Dewa Pedang Azure

Dewa Pedang Azure
Air Terjun Phoenix


__ADS_3

Gunung Phoenix


Jian Chen dan Xiao Yu telah menetapkan tujuan mereka selanjutnya yaitu Air Terjun Phoenix. Keduanya telah bergerak selama lebih dari tiga hari. Selama perjalanan, keduanya juga bertemu dengan beberapa kultivator yang menyusuri jalan yang aman untuk mencapai tempat yang dikatakan memiliki banyak sumber daya.


Untuk Jian Chen, ia tidak akan pergi ke tempat seperti itu karena sudah pasti sumber daya yang dikatakan dari informasi telah diambil oleh para kultivator sejak lama. Walaupun ada yang tersisa, bisa dipastikan sumber daya paling berharga sudah dijarah habis.


“Ini dia tempatnya.” Jian Chen yang berdiri di atas pohon yang telah kering karena panas pun menatap ke tempat yang tidak terlalu jauh.


Di sebelahnya, Xiao Yu juga menatap dengan rasa penasaran ke arah lembah yang memiliki aliran sungai lava. Juga, ada pancuran lava yang sangat tinggi.


Aliran lava tersebut cukup panjang. Untuk Jian Chen, ia telah mendeteksi ujungnya, di ujung aliran lava tersebut, jurang yang cukup dalam menampung semua lava. Tetapi ia yakin bahwa ketika lava mencapai bawah, itu akan langsung berubah menjadi batu lalu hancur menjadi abu.


Jika itu terus memadat, sudah pasti jurang tersebut berubah menjadi bebatuan padat.


“Apa yang akan kita lakukan di sini? Tampaknya tidak ada yang istimewa.” Xiao Yu berbicara sambil menaikkan sedikit alisnya.


Jian Chen tidak langsung menjawab, ia melacak ke arah aliran lava yang cukup luas tersebut. Daerah sekitarnya juga telah gersang karena hawa yang cukup panas.


Disaat memeriksa aliran lava, memang tidak ada yang janggal sama sekali. Oleh karena itu, Jian Chen menatap ke arah tempat lava berasal.


Ketika menatap tebing yang mengeluarkan lava yang sangat banyak, Jian Chen menyipitkan matanya.


“Xiao Yu, ada celah di belakang tempat lava yang membentuk air terjun. Aku tidak bisa mendeteksinya dengan baik karena aura yang terpancar dari tempat itu cukup aneh seolah-olah itu menghalangi seseorang mencoba melacak apapun yang ada di dalam sana.” ujar Jian Chen.


“Hm? Benarkah?” Xiao Yu yang penasaran, mencoba melacak celah tebing yang dikatakan oleh Jian Chen menggunakan kekuatan spiritualnya. Tetapi, wajahnya langsung berubah sedikit pucat.


“Jian Chen! Ada aura yang memotong pelacakan spiritual yang aku lakukan!” ucap Xiao Yu dengan wajah serius. Jika ia tidak memutuskan pelacakan ke tempat tersebut, ia akan menerima serangan balikan yang cukup kuat. Harus diketahui bahwa serangan balik terhadap jiwa sangatlah menyakitkan. Inilah mengapa Xiao Yu sedikit pucat.

__ADS_1


“Apa?” Jian Chen menaikkan sedikit alisnya karena ia tidak mengalami hal yang sama. Ini membuatnya bertanya-tanya apakah ini dikarenakan bantuan Kristal Ungu Abadi atau apakah karena kekuatan spiritualnya lebih kuat sedikit dari Xiao Yu.


“Jika ada celah di belakang tempat lava itu keluar, bagaimana cara kita ke sana?” Tanya Xiao Yu penasaran. Tempat lava keluar ada di tebing yang cukup tinggi, jika ingin pergi ke sana, mereka harus terbang.


Xiao Yu memiliki Wujud Kelahiran yang dapat membantunya terbang. Tetapi, jika mendekati lava sepanas itu, ia tidak yakin menggunakan Wujud Kelahirannya.


“Tentu kau yang membawa kita ke sana.” jawab Jian Chen dan melanjutkan ketika Xiao Yu belum membalas, “Tenang saja Xiao Yu, kita tidak akan terluka karena aku akan melakukan sesuatu terhadap lava itu.”


Xiao Yu terdiam untuk beberapa saat lalu ia mengangguk kecil karena ia percaya kepada Jian Chen. Ia pun mengeluarkan Sayapnya lalu perlahan terbang. Ia langsung menarik pakaian Jian Chen lalu terbang ke tempat yang di tunjuk oleh Jian Chen.


