
Satu tepukan dibahu membuat Shera terlonjak kaget.
"Sedang apa kau disini?" Roxy menatap hera dengan penuh tanda tanya.
"Aku ingin mengantarkan berkas-berkas ini, tapi sepertinya Gino sedang sibuk jadi aku tidak berani masuk"
"Ya sudah biar aku saja!"
Saat Roxy masuk ia tidak mendapati keberadaan Gino disana "Kemana dia?", Namun detik berikutnya matanya membulat sempurna ketika indra pendengarannya menangkap suara erotis yang terdengar dari dalam ruangan istirahat bosnya, dan Roxy dapat menebak apa yang sedang terjadi didalam sana.
"Sialan, kenapa mereka melakukannya disini" Karna tidak tahan dengan suara yang membuat seluruh tubuhnya merinding, akhirnya Roxy pun berlalu dari sana "Sepertinya aku harus memsang pengedap suara disana"
Sementara itu diruangan istirahatnya Gino dan Delia tengah bergumul memberikan kehangatan satu sama lain. Delia begitu menikmati permainan pria yang kini sedang mengkungkung nya, penuh kelembutan namun sangat memabukan.
Satu kecupan dikening Gino berikan setelah berakhirnya permainan, ia segera bangkit dari atas tempat tidur menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
"De, bangun! Waktunya makan siang" Gino sudah memakai kembali pakaian kerjanya, sementara Delia tertidur setelah aksi melelahkannya.
"Aku tertidur?" Gumamnya. Delia merentangakn kedua tangannya untuk meregangkan otot-ototnya yang terasa remuk.
"Maaf sudah membuatmu kelelahan" Seketika wajah Delia bersemu merah membayangkan kegiatan yang baru saja mereka lakukan.
"Aku akan membantumu membersihakan diri, setelah itu kita makan siang"
*
*
*
"Tuan memanggil saya?" Saat ini Gino dan Delia sedang duduk disofa yang ada diruangannya.
__ADS_1
"Shera, aku mau minta tolong pesankan makanan untuk kami!"
"Itu saja tuan?" Sebisa mungkin Shera menyembunyikan kekesalannya.
"Hmmm"
"Baiklah saya permisi"
Tak lama berselang datang pelayan caffe membawa makanan pesanan mereka.
Baru beberapa suap makanan yang masuk. Delia merasakan mual yang tak tertahankan hingga detik itu juga Delia berlari munuju wastafel, memuntahkan seluruh isi dalam perutnya.
Merasa panik Gino pun mengikutinya, kepanikannya bertambah kala Delia mengerang memegangi perutnya yang terasa sakit dengan wajahnya yang pucat pasi dan detik berikutnya Delia sudah tak sadarkan diri.
"De, bangun!" Gino menepuk pipi Delia berkali-kali namaun sama sekali tidak bereaksi.
"Bertahanlah, kita akan kerumah sakit sekarang!" Gino membawa tubuh sang istri kedalam gendongannya, kepanikan pun terjadi diantara para karyawan saat melihat bos mereka berlari kecil dengan membawa seorang wanita yang tak sadarkan diri dalam gendongannya.
"Apa yang terjadi?" Tanya Roxy dan Shera secara bersamaan.
"Istriku pingsan, cepat siapkan mobil kita kerumah sakit sekarang!" Sentak Gino.
Para karyawan pun dibuat menganga tak percaya, sejak kapan bos mereka punya istri? begitulah kira-kira petanyaan yang ada dalam pikiran mereka.
*
*
*
Gino berdiri didepan pintu kaca ruang IDG rumah sakit tersebut, dari sana Gino dapat melihat sang istri yang tengah mendapatkan penanganan dari dokter. Airmata lolos dari kedua pelupuk matanya kala melihat didalam sana sang istri tengah terbaring dengan wajah yang semakin memucat.
__ADS_1
Tuhan, aku mohon selamatkan mereka!
"Tenanglah semuanya akan baik-baik saja" Roxy menepuk bahu untuk menguatkan sahabatnya.
Gino hanya menyahut dengan anggukan kepala, sementara disebuah kursi terlihat Shera sedang menantap Gino dengan tatapan yang sulit diartikan.
Terdengar suara langkah kaki yang beriringan, ketiga orang itu menoleh kearah sumber suara terlihat mom Hera, dad Tonny, dan papa Joy sedang berjalan kearah mereka dengan sedikit berlari.
"Bagaimana keadaan putriku, menantuku?" Ucap mereka secara bersamaan. Mereka bertiga langsung menuju rumah sakit begitu mendapat kabar dari Roxy tentang keadaan Delia, Gino sendiri tidak sempat memberitau mereka karna fokusnya hanya tertuju pada Delia.
"Dokter masih memeriksanya" Sahut Gino tanpa mengalihkan tatapannya dari pintu kaca.
Setelah menunggu hampir dua jam dokter pun keluar dari ruangan tersebut.
Dad Tonny, mom Hera dan papa Joy segera mengampiri dokter tersebut, sedangakn Gino sudah ada dihadapan sang sokter karna sejak tadi ia tidak beranjak sedikitpun dari depan pintu kaca tersebut. "Dokter, bagaimana istri saya?"
Doker melepas masker yang menutupi wajahnya, dengan senyum ramahnya dokter itu pun menjawab "Pasien mengalami keracunan, untung saja cepat mendapatkan penanganan jika tidak itu akan sangat berbahaya untuk janin yang ada dalam kandungannya. Tapi tuan dan nyonya tidak usah khawatir sekarang kondisinya sudah stabil dan sebentar lagi akan dipindahkan keruang perawatan"
"Terima kasih dok"
"Sama-sama, kalau begitu saya permisi!"
"Keracunan, bagaimana bisa?" Gumam Gino disela-sela keterkejutannya. Seingatnya Delia hanya makan makanan yang tadi dipesankan oleh Shera, sama halnya dengan Gino. Mom Hera, dad Tonny dan papa Joy pun merasa terkejut dengan penuturan dokter tersebut.
Gino melirik Roxy yang tengah duduk disebuah kursi, tatapan matanya seolah menyiratkan kalimat perintah. Roxy yang sudah paham dengan tatapan itu pun hanya mengangguk lalu pergi dari tempat tersebut untuk memulai penyelidikannya.
🍁🍁🍁🍁🍁
**Jangan lupa Like, vote dan komentarnya
Tambah ke favorit ya supaya kalo up dapat notif.
__ADS_1
Terima kasih dukungannya, salam manis dari penulis yang tak seberapa ini. Semoga hari kalian menyenangkan 😗😘**