DELIA ( Terpaksa Menikah )

DELIA ( Terpaksa Menikah )
BAB 65


__ADS_3

Tak terasa satu bulan telah berlalu, dan kini usia kandungan Delia sudah masuk bulan ke sembilan. Kini pasangan suami istri itu telah harap-harap cemas dengan kelahiran anak pertama mereka, awalnya Delia ingin melahirkan secara normal namun dikarenakan kondisinya yang tidak memungkinkan dokterpun menyarankan untuk operasi caesar.


Dan disinilah mereka berada, dirumah sakit tempat biasa Delia memeriksakan kandungannya.


"Bagaiman dok, kapan waktu yang tepat untuk operasi istri saya?" Hari ini mereka sedang konsultasi dengan dokter tentang operasi persalinan Delia, Gino sengaja tidak menunggu sampai Delia konteraksi karna sejak awalpun dokter sudah menyarankan untuk melakukan opersai caesar.


"Berdasarkan usia kandungan dan kondisi bayi maupun nona Delia sendiri, minggu ini pun operasi sudah bisa dilakukan. Semua tergantung pada tuan dan nona kapan siapnya?"


Gino melirik kearah Delia yang terlihat tegang, entahlah persaannya kini jadi was-was.


"Jangan takut, semua akan baik-baik saja!" Gino menggenggam tangan Delia dan meremas lembut jemarinya, Delia tersenyum dengan diiringi menganggukan kepala. Kini perasaannya sedikit menghangat perlahan ketegangannya semakin berkurang.

__ADS_1


.


.


.


Setelah melalui berbagai pertimbangan akhirnya opersai dilakukan empat hari setelah pemeriksaan sebelumnya, mereka sepakat melilih hari senin sebagai hari kelahiran anak pertama mereka sesuai dengan hari dimana mereka melangsungkan pernikahan.


Kini mereka berada diruang rawat untuk menunggu jadwal operasi dan sebentar lagi operasi akan segera dilakukan, dan sejak tadi airmata Delia tak hentinya mengalir. Bukan karena takut tapi entahlah saat ini perasaannya sangat sulit untuk dijelaskan, padahal sejak tadi Gino tak pernah melepaskan genggaman tangannya tapi tetap saja persaannya tak bisa tenang.


"Aku juga mencintaimu, tetaplah berada disisiku"

__ADS_1


"Tentu, tanpa kau memintapun aku akan melakukannya" Dengan perasaan penuh haru suami istri itu saling memeluk satu sama lain, saling memberikam ketenangan dan menyalurkan rasa cinta dan kasih sayang dari keduanya.


Memang cinta datang tanpa diduga, siapa sangka pernikahan yang awalnya terpaksa perlahan mampu menumbuhkan benih-cinta yang sama sekali tidak pernah terbayangkan oleh Delia. Perlahan tapi pasti, kini Gino telah menempati seluruh ruang dihatinya hingga tidak ada celah sedikitpun.


Dari dekat pintu sana Papa Joy menatap haru putri dan menantunya, airmata menetes dari kedua sudut matanya. Rasanya waktu berjalan begitu cepat, seperti rasanya baru kemarin putrinya merengek minta ditemani bermain dan sekarang sebentar lagi putri kecilnya akan menjadi seorang ibu.


Seperkian detik papa Joy tersadar dan segera menghapus airmatanya, mengulas senyum papa Joy melangkahkan kaki menuju brankar "Papa juga ingin dipeluk!"


Baik Delia maupun Gino sama-sama melepaskan rengkuhannya, mata Delia berbinar begitu menangkap sosok pria yang kini tengah berjalan kearahnya, dengan mata berkaca-kaca Delia merentangkan kedua tangannya dan kini ayah dan anak itu saling berpeluakn untuk melepaskan rasa rindu antara mereka.


"Kenapa papa baru datang, papa tau? Aku sangat merindukan papa"

__ADS_1


"Papa juga, maaf akhir-akhir ini papa terlalu sibuk" Sebenarnya papa Joy sengaja lebih menyibukan dirinya dengan mengurus proyek pembangunan cabang perusahaannya yang berada diluar kota bsecara langsung untuk mengusir rasa kesepiannya, jika dulu setiap dirinya pulang dari kantor selalu ada putri tercintanya yang menyambutnya dengan penuh keceriaan, kini semuanya sudah berbeda rumah terasa sunyi tak ada sambutan tak ada keceriaan hingga kemudian dirinya lebih banyak menyibukan diri diluar untuk mengurangi rasa sepinya.


Setelah puas saling mencurahkan rindu satu sama lain ayah dan anak itu saling melepas pelukan, tak lama kemudian mom Hera dan dad Tonny datang dengan diikuti Roxy dibelakangnya.


__ADS_2