DELIA ( Terpaksa Menikah )

DELIA ( Terpaksa Menikah )
BAB 68


__ADS_3

Setelah beberapa hari menjalani perawatan pasca melahirkan akhirnya hari ini Delia sudah bisa pulang, saat ini Gino sedang memasukan beberapa lembar pakaian kedalam tas dan disana juga ada Roxy, papa Joy, dan Tonny dan mom Hera yang sedang menggendong baby Raja.


"Akhirnya selesai juga" Gino menutup resleting tas ranselnya kemudian menyerahkannya pada Roxy.


"Yakin tidak ada lagi yang tertinggal?" Tanya Delia berusaha untuk memastikan.


"Hm, tidak ada. Semuanya sudah beres"


Merekapun meninggalkan ruang rawat dengan berjalan beriringan, untuk Delia sendiri dia berjalan mengguanakan kursi roda dengan Gino yang mendorongnya.


Saat melewati lorong rumah sakit tanpa sengaja mereka berpapasan dengan Netta, namun ada hal yang membuat Delia merasa aneh kenapa Netta begitu gugup seperti ada hal yang sedang dia sembunyikan, Delia jadi penasaran apa lagi tadi Delia melihat ada kertas putih ditangan sahabatnya. Dilihat dari wajahnya yang pucat mendadak pikiran Delia pun jadi cemas, apa mungkin Netta mengidap penyakit serius? Entahlah Delia berharap semoga Netta baik-baik saja.

__ADS_1


"Sayang kamu kenapa?" Gino penepuk pelan bahu Delia, selama perjalanan dari rumah sakit menuju rumah Delia terlihat melamun bahkan kadang saat Gino mengajaknya berbicara pun Delia tidak menyahut sama sekali.


Mendapat tepukan lembut dibahunya, Delia pun tersadar dari lamunannya "Aku, aku tidak apa-apa"


"Benarkah, lalu kenapa melamun hm, apa yang sedang kau pikirkan?"


"Itu, sebenarnya aku merasa aneh dengan Netta. Kamu lihat tadi, dia seperti sedang menyembunyikan sesuatu tidak biasanya Netta segugup itu saat denganku, wajahnya juga terlihat sangat pucat. Aku takut dia sedang tidak baik-baik saja"


"Hm, terima kasih" Delia tersenyum penuh haru, Gino memang selalu bisa menenangkannya dia pun mengahmburkan tubuhnya kedalam pelukan sang suami.


Dari depan sana Roxy melirik melalui kaca spion, mendadak pikirannya mulai berkecamuk. Apa mungkin suatu saat nanti dia bisa menemukan kebahagiaan srperti yang Gino rasakan saat ini, namun entahlah sampai detik ini belum ada gadis yang mampu menggetarkan hatinya walau banyak yang berusaha untuk mendekatinya namun tetap saja tidak ada satupun yang bisa memberinya kenyamanan.

__ADS_1


Setelah sekian menit perjalanan akhirnya mobil mereka sampai juga dikediaman keluarga Abraham, atas usulan mom Hera akhirnya untuk sementara waktu Gino dan Delia akan tinggal disana, alasannya tentu saja Gino merasa khawatir meninggalkan Delia sendirian dirumah saat nanti dirinya bekerja. Dan untuk masalah pengasuh, Delia tidak ingin menggunakan jasanya, walau usianya masih terbilang muda namun ia merasa mampu mengurus baby Raja tanpa jasa babysister apa lagi ada mom Hera yang akan membantunya.


"Istirahat dulu sayang, kamu pasti lelah"


"Ya mom, terima kasih"


"Sama-sama cantik" Mom hera menuntun Delia menuju kamar yang sudah dia persiapkan dua hari yang lalu saat Delia masih berada dirumah sakit. Kamar yang begitu luas, sudah dilengakapi ranjang bayi dan pernak pernik lainnya, mom Hera benar-benar sudah menyiapkan segalanya.


"Bagaimana kamu suka?" Tanya mom Hera.


"Suka mom, sangat suka malah"

__ADS_1


Mom Hera berkekeh melihat eksperi wajah menantunya, benar-benar terlihat menggemaskan. Pantas saja putranya begitu tergila-gila pada gadis ini, mom Hera benar-benar tidak menyangka jika putranya yang dingin bagikan kulkas dua pintu itu kini berubah jadi manusia bucin akut.


__ADS_2