
Hutan Kematian, Istana Putih
Jian Chen dan Xiao Yu saat ini sedang berada di ruang bawah tanah. Karena kehadiran Hui-Ying, tempat gelap itu pun menjadi terang.
Apa yang dilihat oleh Jian Chen dan Xiao Yu membuat keduanya tercengang karena tidak menyangka bahwa tempat yang mereka masuki adalah tempat penyimpan peti mati.
“Jian Chen, apakah kita tidak memasuki ruangan yang salah?” Tanya Xiao Yu tidak puas ke arah Jian Chen. Ia tidak mengerti mengapa Jian Chen menuntunnya ke tempat penyimpan peti mati. Dari debu-debu yang ada di sekitar peti mati, ia telah membuat spekulasi bahwa semua peti itu adalah peti mati dan semua mayat yang ada di sana telah menjadi abu.
“Tidak. Ini bukan tempat yang salah.” Jian Chen menyipitkan matanya saat menatap beberapa peti yang mengeluarkan aura misterius ketika ia memeriksa sekali lagi menggunakan Kristal Ungu Abadi.
Sebelum Xiao Yu berbicara, Jian Chen pun menghampiri salah satu peti yang ia deteksi mengeluarkan aura unik. Sesampainya di depan peti tersebut, ia pun langsung mendorong peti yang terbuat dari batu berwarna hitam.
Brak!
Ketika Jian Chen membuka peti mati, tutup yang terbuat dari bebatuan pun langsung terjatuh lalu hancur berantakan. Bebatuan tersebut pasti sangat kuat dahulu, tetapi pasti rapuh karena lamanya waktu berlalu. Tetapi jika tidak dipegang, itu tidak akan hancur sama sekali. Lalu ia juga bertanya-tanya kenapa semua peti mati di si tempat itu tidak hancur ketika istana putih tersebut keluar dari dalam tanah.
Peti mati yang terbuat dari batu hitam yang dibuka oleh Jian Chen, berisi mayat seseorang yang kini telah menjadi tengkorak. Tetapi, masih ada pakaian yang digunakan. Selain itu, ada sebuah kalung di leher tengkorak tersebut dan itulah asal dari aura yang dilihat oleh Jian Chen secara samar.
Tanpa tahu malu, Jian Chen pun langsung merampok kuburan seseorang. Ia mengambil kalung tersebut yang membuat tulang leher tengkorak tersebut patah.
“Ini..” Jian Chen memasang ekspresi sangat serius ketika melihat kalung berwarna putih dengan sedikit corak emas. Ia dapat merasakan sesuatu yang menyegarkan dari kalung tersebut.
“Perhiasan?” Xiao Yu yang datang ke sebelah Jian Chen memasang wajah heran ketika menatap kalung di tangan Jian Chen.
“Cobalah pakai ini. Kau pasti akan merasakan efek tertentu darinya.” ucap Jian Chen saat ia memakaikan kalung untuk Xiao Yu.
__ADS_1
Xiao Yu mematung di tempat dan ada sedikit rona merah di pipinya tanpa sadar. Setelah itu ia pun kembali normal seolah-olah hal itu tidak pernah terjadi.
“Apakah kau merasakannya?” Tanya Jian Chen dengan seringai lebar diwajahnya karena ia tau betapa berharganya perhiasan tersebut.
“Ya. Merasa tubuhku lebih segar dan rasa lelah di tubuhku pulih lebih cepat dari pada sebelumnya.” Xiao Yu terkejut dengan efek yang dihasilkan oleh perhiasan tersebut. Ia saat ini sadar bahwa Jian Chen memang tidak salah memasuki ruangan karena sudah pasti akan banyak benda berharga yang di tinggalkan di peti mati.
Tatapan Xiao Yu menyapu semua peti mati karena merasa bahwa ia akan mendapatkan benda berharga lainnya dari peti-peti tersebut.
Karena tau bahwa mereka tidak bisa membuang waktu, Jian Chen dan Xiao Yu pun langsung membuka semua peti mati. Keduanya kini telah berubah menjadi pencuri kuburan.
Jian Chen yang sedang bergerak masih memperhatikan tempat yang mengeluarkan aura paling banyak, dan itu adalah sebuah pintu di ujung ruangan besar yang berisi banyak peti mati batu.
“Jian Chen! Lihat, aku menemukan armor yang sangat sangat ringan. Ketika aku mencoba membelahnya dengan Belati, itu tidak tergores sama sekali. Aku yakin bahwa kerangka ini sebelumnya adalah seorang pejuang!” Seru Xiao Yu saat mengangkat armor yang tampak berwarna merah muda yang sangat tipis, tetapi armor itu biasanya akan digunakan di dalam pakaian.
