DELIA ( Terpaksa Menikah )

DELIA ( Terpaksa Menikah )
BAB 12


__ADS_3

Tawa Gino terhenti ketika seorang pelayan datang membawakan makanan pesanan mereka "Tuan, Nona ini pesanannya" Pelayan itu meletakan makanan dan minuman keatas meja kemudian membungkukan tubuhnya lalu pergi setelah menerima ucapan terima kasih dari Delia.


"Habiskan makananmu supaya tubuhmu tidak kurus!" Ucap Gino saat Delia mulai menyuapkan daging steak kemulutnya.


"Diam kau" Delia mengerucutkan bibirnya kesal tak lupa tatapan sinis ia berikan pada pria dihadapannya.


Gino hanya tersenyum tipis saat melihat kekesalan diwajah istrinya dan entah mengapa justru terlihat menggemaskan di matanya "Kau terlihat menggemaskan jika sedang kesal seperti ini".


"Kau bilang apa?" Delia tidak begitu jelas mendengar ucapan Gino karna pria itu hanya bergumam bahkan nyaris tidak terdengar.


"Tidak ada"


Dan detik berikutnya hanya terdengar suara denting pisau dan piring yang terdengar, tidak ada yang bersuara selama acara makan hingga selesai. Setelah selesai menghabiskan makanan masing-masing Gino memanggil pelayan kemudian membayar tagihan makanan mereka, setelah itu keluar meninggalkan restoran tersebut. Namun baru beberapa langkah mereka berjalan ponsel milik Gino berdering dan ternyata dari salah satu rekan bisnisnya yang menghubungi "Kau dulauan saja, aku akan menerima telpon sebentar!"

__ADS_1


Delia tidak menjawab ia melangkah begitu saja menuju parkiran, Delia berjalan dengan ponsel ditangannya saat ini ia sedang berbalas pesan dengan Neta. Karna tidak terlalu fokus melihat jalan akhirnya ia menabrak seseorang dari arah yang berlawanan "Heii apa kau tidak punya mata?" Ketus seorang wanita cantik dengan pakaian sexy yang melekat ditubuhnya.


Delia mendongakkan wajahnya mengalihkan tatapannya kearah wanita tersebut "Ma'af nona saya tidak sengaja, tadi saya tidak terlalu melihat jalan"


"Maaf kau bilang, tas milikku sampai terjatuh gara-gara kau"


"Ya ampun nona hanya jatuh saja kau samapi semarah itu, bahkan kau bisa mengambilnya dengan sangat mudah"


Delia menautkan kedua alisnya, hanya mengambil tas yang terjatuh saja sampai harus dipermasalahkan bukankah itu perkara yang mudah begitulah pikir Delia. Ia tak mau mempermasalahkan hal yang sepele menurutnya dan mungkin ini juga kesalahannya karna terlalu asik dengan ponselnya hingga tidak terlalu fokus dengan jalan dan akhirnya menabrak wanita itu, tanpa perdebatan panjang Delia membungkukkan tubuhnya hendak mengambil tas milik wanita dihadapannya.


Namun suara berat dari seorang pria yang mereka kenal menghentikan Delia "Kau tidak perlu melakukan itu, biarkan dia sendiri yang mengambilnya!"


Kedua wanita itu menoleh kearah sumber suara "Gino" Ucap Delia dan Elena secara bersamaan. ya wanita yang Delia tabrak tidak lain dan tidak bukan adalah Elena, wanita yang sudah beberapa tahun ini berusaha mendapatkan perhatian Gino namun sayang belum berhasil sampai sekarang. Wanita itu sudah hampir melakaukan seribu satu macam cara namun hasilnya tetap sama, Gino sama sekali tidak memperdulikan keberadaannya. Sugguh kasihan sekali bukan?

__ADS_1


Gino melangkah maju mendekati kedua wanita itu kemudian ia menarik Delia agar menjauh dari Elena, bahkan dengan sengaja ia merangkul pinggang istri kecilnya dengan sangat posesif.


Elena membulatkan matanya penuh. Ia terperanjat kaget dengan sikap Gino pada gadis dihadapannya, gadis yang jika dilihat dari postur tubuh dan penampilan sepertinya berusia jauh dibawahnya bahkan terlihat masih anak kuliahan. Dan rasa penasaran pun menyelimuti perasaannya apa lagi saat melihat sikap posesif Gino terhadap gadis itu "Gino siapa dia, apa kau mengenalnya?"


"Tentu saja aku mengenalnya karna dia adalah kekasihku" Jawab Gino tanpa melepaskan rengkuhannya.


"Whatt? tidak mungkin, kau pasti bercanda kan?" Elena menggelengkan kepalanya ia tidak percaya begitu saja dengan pernyataan pria pujaannya. Mana mungkin Gino mengakui gadis itu sebagai kekasihnya, jelas-jelas gadis itu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan dirinya.


"Tentu saja bisa karna kami saling mencintai" Delia sampai membulatkan matanya ketika ia mendengar jawaban menggelikan yang Gino berikan pada wanita itu, sejak kapan mereka saling mencintai? begitulah pikirnya. Bibirnya tersenyum kaku namun tangannya dengan sengaja mencubit pinggang pria yang sedang merangkulnya hingga pria itu meringis menahan sakit "Sial, kenapa cubitannya sakit sekali" umpatnya dalam hati.


"Ku rasa kau sudah mengeri apa maksudku, dan semuanya sudah jelas bukan?" Tanya Gino pada Elena, namun yang ditanya hanya diam membisu hanya ada tatapan tidak percaya dari wanita itu.


Gino melirik Delia yang masih berada dalam rengkuhannya sepertinya pria itu enggan melepaskannya "Ayo sayang lebih baik kita pulang!" Dan entah mengapa mendengar kata sayang terucap dari suaminya membuat tubuh Delia terasa merinding.

__ADS_1


__ADS_2