Dewa Pedang Azure

Dewa Pedang Azure
Undangan


__ADS_3

Sraing!


Darah yang sangat banyak pun menyemprot seketika saat Jian Chen memenggal lengan pria kekar yang mencoba memukulnya.


“Arrrgggh!” Pria kekar itupun berteriak keras saat lengan kanannya di potong layaknya sebuah sayuran oleh Jian Chen. Rasa sakit seperti itu sungguh tidak tertahankan bagi siapapun.


“Apa?” Pemuda yang mengumpulkan upeti sebelumnya pun terkejut karena Jian Chen menebas ke arah para bawahannya dengan kecepatan yang sangat tinggi. Ia mengerti bagaimana bisa seseorang secepat itu, dan itu tentu menggunakan qi diseluruh jaringan tubuh untuk mempercepat gerakan, reaksi dan yang lainnya.


Crek!


Jian Chen pun menaruh Pedang Azure ke leher pria kekar yang ia penggal lengannya sebelumnya. “Apakah kau masih ingin mencoba?”


Pria kekar yang telah kehilangan lengan kanannya pun memasang wajah yang sangat pucat. Ia sangat paham bahwa Jian Chen bukanlah seorang anak biasa.


Bahkan untuk nenek tua yang sedang ketakutan awalnya pun langsung terkejut dan melebarkan matanya. Ia sangat paham bahwa Jian Chen adalah seorang kultivator juga. Dan profesi kultivator sangatlah kuat di mata para rakyat biasa.


“Apa kau tidak tau urusan siapa yang coba kau campuri?” Pemuda itupun bertanya dingin karena tau bahwa jika ia bertarung dengan Jian Chen, ia tidak bisa menebak apakah ia akan menang atau tidak. Sementara kedua bawahannya hanya memiliki tingkat kultivasi Martial Spirit tahap pertama, keduanya juga tidak memiliki kemampuan untuk menggunakan qi dengan baik.


“Urusan siapa yang aku campuri? Pertama kau memukul temanku, dan kau bahkan memberi perintah kepada bawahanmu untuk mematahkan lengan dan kakiku. Sekarang aku yang bertanya kepadamu, apakah kau ingin aku memenggal lengan dan...”


Sraing!


Saat Jian Chen menghentikan kata-katanya, ia pun mengayunkan Pedang Azure ke arah kaki pria kekar yang ia penggal lengannya sebelumnya tanpa belas kasihan sama sekali.


Blug!

__ADS_1


“Arrrrgh!” Pria kekar itu pun berteriak sesekali lagi saat ia terjatuh ke bawah sambil memegang pahanya karena Jian memenggal kakinya tepat di lutut.


Mata pemuda itupun semakin melebar saat menatap Jian Chen yang merupakan seorang anak berumur 12 tahun tidak berkedip sama sekali memotong lengah dan kaki manusia.


Setelah itu, Jian Chen mengibaskan Pedang Azure ke samping untuk menjatuhkan noda darah dan menatap lurus ke arah pemuda yang menatapnya dengan tatapan tidak percaya. “Bagaimana? Apakah kau masih ingin mematahkan lengan dan kakiku?”


Provokasi Jian Chen membuat pemuda itu memasang wajah yang sangat garang. Qi tampak menyelimuti kedua lengannya dan qi itu berubah menjadi warna merah tanda bahwa dia memiliki Wujud Kelahiran yang mendapatkan Evolusi menggunakan elemen tertentu dan kemungkinan besar adalah elemen api.


“Tuan, apa yang akan kita lakukan? Apakah kita akan melanjutkan?” Tanya satu pria kekar lainnya dengan nada berbisik. Ia tentu tidak mau berurusan dengan anak seperti Jian Chen yang sudah pasti memiliki tingkat kultivasi Martial Spirit tanpa kedua sama seperti pemuda yang menjadi atasannya.


Pemuda itu terdiam untuk beberapa detik lalu menaikkan sedikit sudut bibirnya, “Hei nak, apakah kau ingin bergabung dengan kelompok kami? Jika kau mau, kau pasti akan mendapatkan banyak keuntungan. Contohnya, koin emas.”


Mendengar itu, Jian Chen tampak berpikir lalu menaikkan sedikit sudut bibirnya juga lalu ia pun bertanya dengan nada penuh minat, “Siapa pemimpin kalian? Jika dia kuat, mungkin aku akan berpikir kembali.”


