DELIA ( Terpaksa Menikah )

DELIA ( Terpaksa Menikah )
BAB 20


__ADS_3

"Apa aku terlihat sedang bercanda?"


Mom Hera menelisik wajah sang suami dan didetik berikutnya senyum lebar terukir diwajah cantiknya.


"Ck, kenapa kau malah tersenyum?"


"Tentu saja karna aku merasa bahagia, bukankah ini adalah berita baik yang sudah lama kita tunggu? Ah rasanya aku tidak percaya, sekarang mimpiku jadi kenyataan"


Pria paruh baya itu menghela nafas "Tapi bukan dengan cara seperti ini, bahkan dia tidak melibatkan kita dalam pernikahnnya"


"Aku tidak peduli dengan cara putra kita, yang penting sekarang putra kita sudah menikah" Sahut Mom Hera kemudian berlalu dari ruangan tersebut dengan perasaan bahagianya seolah dirinya baru saja mendapat sebuah harta karun yang sangat berharga.


Sementara Dad Tonny masih dilanda kekesalan atas tingkah dua manusia yang sangat berharga dalam hidupnya, ia merogoh saku celnanya mengambil sebuah ponsel kemudian menghubungi seseorang.


"Katakan pada bosmu, suruh dia untuk menemuiku hari ini juga!" setelah mengucapkan kalimat perintahnya ia memutuskan panggilan tersebut dan berlalu menuju ruang tengah dimana ia akan mengunggu seseorang disana.


...****************...


"Tuan, tuan besar meminta anda untuk segera pulang hari ini juga!" Ucap Roxy seketika mengalihan perhatian bosnya.


"Katakan pada Daddy, aku tidak akan datang jika ini menyangkut tentang Elena!"

__ADS_1


"Seperinya ini tidak ada hubungannya dengan Nona Elena, sepertinya ada hal yang lebih penting ingin disampaikan tuan besar pada anda"


Gino meletakan berkas yang ada ditanggannya lalu bangkit dari kursi kebesarannya "Baiklah, kita kesana sekarang!"


...****************...


Setelah menunggu hampir satu jam akhirnya orang yang ditunggu muncul juga dihadapannya, tanpa basa-basi Dad Tonny memberikan sebuah berkas hasil penyelidikan martin kepada putranya "Jelaskan pada Daddy kenapa kau melakukan hal itu?"


Dengan santainya Gino membaca berkas tersebut "Jadi Daddy sudah tau?" bukan hal yang sulit untuk Daddynya mencari informasi sekecil ini.


"Ya, dan sekarang kau harus menjelaskannya!"


"Bukankah semuanya sudah jelas, bahkan diberkas ini juga tertulis data lengakap gadis yang aku nikahi jadi tidak ada lagi hal yang harus aku jelaskan!" Sahut Gino dengan santainya.


"Untuk apa?" Gino menjawab dengan wajah datarnya.


Mom Hera yang gemas dengan jawaban putranya akhirnya memukul pundak putranya dengan keras "Tentu saja untuk kau perkenalkan pada mommy dan daddy, ya kan dad?" Mom Hera melirik suaminya, Dad Tonny yang dilirik hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban.


"Tidak sekarang mom, aku akan membawanya kemari tapi nanti"


"Baiklah jika kau tidak mau membawanya kemari maka mommy sendiri yang akan datang menemuinya, dan mommy tidak ingin mendengar alasan apapun darimu!" Untuk kali ini mom Hera tidak ingin dibatah oleh putranya.

__ADS_1


Gino tidak menyahuti perkataan mommynya, ia memilih bangikt dari duduknya tanpa sepatah katapun melangkahkan kakinya hendak berlalu dari hadapan kedua orang tuanya.


"Mau kemana kau? Kami belum selesai berbicara" Ucap mom Hera dan Dad Tonny secara bersamaan ketika melihat sang putra hendak berlalu dari hadapan mereka.


Sejenak pria tampan itu menghentikan langkahnya ia menoleh kearah mommy dan daddynya "Bukankah semuanya sudah selesai?, maaf aku ada urusan lain dan aku tidak bisa berlama-lama disini" Sahutnya kemudian berlalu pergi meninggalkan kedua orang tuanya yang terlihat kesal.


...****************...


Delia baru saja menyelesaikan kelasnya, ia memasukkan buku-bukunya kedalam tasnya dan tiba-tiba ada seseorang dari arah belakang menutup kedua matanya.


"Siapa?" Pekiknya dengan terkejut, namun detik berikutnya ia tersenyum saat mencium aroma parfum yang begitu familiar di indra penciumannya "Daniel, aku tau itu kau" Ucapnya seraya membalikan tubuhnya.


Pria itu mengerucutkan bibirnya kesal, selalu saja seperti ini. Delia bisa dengan mudah mengenalinya "Kenapa kau selalu tau kalau itu aku? Bisakah kau pura-pura tidak mengenaliku? " Daniel memasang wajah pura-kecewanya.


Delia terkekeh dengan tingkah kekasihnya "Mana mungkin aku tidak mengenalimu, bahkan aku sudah hapal betul suara langkah kakimu"


"Benarkah?"


"Tentu saja"


"Eemm baiklah karna aku kalah jadi bagaimana kalau sebelum pulang aku akan mengajakmu makan, bagaimana?" Daniel mengulurkan tangannya meminta sang kekasih ikut bersamanya.

__ADS_1


Delia tertawa ia menerima uluran tangan sang kekasih "Bilang saja kalau kau ingin lebih lama bersamaku!"


Mereka berlalu pergi meninggalkan kampus dengan bergandengan tangan sesekali mengeluarkan tawa bahagianya, tanpa mereka sadari seseorang sedang memperhatikan mereka dari jarak yang tidak terlalu jauh.


__ADS_2