DELIA ( Terpaksa Menikah )

DELIA ( Terpaksa Menikah )
BAB 48


__ADS_3

Perbincangan berlangsung diantara ketiganya bahkan tidak ada rasa canggung antara Shera dan Delia walau ini pertemuan pertama bagi keduanya.


"Sepertinya aku harus ke kantor sekarang" Shera melirik kearah jam yang menempel di dinding, waktu sudah menunjukan pukul delapan pagi "Maaf sudah mengganggu istirahatnya"


"Tidak apa-apa, senang bertemu dengammu"


"Terima kasih, saya permisi!" Saat baru akan melangkah Gino memanggilnya, dengan senyuman mengembang Shera membalikan tubuhnya "Ada apa tuan?"


"Kebetulan aku juga akan kekantor, jadi sekalian kau bisa ikut denganku!"


"Apa tidak merepotkan?" Jawabnya basa-basi padahal dalam hati sedang bersorak hore, memang ini yang Shera harapkan. Shera tau Hari ini Gino akan berangkat ke kantor hingga ia pagi-pagi sekali menyambangi rumahnya dengan alasan menjenguk Delia, jika ditanya dari mana Shera tau rumahnya? Tentu saja ia meminta alamatnya dari Roxy.


"Ck, kau itu seperti dengan siapa saja"


Gino merangkul bahu sang istri agar bisa lebih dekat dengannya "Aku berangkat dulu, sebentar lagi mommy akan kesini untuk menemanimu"


"Hati-hati"


"Hmm" Sebelum pergi Gino memberikan kecupan singkat di bibir sang istri, yang mana hal itu membuat Shera merasa terbakar.


Mobil melaju melewati pagar besi yang menjulang, selang tiga puluh menit kemudian


mobil sudah sampai ditempat tujuan.


Gino dan Shera memasuki sebuah lift yang akan membawa mereka ke lantai teratas gedung tersebut.


Seperti biasa disana sudah ada Roxy yang siap menyambut kedatangannya.


"Apa kau sudah menemukannya?" Gino menyandarkan tubuh dikursi kebesarannya.


"Aku sudah berhasil melacak keberadaannya, dan saat ini anak buahku sedang dalam perjalanan kesana"


"Kerja yang bagus"


Namun hal tak terduga pun terjadi, Roxy terlihat menggeram ketika salah satu anak buahnya menghubunginya dan memberitahukan jika tempat itu sudah kosong hanya tersisa tas ransel dan pakaian yang diduga milik surya.


"Bagaimana bisa?" Sentaknya pada anak buahnya.

__ADS_1


"Maaf tuan, sepertinya ada seseorang yang memberitahu kedatangan kami kesini"


Roxy menghela nafasnya dengan berat, sepertinya apa yang dikatakan anak buahnya memang benar. Otaknya mulai bekerja keras memikirkan siapa dalang dari semua ini, mengingat betapa cepatnya rencana mereka bocor Roxy meyakini jika orang dalamlah peluku utamanya.


"Malam ini kau harus kerumahku, ada hal penting yang harus kita bicarakan!" Roxy hanya mengangguk sebagai jawabannya.


.


.


.


Dirumah, Delia ditemani mom Hera. Mereka tengah asik nonton TV saat pelayan datang dengan sebuh box ditangannya.


"Ada paket untuk nona Delia" Delia meneliti box tersebut, hanya tertera namany sebagai penerima tanpa ada nama pengirimnya.


"Dari siapa sayang?" Tanya mom Hera saat melihat Delia hanya membolak balikan box ditangannya.


"Tidak tau mom, disini tidak tertulis nama pengirimnya" Karna penasaran Delia pun membuka box tersebut.


Delia mengerutkan dahi saat melihat di dalamnya hanya berisikan potongan-potongan kertas dengan ukuran kecil menyerupai pita panjang, namun saat Delia memasukan tangannya kedalam box tiba-tiba ia merasakan ada benda tajam yang menggores jari-jarinya.


"Sayang apa yang terjadi?" Kepanikan pun tercipta diruangan tersebut, pelayan segera berlari kearah dapur untuk mengambil kotak obat sementara mom Hera segera menghubungi putranya.


Delia terus meringis menahan perih, tak lama kemudian pelayan datang membawa kotak obat. Mom Hera segera meraih kotak obat dari tangan pelayan kemudian membersihkan darah ditangan menantunya lalu membalut lukanya dengan kain kasa.


