
Dengan tangan gemetar dan mata berkaca-kaca Delia membaca setiap kata yang tertulis didalam kertas putih tersebut.
*Dear Delia....
Apa kabar?
Apa kamu merindukanku seperti aku merindukanmu?
Rasanya lucu ya, sekarang kita seperti dua orang asing yang tak pernah mengenal satu sama lain. Jujur aku belum mampu melupakanmu, tidak semudah itu melepasmu dalam ingatanku. Namun sebisa mungkin aku akan berusaha untuk ikhlas melepasmu asal kau mau berjanji untukku, bahagialah bersamanya namun jangan pernah lupakan aku dan kenangan kita. Kamu tidak usah khawatir, aku baik-baik saja sekarang dan aku akan selalu berdo'a untuk kebahagiaan kamu. Maaf aku tidak bisa menyampaikannya secara langsung karena aku tidak seberani itu, aku takut tidak bisa menahan diri untuk tidak memelukmu, mungkin masih banyak lagi yang ingin aku sampaikan padamu tapi akan terlalu panjang jika semua aku tulis disini. Jadi cukup hanya ini saja yang bisa aku tulis, sekali lagi aku do'akan semoga kau bahagia dengannya dan aku sudah ikhlas melepasmu....
Salam sayang
Daniel
Tak dapat lagi tertahan pada akhirnya air mata Delia luruh juga. Perasaan bersalah itu menusuk relung hatinya, namun secara bersamaan perasaan lega menyelimuti hatinya kala Daniel sudah ikhlas menerima semuanya dengan kata lain Daniel juga sudah bisa memaafkan kesalahannya.Menyadari kesedihan sang istri, Gino pun segera merangkulnya dalam pelukan.
__ADS_1
"Menangislah jika ingin menangis, jangan ditahan! Biarkan semua bebanmu lepas bersama tangisanmu, setelah itu tidak akan lagi aku biarkan kau menangis" Saat itu juga tangis Delia pecah dalam pelukan sang suami.
*
*
*
Satu tahun kemudian....
Diusianya saat ini Raja sedang lucu-lucunya, jangan ditanya tentang ketampanannya karena sudah jelas Raja memiliki ketampanan yang diwariskan dari sang ayah.
Saat ini mereka sedang berkumpul diruang tengah, sejak tadi Raja bagaikan sebuah bola yang menjadi rebutan. Disaat para orang tua, saudara dan kerabat sibuk memperbutkan Raja disaat itu pula disebuah balkon kamar Gino dan Delia tengah berbagi kehangatan dalam sebuah pelukan.
"Terima kasih sudah menjadi bagian dalam hidupku!" Sudah lima belas menit mereka berdiri dibalkon kamar dengan posisi Gino memeluk Delia dari belakang, seakan larut dalam kenyamanan Gino enggan melepas tubuh sang istri dalam dekapannya.
__ADS_1
"Hm, mungkin awalnya aku terpaksa menikah denganmu. Aku juga sempat berpikir ingin lepas darimu, tapi siapa sangka jika pada akhirnya aku akan jatuh cinta padamu dan menjadikanmu sebagai pelabuhanku" Delia merubah posisi mengahadap sang suami tanpa melepaskan pelukannya bakan kini bibirnya telah menyentuh bibir sang suami.
Awalnya hanya sebuah kecupan namun semakin lama berubah menjadi sebuah l*matan lembut, Gino semakin memperdalam c*umannya dengan menekan tengkuk sang istri. Suara de*apan dari keduanya terdengar merdu menghiasi suasana kemesraan pasangan yang kini sedang dimabuk asmara tersebut, baik Gino maupun Delia sama-sama larut dalam perasaan cinta yang semakin hari tumbuh dihati keduanya.
" I LOVE YOU" Ucap Gino setelah tautan bibir mereka terlepas.
"I LOVE YOU TOO" Delia kembali membenamkan tubuhnya dalam pelukan sang suami, menikmati kehangatan yang selalu mampu membuatnya nyaman.
Cinta siapa yang dapat menebak akan menetap pada hati siapa, walau pada awalnya Delia terpaksa menikah dengan dengan Gino tapi pada akhirnya seiring berjalannya waktu cinta itu tumbuh dengan sendirinya. Dan kini mereka hidup bahagia, apalagi setelah kehadiran sang buah hati Raja Abraham semakin menambah kebahagiaan mereka.
🏵TAMAT🏵
Terima kasih sudah mengikuti cerita Delia
( Terpaksa Menikah ) dari awal sampai akhir, jangan lupa ikuti ceritaku yang baru berjudul Setelah Satu Malam yang menceritakan tentang kisah Daniel dan Netta. Terima kasih 😘
__ADS_1