DELIA ( Terpaksa Menikah )

DELIA ( Terpaksa Menikah )
BAB 14


__ADS_3

"Tapi aunty, kali ini Gino sudah benar-benar keterlaluan" Elena semakin menangis histeris dipelukan mom Hera.


"Memang apa lagi yang anak itu lakukan terhadapmu?"


"Tadi aku bertemu dengannya disebuah restoran, dia bersama seorang gadis bahakan dengan sengaja dia mengatakan padaku jika gadis itu adalah kekasihnya"


"Whatt? Kau tidak sedang bercanda kan?" Mom Hera sampai membulatkan mata saking terkejutnya.


Dan hanya dijawab gelengan kepala oleh Elena, mom Hera melepaskan pelukannya ia menelisik wajah Elena kemudian menatapnya dengan intens dan benar saja ia tak melihat adanya kebohongn disana tanpa ia sadari seulas senyuman terukir di wajahnya.


"Kenapa aunty malah tersenyum?" Tanya Elena dengan perasasn anehnya.


Dan sekeketika senyuman itu langsung memudar "Ah tidak, kau tenanglah biar aunty yang menyelesaikan masalah ini".


" Ya aunty harus menyelesaikan masalah ini secepatnya. aunty harus bicara pada Gino, suruh dia meninggalkan gadis itu. Aku sangat mencintai Gino aku tidak mau kehilangan dia aunty" Elena kembali menghamburkan tubuhnya kedalam pelukan mom Hera.


"Ya nanti aunty akan bicara padanya" Mom Hera memang ingin meminta penjelasan putranya namun bukan untuk memenuhi keinginan Elena melainkan untuk mengetahui kebenarannya, dan jika memang benar bahwa putranya sudah mempunyai kekasih tentu saja ia akan mendesak putranya agar segera menikahi gadis itu. Dan untuk masalah Elena ia bisa memikirkannya nanti.


*

__ADS_1


*


*


Di tempat lain, Gino dan Delia baru saja sampai dirumah setelah sebelumnya menjenguk sang papa dirumah sakit. Delia yang merasa lelah langsung merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur, sementara Gino pria itu memilih melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Ia tidak akan bisa tidur tampa membersihkan diri terlebih dahulu dan itu sudah menjadi kebiasaannya.


Baru saja Delia memejamkan kedua matanya namun suara ponsel berhasil membuka kembali matanya, "Daniel" Gumamnya dengan senyuman semanis madu kemudian menggeser simbol hijau untuk mejawab panggilan tersebut.


"Sayang, apa kau sudah sampai? kenapa tidak menghubungiku?" Terdengar begitu jelas kekawatiran Daniel saat bicara.


Delia menepuk keningnya, kenapa bisa ia melupakan hal itu. Bukankah ia sendiri yang mengatakan pada kakasihnya jika akan menghubunginya begitu sampai "Maaf Danil aku lupa"


"Aku baik-baik saja, mungkin hanya karna aku sedang merasa lelah"


"Hanya itu?"


"Tentu, apa kau meragukanku?"


Daniel menghela nafas, sepertinya Delia salah paham dengan pertanyaannya "Bukan seperti itu, aku hanya khawatir tidak ingin terjadi aesuatu terhadapmu"

__ADS_1


"Kau tidak usah khawatir, aku baik-baik saja"


"Ya ku harap seperti itu. sudah malam, sekarang istirahatlah! kau pasti lelah"


"Baikalah, kau juga!"


"I Love You honney"


"I Love you to" Delia tersenyum, pria itu memang selalu membuat hatinya berbunga 3 tahun menjalin hubungan dengan Daniel belum pernah sekalipun pria itu membuatnya kecewa, hanya cinta dan perhatian yang selalu pria itu tunjukan terhadapnya.


Gino mengepalkan tangannya beruasaha menahan amarah yang bergejolak didadanya. sudah sedari tadi mendengarkan membicaraan antara Delia dengan Daniel, setelah dirasa emosinya sudah mulai mereda baru ia berjalan mendekati sang istri yang sedang berbaring ditempat tidur dengan ponsel yang berada digenggamannya.


"Sudah malam kenapa kau belum tidur?" Sebiasa mungkin Gino menahan amarahnya, ia tak ingin tersulut emosi yang nantinya malah akan semakin membentangkan jarak diantara mereka.


Delia terlonjak kaget, sontak penglihatannya melirik kearah sumber suara. Sejak kapan Gino ada disitu, apa mungkin sejak tadi pria itu mendengarkan pembicaraan antara dirinya dengan Daniel? "Eemm, ini aku baru saja akan tidur"


"Kalau begitu tidurlah!" Ucap Gino dengan tatapan yang susah diartikan.


Entah mengapa ditatap seperti itu oleh Gino membuatnya merasa salah tingkah "Ya, kau juga tidurlah!"

__ADS_1


Dengan santainya Gino berjalan kearah Delia, tanpa persetujuan gadis itu ia naik keatas tempat tidur dan merebahkantubuhnya disana. Sontak saja hal itu membuat Delia sangat terkejut, saking terkejutnya ia samapi turun dari atas tempat tidur "Apa yang kau lakukan, kenpa kau malah naik keatas tempat tidurku?"


__ADS_2