
Pelabuhan Ratu
Ketujuh kapal milik Ning Qingxue pun merapat ke dermaga yang bernama Pelabuhan Ratu.
Jian Chen yang belum turun telah menentukan lokasi mana tempat asli Pelabuhan Ratu tersebut yang tidak lain adalah wilayah kota Surabaya jika dibandingkan menurut peta.
“Turunkan jangkar!” Teriak Ning Qingxue saat kapal telah merapat ke dermaga.
Setelah memberi perintah, Ning Qingxue menatap ke arah Jian Chen dan Xiao Yu. “Lalu, apa yang ingin kalian lakukan saat ini? Apakah kalian akan ikut ke cabang Organisasi Kaisar Bawah Tanah di Pulau Buddha?”
Mendengar tawaran Ning Qingxue yang kemungkinan juga merekrut mereka sekali lagi, Jian Chen pun menolak. “Maaf nona Qingxue, kami akan mengambil jalan kami sendiri. Suatu hari nanti kita akan bertemu lagi. Terima kasih atas tumpangannya. Kesepakatan yang kita buat akan aku ingat.”
Mendengar permintaan maaf Jian Chen yang sangat tulus, Ning Qingxue tidak memaksa lagi. Ia pun melemparkannya sebuah peta kepada Jian Chen lalu membalas, “Baik, ini adalah peta lengkap Pulau Buddha. Semua kekuatan yang ada di Pulau Buddha tertera di sana.”
“Terima kasih.” ucap Jian Chen saat menangkap peta yang dilempar oleh Ning Qingxue. Ia pun menatap ke arah Xiao Yu lalu berbicara kembali, “Ayo pergi Xiao Yu.”
“Ya.” Xiao Yu pun mengikuti Jian Chen yang pergi turun dari kapal. Ia saat ini sangat bersemangat untuk menjelajahi Pulau Buddha.
Melihat punggung Jian Chen dan Xiao Yu yang perlahan perlahan menjauh dari kapal, Ning Qingxue pun merasa sedikit menyesal karena masih tidak dapat merekrut dua jenius muda yang tidak kalah darinya. Pasti Organisasi Kaisar Bawah Tanah akan sangat menghargai keduanya.
Untuk Xin Yuan dan Xin Yan, keduanya hanya menatap kepergian Jian Chen dan Xiao Yu. Keduanya hanya mengepalkan tangannya dengan kuat dan bertekad mengalahkan Jian Chen dan Xiao Yu ketika mereka bertemu lagi.
Untuk Yan Shi dan Yan Zhong, keduanya juga hanya menatap punggung Jian Chen dan Xiao Yu yang semakin jauh.
“Kita pasti memiliki kesempatan untuk bertemu dengan keduanya lagi suatu hari nanti.” ucap Yan Zhong.
“Ya, aku yakin bahwa kita akan bertemu kembali dengan keduanya.” Balas Yan Shi dengan anggukan.
__ADS_1
Sementara unik Jian Chen dan Xiao Yu, keduanya pun mengelilingi tempat tersebut yang merupakan kota di Pelabuhan Ratu.
Kota tersebut sangatlah besar, di mana-mana, para praktisi memiliki kekuatan tinggi tanda bahwa Pulau Buddha bukan tempat biasa.
“Jian Chen, sangat banyak kultivator yang mencapai tingkat kultivasi Martial Grand Master di sini. Bahkan aku tidak bisa melacak kekuatan banyak dari mereka.” ucap Xiao Yu dengan wajah yang sangat serius.
“Xiao Yu, jangan sembarangan melacak mereka semua. Para kultivator sangat tidak menyukai dia diperiksa oleh orang lain.” Jian Chen pun memperingati dengan wajah serius. Ia sangat sadar bagaimana dunia kultivator bekerja. Para kultivator tidak semuanya seperti Yan Shi ataupun Ning Qingxue yang tidak terlalu peduli diperiksa oleh orang lain.
Setiap kultivator memiliki keegoisannya sendiri. Inilah yang dinamakan sebagai modal sombong ketika memilki kekuatan. Mereka tidak akan mengizinkan kultivator lemah untuk memeriksa mereka karena itu seperti menelanjangi mereka secara terang-terangan.
Mendengar peringatan dari Jian Chen, Xiao Yu merasa malu dan tidak mencoba melacak siapapun lagi.
“Ayo pergi. Pertama kita harus mengisi perut saat ini sebelum pergi ke tempat selanjutnya. Lagi pula, Pelabuhan Ratu ini tampaknya menarik karena sangat banyak yang diperdagangkan di sini.” ucap Jian Chen dan langsung pergi ke arah tertentu karena ia melihat tanda sebuah restoran yang tampak cukup mewah.
