
Kota Texas
Di saat Jian Chen dan Xiao Yu berjarak beberapa meter dari gerbang kota, keduanya dapat merasakan bahwa banyak kultivator yang mengawasi keduanya.
Jian Chen menghela nafas panjang karena tampaknya kota ini memang kota yang lumayan brutal. Bangunan-bangunan yang terbuat dari kayu juga tampak sangat unik, walaupun kebanyakan dari bangunan tersebut tampak terbengkalai, itu masih dapat digunakan dalam waktu puluhan tahun.
Saat ini hari telah mencapai sore, dalam waktu dua jam lagi, matahari akan terbenam. Suasana di kota juga terdengar lumayan rame saat ini.
“Ayo Xiao Yu.” Jian Chen mengabaikan beberapa kultivator yang mengawasi begitu juga dengan Xiao Yu.
Ketika keduanya melewati gerbang Kota Texas, Jian Chen berkedut saat menatap dua kultivator yang sedang memacu kuda mereka ke arah gerbang kota.
“Minggir sialan! Jangan menghalangi jalan!” Teriak salah satu dari mereka.
“Kota ini sungguh brutal.” ucap Xiao Yu saat salah satu pengendara kuda menabrak seseorang di tengah jalan.
Biasanya, tidak akan ada yang ditabrak, tetapi karena kota Texas saat ini sedang ramai, banyak kultivator yang berkeliaran di setiap sudut kota.
Tetapi, Jian Chen dan Xiao Yu tidak menyingkir dari jalan utama sama sekali yang membuat kedua kultivator yang sedang memacu kuda mereka sangat marah.
Keduanya pun mengeluarkan beberapa pisau kecil lalu langsung melemparnya ke arah Jian Chen dan Xiao Yu agar keduanya menyingkir dari jalan.
Mata Jian Chen dan Xiao Yu menyipit karena lemparan pisau kecil dalam jumlah yang lumayan besar itu menargetkan bagian vital mereka.
“Mereka seperti penembak jitu dari kota Texas yang sebenarnya. Tetapi mereka menggunakan pisau kecil agar lebih mudah membunuh target sambil bergerak, ini juga dikarenakan keduanya mahir menggunakan qi serta bidikan mereka sangat akurat!” Batin Jian Chen saat menarik Pedang Azure lalu mengayunkannya beberapa kali.
Trang! Trang! Trang!
Jian Chen menepis semua pisau pisau kecil tersebut sama halnya dengan Xiao Yu. Walaupun lemparan kedua pengendara kuda itu sangat akurat dan dilapisi oleh qi agar dapat menembus pohon sekalipun, kekuatan kedua kultivator tersebut tidak terlalu tinggi sehingga Jian Chen dan Xiao Yu dapat menepisnya dengan mudah.
“Apa?” Kedua pengendara kuda itu sangat terkejut bahwa Jian Chen dan Xiao Yu dapat menepis semua lemparan pisau yang mereka lancarkan.
Kilatan dingin terlihat di mata Jian Chen saat ia membuat gerakannya sama dengan Xiao Yu.
“Pedang Azure, Tebasan Langit Biru!”
“Belati Cahaya, Tebasan Kecepatan Cahaya!”
Sraing!
__ADS_1
Sraing!
Ketika Jian Chen dan Xiao Yu menyerang bersama-sama, kedua kultivator tersebut merasakan ancaman kematian. Keduanya pun langsung melompat ke udara karena tau bahwa jika terbebas, tubuh mereka akan terbelah dalam sekejap.
Srak! Srak!
Kedua kuda yang sedang berlari pun langsung dibelah oleh Jian Chen dan Xiao Yu dalam sekejap.
“Kuat!”
“Kekuatan!”
Kedua kultivator yang melompat ke udara pun meneriakkan nama kuda mereka yang telah tewas di tangan Jian Chen dan Xiao Yu.
Sementara untuk Jian Chen dan Xiao Yu, keduanya berkedut ketika mendengar nama kuda yang kedua kultivator tersebut berikan untuk peliharaan mereka.
“Sialan! Aku akan membunuhmu karena membunuh Kuat!” Teriak salah satu dari mereka saat mengambil sepuluh pisau kecil dari balik pakaiannya lalu menyilangkan kedua lengannya di depan dadanya.
“Super Sonic!”
Ketika kesepuluh pisau kecil tersebut diselimuti oleh qi yang sangat padat, salah satu kultivator itupun langsung melemparnya ke arah Jian Chen.
“Tameng Qi!”
Tameng yang hampir tembus pandang berwarna biru langit pun muncul.
Trang! Trang! Trang!
Bom! Bom!
