
Hutan Kematian
Ku Zuo tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Ia merasa seperti orang bodoh saat ini, hanya dalam waktu lebih dari dua tahun, Jian Chen telah mencapai tingkat kultivasi Martial Master tahap kedelapan. Itu adalah jenius tingkat tinggi. Saat ini, ia menyesal karena tidak melihat lebih dalam tentang Senjata Kelahiran milik Jian Chen.
Seharunya ia sangat sadar bahwa Senjata Kelahiran berbentuk pedang yang memiliki sarung pedang tidak akan sederhana. Ku Zuo yang mengetahui itu hanya bisa menghela nafas panjang. Tidak mungkin meminta Jian Chen untuk masuk ke Sekte Roh Agung setelah ia memberi lebel sampah pada Jian Chen pada waktu itu.
Sementara itu, Jian Chen mengalihkan pandangannya setelah memeriksa semua kultivator yang ada di sana. Ia pun menatap kembali ke arah Istana Raksasa Putih di depannya dengan seksama.
Istana Putih tersebut tampak sangat unik, dengan banyak menara pengintai. Selain dari itu, terlihat beberapa ornament aneh, seperti gambar-gambar yang menceritakan kehidupan manusia, tidak hanya itu, bahkan banyak gambar-gambar hewan lainnya.
Gerbang istana raksasa terbuat dari sebuah kayu, dengan lapisan besi, kemungkinan agar tidak mudah dibobol.
Apa yang menjadi pemikiran Jian Chen saat ini adalah, kenapa Istana Putih tersebut muncul ke permukaan. Ia sangat yakin sebelumnya istana tersebut tertanam di dalam tanah, kemunculannya lah yang menyebabkan cahaya yang sangat menyilaukan seperti rumor yang beredar.
“Semuanya!” Seorang kultivator pun berteriak, dia tidak lain adalah kultivator yang menjadi tangan kanan Yan Gong, dengan basis kultivasi Martial Grand Master tahap keempat.
Tatapan semua kultivator yang ada di sana tertuju pada bawahan Yan Gong yang bernama Lu Piao.
Saat semua mata tertuju padanya, Lu Piao pun berbicara kembali dengan nada lumayan keras. “Ini pastilah sesuatu yang muncul menurut rumor yang beredar, yaitu cahaya putih yang menyelimuti Hutan Kematian. Istana ini pasti memiliki sesuatu yang spesial, kalian pasti menyadarinya bukan. Oleh karena itu, aku memberi saran agar semua kultivator yang ada di sini menyerang pintu istana ini bersama-sama.”
Para kultivator yang ada di sana mengangguk karena memang benar bahwa semula kultivator yang tiba di sana tau bahwa mereka tidak akan bisa mendobrak pintu gerbang istana dengan jumlah kultivator yang sedikit.
“Jika kalian semua setuju, persiapkan teknik terkuat yang kalian miliki. Ketika aku memberi aba-aba, kita akan menyerang bersama!” Lu Piao berbicara dengan nada lebih kuat lagi saat menatap semua kultivator yang ada di sana lalu ia berbalik perlahan.
Sebenarnya, banyak kultivator yang tidak senang diberi perintah. Tetapi mereka tetap menahannya demi mendapatkan sesuatu yang berharga di dalam istana raksasa tersebut.
Aura semua kultivator pun membesar seketika. Semua dari mereka menggunakan Wujud Kelahiran dan beberapa dari mereka menggunakan Senjata Kelahiran seperti Jian Chen, Xiao Yu dan Xin bersaudara.
__ADS_1
Ketika semua kultivator di sana telah bersiap-siap, Lu Piao pun berteriak sekuat tenaga sambil mengayunkan lengannya sekuat tenaga untuk melancarkan serangan jarak jauh.
“Serang!”
Wusssh! Wusssh!
Segala jenis serangan pun bergerak dengan kecepatan tinggi ke arah pintu istana raksasa tersebut.
Jian Chen dan Xiao Yu tentu saja menyerang walaupun itu hanya serangan biasa karena keduanya malas menggunakan qi dalam jumlah yang besar.
Bom! Bom! Bom!
Ledakan beruntun terus-menerus terdengar di pintu raksasa tersebut saat semua serangan mengenai target.
Ketika qi berwarna-warni perlahan lenyap, terlihat gerbang istana yang telah roboh sebagian yang membuat semua kultivator yang ada di sana terkejut karena dengan banyaknya kultivator, gerbang tersebut hanya hancur sedikit.