Mendengar kata makanan, Xiao Yu sedikit bersemangat. Ia juga sangat hobi tentang kuliner.
“Pelanggan yang terhormat, apakah anda ingin memesan sesuatu?” Seorang pelayan wanita pun menghampiri Jian Chen dan Xiao Yu ketika keduanya masuk ke dalam restoran.
“Perlihatkan daftar hidangan di restoran ini.” Xiao Yu pun langsung meminta daftar hidangan.
Wanita pelayan tersebut tersenyum lalu berbicara, “Sebelum itu, apakah tuan muda dan nona muda ingin pergi ke lantai lainnya? Setiap lantai memiliki hidangannya masing-masing.”
Jian Chen yang mendengar itu merasa sudah biasa. Setiap restoran terkenal pasti akan seperti itu tidak terkecuali untuk dunia kultivator sekalipun.
“Bawa kami ke lantai paling atas.” ucap Jian Chen.
Pelayan wanita tersebut terkejut dengan permintaan Jian Chen karena lantai paling atas untuk satu hidangan saja akan memakan biaya sekitar 50 koin emas, dan itu adalah hidangan paling biasa.
__ADS_1
“Tuan Muda, Nona Muda, ikuti aku. Aku akan membawa kalian ke lantai paling atas.” Pelayan wanita itu tidak berani menolak apa lagi ia telah melirik ke arah tangan Jian Chen dan menemukan sebuah cincin.
Walaupun cincin penyimpanan sangat langka diantara para kultivator, bukan tidak ada yang memilikinya. Untuk Pelabuhan Ratu yang merupakan salah satu pelabuhan besar di Benua Cahaya, cincin penyimpanan pasti akan banyak beredar walaupun itu hanya dimiliki oleh kultivator tingkat atas.
Ketika Jian Chen dan Xiao Yu pergi ke lantai atas, banyak pasang mata yang menatap ke arah Jian Chen. Beberapa dari mereka mencoba mencari tau siapa sebenarnya Jian Chen dan Xiao Yu.
Setelah mencapai lantai berikutnya, jumlah kultivator yang berada di sana berkurang 80% dari pada lantai paling bawah. Ketika naik ke lantai ketiga, jumlah kultivator yang menikmati hidangan hanya sekitar 20 orang. Bisa dikatakan, restoran tersebut sangatlah besar, untuk lantai pertama dapat menampung sekitar 500 orang jika semua meja terisi.
Para kultivator di lantai tiga menerpa kedatangan Jian Chen dan Xiao Yu tetapi mereka mengerutkan kening karena Jian Chen dan Xiao di pimpin oleh pelayan wanita ke lantai keempat yang tidak lain adalah lantai VIP, khusus untuk para orang kaya.
Harus diketahui bahwa hidangan biasa di lantai empat memiliki harga 50 koin emas yang dikatakan sudah cukup mahal.
Sesampainya di lantai empat, Jian Chen dan Xiao Yu terkejut bahwa hanya ada satu meja yang diisi, itupun hanya dua orang saja.
“Sialahkan pilih meja tempat tamu ingin menikmati hidangan.” ucap pelayan wanita tersebut mempersilahkan Jian Chen dan Xiao Yu.
Setiap meja yang ada dilantai keempat sangatlah terlihat nyaman, seperti tempat makan para bangsawan.
Jian Chen pun mengangguk lalu mendatangi salah satu meja yang dekat dengan jendela.
Setelah duduk bersama Xiao Yu, Jian Chen pun langsung berbicara, “Sediakan hidangan berupa daging harimau. Tetapi itu harus hewan roh setidaknya dengan kekuatan Martial Master tahap kedelapan!”
Mendengar hidangan yang dikatakan oleh Jian Chen, pelayan wanita itupun semakin terkejut karena untuk hewan roh yang belum diolah saja sudah memiliki harga hampir 500 koin emas.
Dan untuk dua kultivator yang sedang menikmati hidangan, keduanya pun melirik ke arah Jian Chen dengan mata menyipit.
“Cih! Udik desa! Hanya karena memiliki sedikit koin emas, mereka langsung menghambur-hamburkannya.” Pria yang tampak memiliki pakaian mewah dengan wajah tampan pun berbicara dengan nada jijik.
__ADS_1
Sementara untuk wanita dihadapannya, tatapannya menatap ke arah Jian Chen dengan mata menyipit. Ketika ia melihat pedang di pinggang Jian Chen, ia pun melebarkan matanya karena mengingat tentang sesuatu.