Ketika mendekat, Xiao Yu dapat merasakan panas luar biasa yang membuatnya merasa sangat tidak nyaman.


Karena merasakan aura panas yang lebih tinggi dari pada yang ada di goa bawah tanah, Jian Chen pun langsung mengaliri qi-nya ke seluruh tubuhnya dan Xiao Yu. Ia paham bahwa Xiao Yu pasti tidak bisa menggunakan qi secara bersamaan ketika terbang di udara secara terus-menerus.


Merasakan panas menurun secara drastis, Xiao Yu mempercepat terbangnya mendekat ke tempat lava keluar.


Xiao Yu langsung mengikuti perintah Jian Chen. Ia pun bergegas ke arah belakang lava yang berjatuhan. Ketika mendekat, lapisan qi yang melindunginya dan Jian Chen tampak hendak dihanguskan secara paksa.


“Xiao Yu! Lebih cepat!” Teriak Jian Chen saat merasakan bahwa qi-nya tidak cukup kuat menahan panas.


Wajah Xiao Yu semakin serius dan ia langsung terbang ke arah belakang aliran lava lalu melihat sebuah celah yang tidak terlalu jauh. Ia sangat terkejut karena celah tersebut cukup besar tetapi ia tidak bisa mendeteksinya menggunakan kekuatan spiritualnya.


Tanpa membuang waktu, Xiao Yu langsung terbang ke arah celah tersebut.


Jian Chen yang memeriksa celah itu memasang wajah serius. Ia langsung mencabut Pedang Azure dari sarungnya lalu mengayunkannya sekuat tenaga.


“Bilah Qi!”

__ADS_1


Sraing!


Bilah qi yang sangat kuat melesat ke tempat tertentu di pinggiran celah tersebut. Itu adalah tempat yang di deteksi oleh Jian Chen bahwa ada sesuatu di tempat tersebut dan kemungkinan besar adalah benda yang sengaja dibuat agar celah tersebut tidak bisa dilacak.


Blar!


Ledakan kecil terdengar dan di saat itu juga, sebuah logam yang berbentuk lingkaran yang telah terpotong melayang ke udara karena ditebas oleh Jian Chen.


Wusssh!


Xiao Yu langsung memasuki celah dengan mudah walaupun ia dapat merasakan bahwa ada aura yang baru saja menyebar dan itu adalah aura yang mencoba menghalangi persepsinya sebelumnya.


Tap!


Ketika Xiao Yu mendarat di permukaan tanah, ia menoleh ke arah belakang serta memasang wajah aneh karena suhu di tempat itu sangat normal walaupun lava sangat dekat.


Bahkan Jian Chen yang telah merasakan hal itu paham bahwa tempat tersebut sudah lebih dulu ditemukan oleh orang lain dan sengaja menyembunyikannya ataupun sedari dulu memang sudah sengaja dibuat seperti itu.


Celah di tebing tersebut cukup gelap, tetapi terdapat hembusan qi yang merembes keluar sepanjang waktu. Hembusan qi tersebut juga mencoba menghalangi persepsi seseorang.


“Tidak ada apa-apa di tempat ini.” Xiao Yu mengerutkan keningnya karena ketika ia mencoba melacak sesuatu, hanya ada jalan buntu di depan.


Untuk Jian Chen, ia tidak berpikir seperti itu karena telah melacak aura yang menghalangi persepsi seseorang. Ini juga seperti sebuah ilusi agar siapapun yang mencapai tempat itu berpikir bahwa tidak ada yang spesial di sana.


“Xiao Yu, ini adalah ilusi. Ada sesuatu di sana, dan itu bukan sesuatu yang sederhana!” Ketika Jian Chen melacak lebih jauh, ia dapat merasakan bahwa adanya makhluk hidup di dalam sana secara samar.


“Ilusi? Apakah ini dibuat oleh hewan roh yang dikatakan dapat tinggal di dalam lava?” Tanya Xiao Yu.

__ADS_1


“Aku tidak tau. Ayo kita periksa! Apapun itu, dia pasti menyembunyikan sesuatu yang berharga di tempat ini!” ucap Jian Chen dengan senyum kecil diwajahnya. Jika tidak ada sesuatu yang berharga, sudah pasti tempat tersebut tidak akan dibuat sedemikian rupa.


__ADS_2