Sementara itu dikantor, Gino sedang dilanda kepanikan saat diberitau oleh mom Hera jika telah terjadi sesuatu pada Delia.


"Ada apa?" Tanya Roxy ketika melihat wajah Gino yang terlihat panik setelah menerima sebuah panggilan.


"Akan aku jelaskan nanti, sekarang ikut aku!" Gino menyambar kunci mobilya dan melemparnya kearah Roxy, tanpa banyak bertanya Roxy menuruti perintah Gino.


Jika biasanya butuh waktu tiga puluh menit untuk sampai dirumah, kini mereka hanya membutuhkan waktu lima belas menit saja. Atas desakan Gino, Roxy mengemudikan kendaraannya dengan kecepatan tinggi.


Sesampainya depan dirumah Gino segera turun dari mobil, masuk dengan tergesa-gesa mencari keberadaan istri dan mommy nya.


"Apa yang terjadi?" Gino memeluk tubuh Delia dan mencium pucuk kepalanya berkali-kali, Gino dapat merasakan tubuh Delia yang gemetar karna ketakutan.

__ADS_1


Mom Hera menyerahkan paket box yang tadi sempat dibuka oleh Delia "Seseorang mengirimkan ini untuk Delia, entah siapa orangnya karna tidak ada nama pengirimnya"


Gino mengeraskan rahangnya saat melihat adanya beberapa buah silet yang tersembunyi dibalik potongan-potongn kertas dalam box tersebut, ini adalah kedua kalinya ada seseorang yang berusaha menyakiti Delia.


"Roxy, tunggu aku diruang kerjaku ada hal penting yang harus kita bicarakan" Tanpa sepatah katapun Roxy berlalu menuju ruang kerja sahabatnya.


Gino melepaskan pelukannya dari tubuh Delia, ia mengusap lelehan airmata yang membasahi pipi wanitanya "Jangan takut, aku akan keruang kerjaku dulu, tidak apa-apa kan jika aku tinggal sebentar?"


Delia hanya menjawab dengan anggukan kepala, kejadian tadi benar-benar membuatnya takut dan syok.


"Sayang lebih baik kau istirahat dikamar, ayo mommy antar" Mom Hera merangkul bahu sang menantu dan membawanya kedalam kamar.


Roxy dan Gino menatap layar laptop yang yang terhubung dengan kamera CCTV yang ada dirumahnya. Tidak ada yang mencurigakan, dilayar tersebut hanya terlihat saat pelayan menerima sebuah box dari pria yang diyakini driver ojek online.


"Sekarang cek bagian luar rumah, siapa tau ada petunjuk disana!"


Namun hasilnya tetap sama, tidak ada yang mencurigakan. Tapi setidaknya mereka dapat melihat dengan jelas plat motor yang digunakan orang terebut.


"Kita akan memulainya dari sana!" Gino menunjuk plat kendraan tersebut.


Roxy yang mengerti segera menghubungi anak buahnya.


Tak butuh waktu lama, anak buah Roxy sudah berhasil menemukan driver ojek online tersebut.


Gino dan Roxy bergegas menuju tempat dimana anah buahnya menahan orang itu, selang beberapa menit mereka telah sampai disana.


"Tuan apa salah saya, saya mohon jangan apa-apakan saya!" Orang itu begitu ketakutan saat melihat Gino dan Roxy mendekat ke arahnya.


Gino mendudukan tubuhnya dikursi berhadapan dengan orang tesebut, sementara Roxy berdiri disampingnya


"Tenanglah tidak akan ada yang melukaimu, aku hanya ingin menanyakan suatu hal padamu" Ucapan Gino terdengar santai namun tatapan matanya begitu terlihat menakutkan.


"S-sesuatu a-apa tuan?" Sahut orang itu dengan terbata.


"Apa kau tau alamat ini?" Gino memberikan sebuah kertas dimana tertulis alamat rumahnya.


Tentu saja orang itu masih mengingatnya dengan jelas, baru beberapa jam lalu dia berada disana "Tau tuan, beberapa jam lalu saya mengantakan sebuah paket kesana"

__ADS_1


"Kau tau siapa pengirimya?"


🌺🌺🌺🌺 Bersambung dulu ya, lanjutnya nanti.... Maaf ceritanya digantung kaya jemuran 😟


__ADS_2