“Pakailah. Tampaknya bahan pembuatan armor ini juga membuat bahan menjadi elastis sehingga bisa gunakan bahkan jika tubuh mencapai tinggi lima meter sekalipun.” ucap Jian Chen saat menarik-narik armor tipis yang ia ambil dari Xiao Yu.
Jian Chen tidak peduli sama sekali dan ia pun langsung membuka peti lainnya untuk melihat apa yang akan ia dapatkan.
Sedangkan untuk Xiao Yu, ia diam-diam memakai armor tersebut ketika Jian Chen sedang sibuk membuka peti mati batu.
Ketika Jian Chen membuka peti mati yang mengeluarkan aura lumayan kuat dari dalamnya di sudut ruangan, ia melihat benda yang membuat matanya berbinar.
Tanpa membuang waktu, Jian Chen pun mengambil sepasang sepatu berwarna hitam bercampur biru muda. Ia pun langsung mencoba sepatu itu dan ketika ia memakainya, ia seperti merasa tidak menggunakan sepatu sama sekali karena tidak adanya berat, selain dari itu, kualitas sepatu tersebut sangatlah kuat. Mungkin setara dengan armor yang di dapat oleh Xiao Yu.
Selain itu, ketika Jian Chen mengaliri qi-nya ke sepatu, ia merasakan tubuhnya sedikit lebih ringan.
__ADS_1
“Sialan! Sepatu ini sungguh ajaib karena kemungkinan mampu meningkatkan kecepatan sebesar 10%!” Jian Chen tidak bisa tidak berseru karena benda seperti inilah yang ia cari.
“Hm? Apakah sepatu itu sama seperti armor yang aku temukan sebelumnya yang dapat meningkatkan pertahanan? Tampaknya kau sangat beruntung Jian Chen. Lihat, apa yang aku temukan.” Xiao Yu menunjukkan sebuah sarung tangan. Terapi itu hanya digunakan sebelah kanan.
Sarung tangan berwarna hitam sedikit pucat itupun menarik perhatian Jian Chen. Ia tau bahwa itu pasti sarung tangan untuk pria. Ia pun tanpa tau malu langsung mengambilnya lalu menggunakannya di tangan kanannya.
“Oh? Ini juga merupakan benda yang menarik. Aku dapat memusatkan qi lebih baik dari sebelumnya. Tampaknya sarung tangan ini memiliki kegunaan pengumpulan qi ke titik yang lebih tinggi.” ujar Jian Chen dengan senyum kecil diwajahnya.
“Semua peti telah dibuka. Apakah kita akan ke permukaan lalu menyusuri istana?” Tanya Xiao Yu. Ia tentu akan memberikan sarung tangan kepada Jian Chen karena tidak mungkin menggunakannya. Lagi pula, itu tidak cocok untuknya, ia lebih memilih benda yang sama seperti kalung yang dapat membuat kelelahan lebih cepat pudar.
“Ada satu tempat lagi sebelum kita naik ke atas.” Jian Chen pun bergegas menuju pintu di sudut ruangan. Walaupun itu tidak terlihat, ia dapat melihat menggunakan Kristal Ungu Abadi bahwa itu disembunyikan dengan sengaja.
Xiao Yu sedikit bingung. Tetapi ia tidak bertanya sama sekali dan langsung mengikuti.
Sesampainya di dinding yang tampak menjadi jalan buntu, Jian Chen pun langsung mengaliri qi-nya ke telapak kakinya lalu menendang ke arah depan.
Brak!
Dinding tersebut langsung roboh, tetapi itu hanya lapisan tipis dinding, di belakangnya terdapat pintu masuk lain di jarak dua meter dari dinding.
“Jalan rahasia?” Xiao Yu sedikit terkejut dan langsung bersemangat karena sudah pasti akan ada benda berharga di dalam sana.
Jian Chen pun berjalan ke depan pintu lalu menendangnya sekali lagi dan pintu tersebut langsung roboh.
Hui-Ying yang berada di dekat Jian Chen langsung melompat ke dalam lalu ruangan yang tidak terlalu luas itupun langsung terang.
__ADS_1
Ketika Jian Chen dan Xiao Yu menatap ke arah dalam, keduanya terkejut dan mata mereka langsung cerah seketika. Sebab, di ujung ruangan, terlihat tengkorak dalam posisi duduk dengan mahkota diatasnya.