jam kemudian Gino mulai tersadar dari pingsannya, dengan cepat Mom Hera mendekat kearah putranya sementara Dad Tonny memanggil seorang dokter untuk segera memeriksa keadaan putranya.
"Syukurlah kau sudah sadar" Digenggamnya jemari jang putra dengan air mata yang terus mengalir dari kedua pulpuk matanya.
"Alina" Gino berusaha bangkit dengan sisa-sisa tenanganya, walau pada akhirnya ia tak mampu melakukannya.
"Sayang. Jangan babyak gerak dulu, kau baru saja sadar"
__ADS_1
"Aku ingin bertemu Alina mom, bagaimana keadaannya, apa dia baik-baik saja?"
Tak kuasa menjawab pertanyaan sang putra, Mom hera akhirnya menangis "Kuatkan dirimu sayang"
"Apa maksud mommy, katakan bagimana keadaan Alina?" Walau Gino sudah menduga-duga namun ia menepis hal buruk yang terjadi pada kekasihnya.
Digenggamnya jemari sang putra dengan erat, mencoba memberikan kekuatan untuk putranya "Sayang, Alina mengalami benturan keras dikepalanya hingga terjadi luka yang sangat serius dan..." Mom Hera menglela nafas sejenak sebelum melanjutkan ucapannya "Dokter tidak bisa menyelelamatkan nyawanya"
Bagai dihimpit batu yang besar, Gino merasakan sesak didadanya "Tidak, ini tidak mungkin. Alinaku pasti baik-baik saja, Alinaku dia tidak mungkin pergi meninggalkanku" Dengan tenaga lemahnya Gino berusaha bangkit ia mencoba melepaskan selang infus yang terpasang dilengannya, untung saja Dad Tonny datang dengan seorang dokter bersamanya.
"Ini semua salahku, andai aku tidak membawanya pergi dengan mengendarai motor mungkin hal ini tidak akan terjadi" Bukannya tenang Gino malah semakin berontak, ia menyesali kejadian yang telah merenggut nyawa Alina.
Melihat Gino yang tidak bisa mengendalikan diri akhirnhnya dokterpun memberikan suntikan penenang.
"Alina... Ma'afkan aku" Gumamnya di sela-sela kesadarannya yang masih tersisa, kemudian ia lun kembali tak sadarkan diri.
*
__ADS_1
*
*
Satu bulan sudah sejak kepergian Alina, selama itu pula Gino selalu menutup diri dari orang-orang sekitarnya termasuk Mommy dan Daddynya. Rasa bersalah dan kehilangan yang teramat dalam membuatnya seolah enggan untuk melanjutkan hidup, jangan tertawa dan tersenymum bahkan untuk sekedar diajak bicara pun sulit.
Menangis, itulah yang dilakukan mom Hera saat melihat keadaan putranya. Tidak ada yang bisa ia lakukan untuk mengobati luka yang dirasakan putra tercintanya.
Hingga suatu hari mereka memilih pindah ketempat yang baru. Jerman, negara itulah yang mereka pilih untuk memulai segalanya berharap ditempat baru ini perlaham Gino bisa memulai kembali kehidupannya dan melanjutkan pendidikannya disana dan ditempat itu pula mom Hera bertemu dengan Elena yang tidak lain adalah saudara kembar Alina, tidak banyak yang tau jika Alina mempunyai saudara kembar karna mereka tinggal terpisah semenjak kedua orang tua mereka memutuskan untuk bercerai dan sepakat membawa masing-masing satu putri. Alina tinggal bersama mommynya sedangkan Elena ikut bersama sang Daddy kenegara asalnya.
Kemiripan itulah yang menjadi alasan mom Hera berusaha menjodohkan Elena dengan Gino, ia yakin dengan kehadiran Elena perlahan bisa mengobati duka yang dirasakan putranya akibat kehilangan Alina. Namun ternyata ia salah, hingga saat ini Gino tidak bisa membuka hatinya untuk Elena meskipun dengan kemiripan yang Elena miliki namun tetap saja tak mampu meluluhkan hatinya.
Flash back of
Dad Tonny merangkul pundak sang istri, menatap dengan lekat wajah wanita yang sangat ia cintai "Behentilah menyalahkan diri sendiri, semua sudah terjadi tidak ada yang bisa kita lakukan selain memeperbaiki keadaan. Dan.... Lebih baik sekarang kita kekamar" Ucapnya dengan mengerlingkan sebelah matanya.
"isshh kau itu, sudah tua masih saja mesum"
__ADS_1