DELIA ( Terpaksa Menikah )

DELIA ( Terpaksa Menikah )
BAB 41


__ADS_3

Gino meraba pembaringan disebelahnya, namun kosong tidak ada sang istri disana.


Dengan sisa kantuknya ia bangkit dari atas pembaringan, memakai kembali boxernya yang tergeletak dilantai.


"De, kau kau didalam?" Gino mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi.


Hoeeekkk


Hoeeekkk


Terdengar suara Delia sedang muntah didalam sana yang mana membuat Gino merasa panik, ia segera masuk dengan sedikit berlari.


"Kau muntah lagi?" Gino memijat tengkuk Delia, dengan penuh kelembutan ia mengusap wajah sang istri yang basah menggunakan tisu "Kita ke dokter saja, aku tidak tahan melihatmu seperti ini"


"Tidak apa-apa, dokterkan pernah bilang kalau mual dan muntah itu wajar untuk wanita hamil" Delia menyandarkan kepala didada sang suami, mencari ketenangan disana dengan menghirup wangi maskulin yang mampu mengurangi rasa mualnya.


"Baiklah, sekarang kau harus makan. Kau belum makan apapun sejak bangun tadi" Gino menggendong tubuh sang istri mebawanya ke pembaringan, ia melirik makanan yang sebelumnya sudah ia bawa "Aku akan meminta pelayan untuk membuatkan makanan yang baru"


Baru saja akan menghubungi peyan, namun Delia sudah menahannya terlebih dahulu "Tidak usah, makan itu saja!"


"Tapi ini sudah dingin"


"Tidak apa-apa, terlalu lama jika harus menunggu makanan yang baru. Bukankah itu juga baru di dimasak beberapa jam yang lalu?"


Gino meraih makanan itu, ia menyupi sang istri hingga makanan yang ada dipiring habis tak tersisa.

__ADS_1


"Apa ada sesuatu yang kau inginkan?" Gino mengusap sudut bibir Delia dengan ibu jarinya.


Sebenarnya Delia memang sedang menginginkan sesuatu namun ia ragu untuk mengatakannya.


Gino yang paham dengan gelagat istrinya merasa yakin jika sang istri memang sedang menginginkan sesuatu "Katakan saja!"


"Sebenarnya hari ini film favoritku akan tayang, jadi aku ingin sekali kebioskop untuk melihatnya. Itupun kalau kau mengijinkannya"


"Itu saja?" Delia hampir tak percaya dengan jawaban sang suami, ia pikir Gino akan melarangnya.


"Apa boleh?"


"Tentu saja, sekarang bersiaplah kita akan pergi kesana!"


"Terima kasih" Karna terlalu senang Delia berjalan dengan sedikit berlari kearah kamar mandi, mata Gino sampai memulat melihat kelakuan ceroboh sang istri.


"Maaf" Cicitnya dengan menampilkan deretan giginya yang rapih.


.


.


.


Saat ini Gino dan Delia berada didalam gedung film yang terletak disalah satu pusat perbelanjaan.

__ADS_1


Tak pernah terbayangkan sebelumnya jika ia akan menonton film yang menurutnya begitu menggelikan.


Aku pikir film romantis ternyata animasi. Gumam Gino dalam batinnya.


Beberapa jam mereka habiskan didalam sana, kebahagiaan terpancar begitu jelas di wajah Delia ketika mereka keluar dari gedung film tersebut.


"Kau senang?" Sejak tadi ia memperhatikan wajah wanitanya yang selalu tersenyum.


"Tentu, ini pertama kalinya aku nonton film selama menjadi istrimu"


Siang itu mereka habiskan dengan berkeliling ditemapt tersebut, Gino sampai geleng-geleng kepala melihat tingkah sang istri yang sejak tadi hanya keluar masuk butik tanpa membeli satu barangpun.


"Sebenarnya apa yang sedang kau cari?" Walaupun Gino kesal namun ia terus mengikuti kemanapun kaki Delia melangkah.


"Tidak ada, aku hanya ingin melihat-lihat saja" Yang mana jawaban Delia membuat Gino semakin merasa kesal.


"De....."


Namun Delia sama sekali tidak peduli dengan kekesalan sang suami, ia tetap melangkahkan kaki menuju tempat yang menurutnya menarik untuk dikunjungi. Tanpa mereka sadari seseorang sedang memperhatikan mereka dari jarak yang tidak terlalu jauh.


Delia menghentikan langkahnya disebuah restoran yang menjual berbagai jenis makanan nusantara, ia menatap satu persatu gambar yang ada pada buku menu yang terlihat begitu menggugah selera.


"Kau pesan saja dulu, aku akan ke toilet sebentar!" Gino bangkit dari duduknya.


Delia hanya menyahut dengan anggukan kepala karna saat ini fokusnya tertuju pada buku menu yang ada ditanggannya, hingga satu tepukan dibahu membuatnya terperanjat kaget.

__ADS_1


"Kau..." Delia menatap seseorang disampingnya.


__ADS_2