DELIA ( Terpaksa Menikah )

DELIA ( Terpaksa Menikah )
BAB 72


__ADS_3

Setelah selesai membersihkan diri, Gino dan Delia kembali keruang tengah dimana mommy, daddy dan putranya berada.


"Uuhh rindunya, rasanya seperti tidak melihatmu satu tahun boy" Gino mengambil alih Raja dalam gendongannya dan terus menerus menghujani wajahnya dengan sebuah kecupan.


Disaat Gino sedang asik-asiknya tiba-tiba saja seseorang muncul, seketika moodnya langsung hilang berganti dengan kekesalan.


"Ada apa?" Gino menatap acuh pria dihadapannya.


"Aku kesini ingin menjemputmu untuk menghadiri acara pesta tuan Mark, aku harap kau tidak pura-pura melupakannya!" Tegas Roxy penuh peringatan, seperti dugaannya jika dia tidak menjemputnya mungkin saja Gino tidak akan datang dengan seribu alasannya.


"Ck, mengganggu saja. Kau lihat aku sedang bermain dengan putraku!" Tolak Gino penuh penekanan, yang mana membuat Roxy menautkan kedua alisnya karena alasan Gino yang terkesan konyol, bermain apanya? Bahkan putranya masih bayi, jangankan untuk bermain bicara saja belum bisa.

__ADS_1


"Setidaknya datanglah walau hanya sebentar untuk menghormati undangan tuan Mark!" Bujuk Roxy tak putus asa.


"Benar apa yang Roxy katakan, sebaiknya kamu datang!" Delia yang sejak tadi hanya menyimakpun akhirnya ikut bicara, dan benar saja ucapan Delia bagaikan perintah mutlak untuk Gino. Tanpa berdebat lagi Gino langsung mengiyakan berbeda saat Roxy membujuknya, jika saja Delia tidak angkat bicara mungkin sampai saat ini Gino masih tetap kekeh pada penolakannya.


"Sayang, aku pergi dulu. Kalau butuh apa-apa langsung hubungi aku!" Pamit Gino setelah rapi dengan stelan pormalnya, benar-benar terlihat sangat gagah dan tampan. Delia kadang sampai dibuat terheran kenapa suaminya bisa setampan itu, benar-benar maha karya tuhan yang nyaris sempurna.


"Sayang..." Gino mengusap lembut pipi sang istri saat wanitanya tak merespon ucapannya. "Kenapa diam saja hm?"


Tersadar Deliapun mengerjapkan kedua matanya "I-iya, berangkatlah! Kasihan Roxy sudah menunggumu dari tadi"


Tak butuh waktu lama mereka pun tiba digedung tempat berlangsungnya pesta, begitu sampai mereka mendapat sambutan hangat dari sang pemilik acara yang merupakan rekan bisnisnya.

__ADS_1


"Ah tuan Gino, selamat datang!" Dengan antusias Mark menyambut kedatangan Gino dan Roxy "Selamat menikmati pestanya, senang sekali anda meluangkan waktu untuk hadir dalam acara ini"


"Terima kasih atas sambutannya!" Jawab Gino dengan seulas senyum dan akhirnya mereka pun berbincang seputar bisnis, tanpa Gino sadari seseorang dari jarak yang tak terlalu jauh ada seseorang yang sedang memperhatikannya.


Setelah cukup lama berbincang akhirnya Mark undur diri menyapa tamu-tamu lainnya hingga akhirnya seseorang yang sejak, tadi memperhatikannya perlahan berjalan mendekat kearahnya.


"Selamat malam, senang bisa bertemu anda disini" Sapa Daniel setelah berdiri tepat disamping Gino, ya seseorang yang sejak tadi memperhatikannya adalah Daniel yang tak lain adalah mantan kekasih sang istri tercinta.


Merasa ada seseorang yang menyapanya Ginopun menoleh kearah sumber suara, dan betapa terkejutnya ia saat netranya menagkap sosok yang begitu tak asing baginya sedang berdiri disampingnya, namun didetik berikutnya Gino berusaha bersikap biasa saja "Senang juga bertemu dengan anda, apa kabar?"


Daniel menghela nafas panjang, setelah apa yang Gino lakukan padanya pria itu masih berani bertanya apa kabarnya? Haruskah Daniel menjawab jika dirinya tidak baik-baik saja setelah pria itu merebut pujaan hatinya? Namun Daniel tak mungkin mengatakn demikian, biarlah hanya dia yang tau perasannya saat ini lagi pula Daniel tidak ingin tetlihat menyedihkan dimata orang lain apa lagi dimata pria disampingnya ini.

__ADS_1


"Seperti yang anda lihat, I'm fine" Jawab Daniel dengan seyakin mungkin, dan Gino hanya manggut saja tak tau lagi harus bicara apa.


__ADS_2