
Gunung Phoenix
“Berhasil!” Jian Chen tersenyum lebar saat menatap dua benda kecil yang mirip dengan pil. Ia tau bahwa itu hampir tidak memenuhi syarat sebagai pil, tetapi efeknya sudah pasti sangat hebat karena ia menciptakannya dengan bantuan Kristal Ungu Abadi.
“Apakah benda aneh ini bisa membuat kita mencapai Martial Grand Master setelah mengkonsumsinya?” Tanya Xiao Yu penasaran.
“Tentu saja. Aku menyebutnya sebagai Pil Matahari, mengandung unsur panas luar biasa. Dengan unsur panas, khasiat di dalam pil ini akan sangat cepat larut dan diserap oleh tubuh. Jika para kultivator Martial Grand Master melihat pil ini, mungkin mereka akan gila!” ujar Jian Chen dengan mata berbinar.
“Oh...” Xiao Yu tidak terlalu bersemangat seperti Jian Chen karena ia sudah sering melihat sesuatu yang baru dari Jian Chen dan semuanya cukup luar biasa.
“Kenapa responmu seperti itu?” Jian Chen sedikit tidak puas lalu menyerahkan satu pil Matahari kepada Xiao Yu.
Jian Chen langsung duduk bersila di tempat dan melempar pil Matahari ke dalam mulutnya. Ia pun menutup matanya dan langsung berkultivasi.
“Kenapa responku seperti itu?” Xiao Yu mendengus kecil lalu duduk bersila, mengabaikan Jian Chen yang masih memasang wajah sedikit tidak puas lalu melempar pil ke dalam mulutnya.
“Panas..” Batin Xiao Yu. Tetapi ia dapat merasakan bahwa apa yang dikatakan Jian Chen benar. Dengan menggunakan suhu panas, khasiat dalam pil lebih mudah dilarutkan lalu dicerna cukup gampang oleh tubuh.
Untuk Jian Chen, menggunakan Kristal Ungu Abadi, kecepatan penyerapan khasiat pil Matahari di dalam tubuhnya berlipat ganda dalam sekejap. Ia dapat merasakan semua sel-sel dalam tubuhnya semakin aktif oleh qi melimpah.
Jian Chen dapat merasakan bahwa adanya penghalang tertentu di beberapa titik meridian miliknya. Ia mengetahui bahwa ketika titik itu dibuka, aliran qi yang lebih deras akan mengaliri seluruh tubuhnya.
Ini seperti tubuhnya adalah sebuah cangkang besar diisi oleh qi. Tetapi jumlahnya kecil karena pintu yang terbuka sangat sedikit. Dan ketika beberapa titik yang menjadi pintu terbuka, cangkang besar itu akan diisi oleh lebih banyak qi.
__ADS_1
“Qi untuk Martial Master dan Martial Grand Master cukup berbeda. Untuk para kultivator yang ingin menembus belenggu tersebut, bukan hanya qi yang dibutukan. Tetapi kesempatan tertentu untuk mendobrak pintu ke dunia baru.” Batin Jian Chen.
Aura berwana biru menyelimuti tubuh Jian Chen. Kali ini qi-nya tampak berubah, tidak seperti sebelumnya yang hanya berbentuk gas. Kali ini, aliran qi yang keluar tampak seperti untaian rambut yang sangat tipis, hampir tidak terlihat dengan mata telanjang.
Jian Chen sangat yakin bahwa jika ia memadatkan untaian qi itu dalam sebuah serangan, dibandingkan dengan kekuatannya sebelumnya, bisa dikatakan bahwa peningkatan daya hancur meningkat lebih dari empat kali lipat.
Bisa di bayangkan betapa besarnya celah Martial Master dan Martial Grand Master.
Biasanya, perbedaan antara Martial Master tahap kedelapan dan Kesembilan tidaklah jauh, itu bisa dilampaui oleh teknik bertarung dan aspek lainnya. Tetapi ketika membandingkan Martial Master tahap Kesembilan dan Martial Grand Master tahap pertama, perbedaan celahnya sangat lebar.
Bussssh!
