DELIA ( Terpaksa Menikah )

DELIA ( Terpaksa Menikah )
BAB 66


__ADS_3

"Mom, dad..." Delia tersenyum menyambut kedatangan ibu dan ayah mertuanya begitu juga papa Joy ikut menyambut kedatangan besannya, mereka saling menyapa dan bertanya kabar satu sama lain, sedangkan Gino hanya menatap acuh kedatangan kedua orang tuanya.


Mom Hera dan dad Tonny mengelus pucuk kepala menantunya "Sayang, jangan terlalau cemas ya! Tetap tenang jangan terlalau over"


"Ya mom"


Dad Tonny terkekeh, jadi teringat momen saat dulu mom Hera malahirkan Gino. Dirinya benar-benar disiksa habis-habisan oleh mom Hera yang saat itu melahirkan secara normal, mom Hera melampiaskan rasa sakitnya dengan mencakar menjambak rambut bahkan sampai menggigit tangannya.


"Kenapa, apanya yang lucu?" Heran mom Hera melihat kekehan suaminya.


Tersadar dad Tonny melirik kearah mom Hera "Tidak apa-apa, aku hanya sedang membayangkan bagaimana jadinya putra kita jika Delia melahirkan secara normal?"


"Maksudnya?" Mom Hera belum bisa menangkap dengan jelas maksud dari ucapan suaminya.

__ADS_1


Entah mom Hera benar-benar tidak paham atau hanya pura-pura tidak paham namun yang jelas itu membuat dad Tonny gemas, dad Tonny akhirnya memperjelas ucapannya "Maksudku, apa Delia akan menyiksa putra kita sama seperti kau menyisaku dulu? Tapi rasanya Delia tidak sebar-bar itu, tentu hal itu tidak akan terjadi kalaupun persalinannya normal"


Seketika mom memicingkan matanya ke arah dad Tonny "Itu bukan penyiksakan, memang kita harus saling berbagi rasa jangan hanya ingin enaknya saja"


"Iya, terserah kau saja"


Diatas brankar sana Delia tersenyum melihat interaksi antara ayah dan ibu mertuanya, beruntungnya dia saat ini bisa menjadi bagian dari keluarga Abraham memiliki ayah dan ibu mertua yang begitu hangat dan sangat menyayanginya.


Tak lama dokter dan perawat datang karena sebentar lagi operasi akan dilakukan "Sebentar lagi operasinya akan dilakukan, apa nona sudah siap?"


Cemas, itulah yang Delia rasakan begitu memasuki ruang persalinan hingga genggaman tangannya pada tangan Gino semakin mengerat seiring kecemasannya yang semakin sulit untuk dia kendalikan.


"Rilex, percayalah semua akan baik-baik saja" Delia menatap lekat mata Gino, sorot mata itu seolah memancarkan ketenangan hingga perlahan perasaan cemas itu memudar.

__ADS_1


Lagi Delia hanya mengangguk, entahlah lidahnya seakan kelu seiring dengan bulir bening yang menetes dari kedua pelupuk matanya.


Kini operasi persalinan sedang dilakukan, Gino tak pernah melepas genggaman tangannya dengan terus memberikan kecupan dipucuk kepala Delia berharap bisa memberinya ketenangan.


Sementara diluar sana para orang tua terlihat begitu gelisah, menanti kelahiran cucu pertama mereka.


Setelah hampir dua jam akhirnya suara merdu tangisan bayi pun terdengar, pandangan Gino langsung tertuju pada bayi mungil yang kini berada ditangan seorang dokter.


"Sayang, anak kita sudah lahir. Terima kasih sayang" Kecupan bertubi-tubi mendarat sempurna diwajah Delia, siapa lagi pelakunya kalau bukan Gino. Rasanya hari ini dia telah menjadi manusia paling bahagia didunia, rasanya masih seperti mimpi dia sudah menjadi seorang ayah.


Begitupun dengan Delia, rasa takut dan cemas sirna seketika begitu terdengar tangisan malaikat kecilnya yang begitu merdu menyentuh pendengarnnya.


"Selamat tuan, bayi anda laki-laki" Setelah dibersihkan seorang perawat menyerahkan bayi itu pada Gino, jantungnya berdebar begitu kencang begitu menatap bayi mungil yang kini tengah menggeliat dalam gendonganya.

__ADS_1


"Welcome to the world baby boy" Gino mengecup wajah putranya dan saat itu juga airmatanya luruh.


__ADS_2