Tanpa ada aba-aba, semua kultivator pun langsung berlari dengan kecepatan penuh mereka ke arah dalam istana tidak terkecuali untuk Jian Chen dan Xiao Yu karena mereka tentu ingin mengambil benda-benda berharga yang ada di dalam istana.
Istana sebesar itu pasti akan menyimpan banyak benda berharga, sudah bisa dipastikan bahwa zaman dahulu, Hutan Kematian adalah sebuah Kerajaan, tetapi telah runtuh.
Semua kultivator masuk satu per satu ke dalam, kultivator yang berada paling depan tidak menunggu lama lagi dan terus masuk ke dalam walaupun sangat banyak ruangan-ruangan dalam aula istana.
Jian Chen yang telah masuk belakang langsung mengaktifkan Kristal Ungu Abadi untuk melacak segala sesuatu yang ada di dalam istana tersebut. Menggunakan benda tersebut, ia bisa melihat sekitar 40-50% wilayah dalam istana.
Ketika memeriksa, Jian Chen menaikkan alisnya karena memang sangat banyak benda berharga terutama koin emas.
Apa yang ingin diincar oleh Jian Chen bukan koin emas, tetapi benda yang lebih berharga. Pelacakannya kini tertuju ke arah tertentu yang tidak di datangi oleh para kultivator karena mereka lebih suka masuk ke ruangan ataupun menaiki lantai berikutnya istana tersebut.
__ADS_1
“Jian Chen! Ayo cepat! Nanti kita tidak mendapatkan apa-apa!” Teriak Xiao Yu tidak puas karena Jian Chen berlari dengan santai.
Wajah Jian Chen berkedut sedikit ketika mendengar teriakan Xiao Yu. Tetapi tatapannya kini tertuju ke arah tertentu karena tidak mungkin bersaing dengan kultivator lainnya yang mencapai tingkat Martial Grand Master. Kecepatannya dan Xiao Yu masih lebih rendah.
“Xiao Yu, lewat sini!” Ketika semua kultivator lainnya telah memasuki ruangan tertentu dan menaiki tangga, Jian Chen pun langsung meningkatkan kecepatannya lalu bergerak ke arah tertentu.
Xiao Yu merasa bingung, tetapi ia tidak bertanya dan hanya mengikuti Jian Chen.
Jian Chen yang memimpin Xiao Yu, mencapai lorong tertentu yang lumayan gelap. Tanpa membuang waktu, ia pun berlari ke arah dalam dan itu merupakan anak tangga menuju ke arah bawah.
Ketika Xiao Yu ingin protes tentang tempat yang ingin mereka tuju, kata-katanya tidak sempat keluar saat Jian Chen berbicara.
“Xiao Yu, di bawah sana pasti ada sesuatu yang berharga. Aku bisa melacaknya!” ucap Jian Chen saat melompat ke arah bawah, dan ketika ia mendatar, ia langsung berlari kembali ke arah anak tangga yang berbelok ke samping.
Perkataan Jian Chen membuat Xiao Yu sedikit terkejut. Tetapi, mengingat kembali kemampuan pelacakan Jian Chen yang luar biasa, ia pun hanya mengikuti dalam diam.
Tidak ada yang menyadari Jian Chen dan Xiao Yu memasuki ruang bawah tanah karena semua kultivator yang masuk sedang dalam suasana hati gembira karena mengambil banyak benda berharga.
Tidak lama kemudian, anak tangga yang dilewati oleh Jian Chen dan Xiao Yu pun habis. Keduanya sampai di ruangan yang sangat gelap.
“Weaouu..” Hui-Ying menggeram sedikit saat ia melompat keluar. Tubuhnya perlahan bersinar, dan itu adalah sinar biru langit yang sangat terang. Apa yang dikatakan olehnya adalah tempat itu sangat gelap.
“Bagus Hui-Ying.” Jian Chen sangat puas dengan Hui-Ying yang mudah diajak bekerja sama walaupun ia tidak tau bahwa Hui-Ying hanya takut dengan tempat gelap.
Ketika tempat tersebut terlihat sepenuhnya, Xiao Yu mematung di tempat karena apa yang ia lihat membuatnya menelan ludah.
Bahkan Jian Chen hanya bisa diam saat menatap banyak kotak persegi panjang yang sudah ia duga sebagai peti mati.
__ADS_1