Beberapa pisau di tepis oleh teknik pertahanan Jian Chen sementara yang lainnya langsung menabrak tanah dan membuat ledakan karena benturan yang terjadi.
Jian Chen terkejut dengan daya hancur dari lemparan pisau tersebut. Bahkan ia yakin bahwa beberapa pedang kuat akan patah ketika menerima lemparan tersebut. Ia masih sedikit meremehkan musuh karena keduanya juga memiliki tingkat kekuatan Martial Master tahap kelima sama seperti dirinya.
“Apa? Tidak mungkin!” Teriak kultivator yang menyerang Jian Chen karena teknik andalannya ditepis begitu saja.
Tap! Tap!
Keduanya pun mendarat di jarak hampir sepuluh meter dari Jian Chen dan Xiao Yu. Dengan wajah gelap, keduanya pun mengeluarkan beberapa pisau kecil lagi.
__ADS_1
“Apakah kalian ingin mati, kembar brengsek?” Tanya Xiao Yu dingin saat dua Belati Putih di tangannya bergetar keras saat diselimuti oleh qi-nya.
“Senjata Kelahiran!” Batin kedua pemuda kembar tersebut saat melihat Belati Kembar Xiao Yu. Tidak hanya itu, wajah keduanya juga semakin muram ketika melihat ke arah Jian Chen yang memegang Pedang Azure berserta sarungnya.
Jian Chen menatap ke arah kedua pria kembar yang sangat muda tersebut. Keduanya menggunakan topi koboi yang unik, pakaian yang terbuat dari kulit. Hal itu membuat ia seolah-olah melihat seorang koboi di film-film.
Tetapi, fokus Jian Chen saat ini tertuju pada senjata yang ada di punggung kedua pemuda tersebut.
“Tampaknya kalian ingin bertarung. Karena kalian telah membunuh kuda kami, maka kalian berdua akan dikuburkan bersama dengan Kuat/Kekuatan!” keduanya berbicara serempak seolah-olah sudah merencanakannya. Keduanya menyimpan pisau kecil lalu mengambil senjata di punggung mereka.
Kedua senjata itu adalah busur yang memiliki desain unik. Tidak hanya itu, tempat anak busur yang dilepaskan memiliki bentuk kepala hewan, dan itu adalah kepala naga, keduanya memiliki perbedaan, yaitu warna busur dan warna kepala naga tersebut yang tampak membuka rahangnya.
“Senjata Kelahiran!” Jian Chen juga langsung serius ketika melihat busur berwarna hitam dan putih tersebut. Ia sangat yakin bahwa kedua busur itu sangatlah spesial. Ini terbukti dari kedua pemuda tersebut yang memiliki tingkat kultivasi sama seperti dirinya walaupun keduanya tampak lebih tua satu tahun. Ini membuktikan bahwa bakat keduanya sangat tinggi.
Tanpa berbicara sama sekali, keduanya langsung menarik tali busur, di saat itu juga, qi perlahan membentuk sebuah anak panah dan langsung dilepaskan oleh keduanya.
Wusssh!
Mata Jian Chen melebar dan ia pun langsung melompat ke arah samping begitu juga dengan Xiao Yu.
Bom! Bom!
Ketika anak panah itu menabrak permukaan tanah di jarak hampir sepuluh meter di posisi Jian Chen dan Xiao Yu, itu membentuk lubang berdiameter hampir dua meter.
Jian Chen langsung menoleh lalu menatap bahwa keduanya telah melompat ke arah bangunan tertentu secara terpisah sambil melepaskan anak panah lagi.
“Cih! Lawan seperti ini adalah yang paling merepotkan!” Batin Jian Chen dan langsung mengangkat sarung pedang miliknya. Sementara untuk Xiao Yu, ia langsung mengangkat kedua Belati Putih miliknya.
Trang! Trang!
Zttttt!
Jian Chen dan Xiao Yu di dorong mundur hampir satu langkah ketika menahan anak panah tersebut.
Tap! Tap!
Keduanya pun mendarat dibangunan tertentu dan menatap ke arah Jian Chen dan Xiao Yu dengan tatapan lebih serius karena reaksi keduanya sangatlah luar biasa. Hampir tidak pernah ada kultivator di tingkat yang sama dengan mereka mampu menahan anak panah mereka.
Banyak kultivator yang menonton hal itu karena sangat tertarik dengan pertarungan antara pemuda kembar yang dirumorkan menjadi penguasa di Kota Texas karena keahlian menembak mereka. Bahkan untuk para kultivator yang lebih kuat akan merasa kerepotan melawan keduanya karena keduanya merupakan petarung jarak jauh.
__ADS_1