Qi berwarna biru langit meletus ke segala arah. Itu adalah untaian qi yang sangat tipis, dan ini juga tanda bahwa qi Jian Chen berubah dari bentuk gas menjadi sebuah untaian. Dan disaat itu juga, ia mendengar suara renyah di kepalanya tanda bahwa ia menembus batasan tubuhnya.
“Martial Grand Master tahap pertama!” Batin Jian Chen dengan senyum kecil diwajahnya. Ia membuka matanya perlahan dan merasa sangat segar. Lonjakan kekuatan yang ia peroleh membuatnya sedikit mabuk tetapi itu langsung buyar ketika mendengar suara seseorang.
“Apakah kau sudah selesai?”
Jian Chen tanpa sadar menatap ke arah sumber suara dan ia pun terdiam karena tidak bisa berkata-kata.
Tentu saja suara itu adalah suara Xiao Yu yang telah selesai berkultivasi. Jian Chen hanya bisa menghela nafas panjang karena tampaknya dengan bantuan Kristal Ungu Abadi, kecepatannya dalam berkultivasi masih sedikit lebih rendah dari pada jenius monster seperti Xiao Yu.
“Ya, sudah selesai.” Jian Chen membalas dengan nada sedikit lelah.
__ADS_1
“Pil yang kau berikan memang cukup luar biasa. Dalam waktu kurang dari satu jam, aku langsung menembus tingkat Martial Grand Master tahap pertama.” ucap Xiao Yu dengan wajah gembira.
Jian Chen hanya mengabaikan kegembiraan Xiao Yu dan menatap ke arah pecahan kuali miliknya.
“Ketika aku mencapai kota besar, aku harus mencari kuali yang bagus. Kemampuanku menciptakan kuali alkemis cukup buruk.” Batin Jian Chen. Setelah itu, ia berdiri dan mengambil Hui-Ying yang masih tertidur dengan pulas dan menaruhnya di dalam pakaiannya.
“Jian Chen, ada yang mendekat!” ucap Xiao Yu karena ia merasakan aura tertentu.
Mata Jian Chen sedikit menyipit karena ia juga telah melacak di waktu yang bersamaan. Ia harus mengakui bahwa jika ia tidak menggunakan Kristal Ungu Abadi, mungkin kemampuan pelacakan nya hanya setara dengan Xiao Yu.
Jian Chen dan Xiao Yu menatap ke arah sumber aura yang mendekat. Keduanya tiba-tiba saling memandang dengan wajah aneh lalu menatap kembali ke arah depan.
“Jian Chen, apakah aku tidak salah mengingat? Bagaimana bisa dia sampai di tempat ini?” Tanya Xiao Yu heran. Ia tidak akan lupa bahwa dirinya pernah di tampar oleh Lei Zhu hingga ia tertanam di dinding rumah seseorang.
Jian Chen hanya diam karena ia langsung mengerti kenapa ia merasakan aura yang familiar karena aura yang ia lacak ketika masuk ke dalam tempat itu adalah aura Lei Zhu.
Krak! Krak!
Xiao Yu meremas tinju tangan kanannya lalu menghasilkan suara renyah. Wajahnya tampak sedikit garang saat ini karena ia sangat ingin untuk menindas Lei Zhu.
“Huh.. akhirnya kita bertemu lagi dengannya. Ini kesempatan bagus untuk membalas tamparan yang dia berikan dahulu!” ucap Xiao Yu dengan wajah garang.
Jian Chen semakin terdiam saat mendengar apa yang dikatakan oleh Xiao Yu karena ia juga ingat dengan jelas bahwa Xiao Yu pernah di tampar seperti Seekor lalat oleh Lei Zhu hingga Xiao Yu tertanam di dinding kayu kediaman seseorang.
__ADS_1
Tanpa sadar, Jian Chen menatap ke arah Lei Zhu dan ia merasa sedikit kasihan. Walaupun kekuatan Lei Zhu membuatnya sedikit terkejut, tetapi saat ini jika Lei Zhu bertemu dengan Xiao Yu, maka Lei Zhu akan menerima tamparan yang pasti akan membuat Lei Zhu tertanam di permukaan tanah.