Nenek tua yang sebelumnya hanya diam pun sedikit takut karena jika Jian Chen bergabung dengan kelompok mereka, bisa pastikan bahwa ia bersama dengan cucunya akan berada dalam bahaya.


“Jian Chen! Apa kau ingin bergabung dengan mereka?” Tanya Xiao Yu jengkel dan langsung mendekat ke arah Jian Chen.


“Diamlah Xiao Yu!” Jian Chen melirik ke arah Xiao Yu dengan mata dingin.


Xiao Yu membatu di tempat dan tidak berani lagi berbicara karena ia pernah melihat tatapan seperti itu dari Jian Chen, yaitu ketika membantai para bandit yang menyerang desanya.


“Tentu bos kami sangat kuat! Dia memiliki kultivasi Martial Spirit tahap keempat. Jika seseorang sepetimu bergabung, kau akan diperlakukan secara istimewa.” jawab pemuda tersebut.


“Di mana basis utama kalian berada?” Tanya Jian Chen.

__ADS_1


“Kota itu adalah basis kami, dan bos adalah walikota Kota Zhen. Kota ini dinamai seperti nama bos Zhen.” ucap pemuda tersebut.


Saat mendengar itu, Jian Chen paham kenapa seseorang yang bernama Zhen itu mengutip upeti, itu dikarenakan dia adalah seorang walikota. Namun ia tentu tidak akan percaya begitu saja karena menurutnya, seseorang yang bernama Zhen itu pastilah seorang kultivator yang berkeliaran lalu menemukan kota kecil tersebut. Setelah itu, dia membunuh walikota yang asli lalu menjadi penguasa kota.


“Baik, aku akan datang dalam sepuluh menit lagi. Aku ingin mengirim orang ini ke rumahnya.” ucap Jian Chen saat menunjuk dengan ibu jarinya ke arah Xiao Yu yang berada di sebelah kanan.


“Baik, kami akan menunggu! Bawa dia!” Perintah pemuda tersebut kepada bawahannya yang lain untuk membawa satu pengawal yang tidak lagi memiliki lengan dan kaki.


Ketiganya langsung pergi, saat pergi dari tempat itu, pemuda itupun melirik sekilas ke arah Jian Chen dengan tatapan dingin.


Setelah mereka pergi, Jian Chen menatap ke arah Xiao Yu dengan tatapan kesal, “Apakah kau tidak bisa diam ketika aku ingin merencanakan sesuatu?”


Xiao Yu yang mendengar nada marah Jian Chen pun langsung tau bahwa tampaknya Jian Chen ingin memanfaatkan walikota Zhen. Ia hanya bisa merasa malu lalu memegang pipinya yang bengkak.


“Anak muda, apakah kau ingin bergabung dengan mereka?” Nenek tua tersebut bertanya dengan gugup ke arah Jian Chen.


“Bergabung dengan mereka? Tentu saja tidak. Aku ingin mencari banyak benda, dan melalui mereka, aku mungkin bisa menemukannya.” jawab Jian Chen lalu menatap ke arah Xiao Yu kembali, “Xiao Yu, tunggulah di rumah nenek ini, aku akan pergi seorang diri ke kota Zhen.”


“Ta-tapi...” Ketika Xiao Yu ingin menolak, Jian Chen pun memotong Kata-kata Xiao Yu, “Jika kau sudah bisa mengontrol qi, maka aku akan membawamu. Saat ini, bahkan melawan pria kekar sebelumnya kau tidak akan sanggup!”


Xiao Yu menunduk malu karena memang benar bahwa ia belum pernah belajar mengendalikan qi dari kakeknya.


Helaan nafas panjang keluar dari mulut Jian Chen lalu ia pun mengeluarkan satu koin emas dari dalam kantong yang ia sembunyikan di dalam pakaiannya.


“Gunakan ini, jika bisa, tukar dengan koin perak lebih dulu. Mungkin aku akan keluar selama beberapa hari. Karena para kultivator yang mengutip upeti telah pergi, pastilah desa ini akan kembali seperti semula.” ucap Jian Chen saat melempar satu koin emas kepada Xiao Yu.

__ADS_1


Jian Chen tentu tau bahwa pengutipan upeti hanya akan dilakukan sebulan sekali dan ketika mereka pergi, maka mereka akan datang sebulan kemudian dan suasana di desa akan kembali seperti semula.


Xiao Yu menangkap koin emas. Sebelum ia berbicara, Jian Chen lebih dulu pergi dengan sangat cepat yang membuatnya semakin kesal.


__ADS_2