DELIA ( Terpaksa Menikah )

DELIA ( Terpaksa Menikah )
Aku Akan Menghukum mu


__ADS_3

Bruuuukkkkk. . . .


"Aawwww" Pekik Delia sambil meringis memegangi bagian belakang tubuhnya "Kenapa kau menjatuhkanku?"


"Bukankah tadi kau memintaku melepaskanku?" Jawab Gino tanpa rasa bersalah sedikitpun.


Delia yang kesal langsung berdiri tanpa meminta bantuan suaminya, sementara Gino pria itu berjalan keluar kamar mandi dengan wajah tanpa dosanya ia menarik kedua sudut bibirnya.


Sementara Delia, gadis itu terus mengumpat dengan kesal "Dasar pria tua, pemaksa satu lagi tak punya hati. Ya tuhan dosa apa aku ini sampai harus mempunyai suami sepertinya?"


*


*


*


Gino sudah rapih dengan setelan kerjanya saat Delia baru keluar dari kamar mandi, Delia duduk didepan meja rias memoleskan make-up tipis diwajahnya. Setelah selesai ia mengambil tas yang ada diatas laci kemudian berjalan begitu saja tampa menghiraukan Gino yang sedang merapikan dasinya.


Ketika Delia akan membukakan pintu kamar tiba-tiba saja Gino menahan pergelangan tangannya, Delia membalikkan tubuhnya dengan berdecak kesal ini sudah hampir jam delapan dan mungkin dia akan terlambat mengikuti kelas hari ini.


"Ck. . . Lepaskan, aku sudah hampir terlambat!"


" Memangnya kau mau kemana?" Tanya Gino tanpa melepaskan tangan Delia

__ADS_1


"Tentu saja kekampus, kau pikir aku tidak punya kegiatan?"


"Kalau begitu aku akan mengantarmu!"


"Tidak usah tuan, aku bisa pergi sendri"


"Baiklah jika kau tidak bersedia, lebih baik kau diam saja dirumah tidak usah pergi!"


Mata Delia membulat sempurna kenapa pria ini malah mengaturnya, ya walaupun memang Gino adalah suaminya tapi bagi Delia Gino adalah suami terpaksanya dan ia tidak ingin jika harus dikekang olehnya.


"Kalau aku tidak mau kau mau apa?"


Gino berjalan satu langkah mendekati Delia, Delia yang merasa aneh dengan tatapan suaminya akhirnya memundurkan langkahnya hingga ia terpentok didinding. Gino terus mendekati istrinya dengan seringai tipis di bibirnya, Delia yang melihat itu sampai bergedik ngeri apa lagi saat suaminya sudah semakin mendekat bahkan sekarang sudah berhasil mengunci tubuhnya hingga ia tidak bisa melarikan diri.


Gino mendekatkan wajahnya ke wajang sang istri kemudian ia membisikan sesuatu ditelinga istrinya.


Setelah mengucapkan itu Gino langsung pergi begitu saja dari kamarnya meninggalkan Delia yang diam mematung ditempatnya, lama Delia terdiam hingga detik berikutnya suara ponsel mengejutkannya dan ternyata itu panggilan dari Neta sahabatnya.


"Hallo Net, ada apa?" Tanyanya begitu sambungan telpon terhubung


"Kau dimana? sebentar lagi kelas dimulai"


"Oh ya ampun aku lupa, tunggu sebentar lagi aku sampai!"

__ADS_1


"Ck. . . Bagaimana mungkin bahkan sekarang kau masih dirumah, sudah cepat berangakt nanti kau terlambat!"


"Ya dasar cerewet"


Delia memutuskn panggilannya sepihak, ia segera berlari mengejar Gino. Tidak ada pilihan lain selain diantar oleh pria itu dan semoga saja pria yang menjadi suami terpaksanya itu belum berangkat. Akhirnya ia bisa bernapas lega saat mendapati mobil Gino masih terparkir dihalaman rumah, ia berjalan mendekati mobil membuka pintu tanpa sepatah katapun langsung masuk dan duduk disamping suaminya. Ia tak ingin ada lagi drama baru yang pastinya berujung semakin menyulitkan hidupnya.


*


*


*


Butuh waktu 30 Menit untuk sampai ditempat tujuan dan sesampainya disana Delia langsung keluar dari mobil dengan terburu-buru hingga tanpa disadarinya ia menjatuhkan buku pentingnya, Gino yang melihat tingkah istri kecilnya hanya menarik sudut bibirnya dan tanpa sengaja pandangannya jatuh pada sebuah buku yang tergeletak dikursi mobil.


"Dasar ceroboh, dia bahkan tidak menyadari jika bukunya terjatuh"


Gino menggelengkan kepalanya pelan ia mengambil buku itu. sekarang ia harus menyusul Delia, ia harus memberikan bukunya siapa tau buku itu penting untuk istrinya.


Dicarinya Delia dari sudut satu kesudut lain tapi ia belum juga menemukan istrinya, kemudian ia merogoh saku jasnya dengan niat ingin menghubungi istrinya tapi didetik berikutnya ia baru tersadar jika ia tidak mempunyai nomor ponsel istrinya.


"Shiitt" Umpatnya dengan perasaan kesal, bagimana mungkin ia melupakan hal itu.


Tak lama kemudian terdengar suara yang sangat ia kenali, pandangannya mengedar kearah sumber suara dan kini ia dapat melihat sosok yang ia cari sedang duduk bersama seorang pria dan seorang wanita. Delia terlihat begitu ceria saat bersama orang lain bahkan ia dapat melihat tawa lepas dari bibir istrinya, beda sekali jika sedang bersamanya jangankan untuk tertawa selepas itu bahkan tersenyum pun tidak.

__ADS_1


Perlahan Gino mendekat


Delia yang sedang asik tertawa belum menyadari keberadaan Gino disampingnya hingga saat ia tak sengaja menolehkan kepalanya, dan. . . .


__ADS_2