Dewa Pedang Azure

Dewa Pedang Azure
Kemampuan Bawaan Hui-Ying


__ADS_3

Hutan Kematian


“Huft... Harimau ini sedikit sulit untuk dijatuhkan.” Gumam Jian Chen saat menatap ke arah Harimau Kematian yang telah ia belah.


“Ya, kekuatannya pasti sangat dekat dengan kultivator tingkat Martial Master tahap ketujuh.” Xiao Yu mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan oleh Jian Chen.


Sebelum keduanya ada yang berbicara lagi, Hui-Ying yang memiliki tubuh kecil pun melompat-lompat dengan cepat ke depan mayat Harimau Neraka.


Jian Chen menatap itu dengan rasa penasaran. Semula ia tau bahwa jika Hui-Ying tidak menggunakan teknik raungan tertentu yang membuat Harimau Kematian membeku di tempat, pertarungan pasti akan berlarut-larut. Dengan kerjasamanya dengan Xiao Yu, akan memakan waktu yang sangat lama untuk menjatuhkan Harimau Kematian.


“Hui-Ying, apa yang ingin kau lakukan?” Tanya Xiao Yu yang menjalan mendekat.


“Weaouu...” Hui-Ying mengeong kecil saat menatap ke arah Xiao Yu.


Langkah Xiao Yu terhenti sepenuhnya ketika melihat Hui-Ying menjawab pertanyaannya walaupun ia sama sekali tidak tau apa artinya. Ia pun menatap ke arah Jian Chen untuk meminta jawabannya karena hanya Jian Chen yang paham dengan apa yang dikatakan oleh Hui-Ying.


Melihat Xiao Yu menatapnya untuk mencari jawaban, ia hanya mengangkat bahu lalu menunjuk ke arah Hui-Ying.


Ketika Xiao Yu menatap kembali ke arah Hui-Ying, matanya melebar seketika karena tidak menyangka bahwa Hui-Ying akan membesar dalam sekejap mencapai tinggi lima meter.


“Grap...” Hui-Ying pun langsung melahap mayat Harimau Kematian dan menelannya dalam waktu singkat.


Blug!


Xiao Yu melangkah mundur dan terjatuh ke permukaan tanah. Ia duduk dengan wajah linglung karena tidak menyangka bahwa Hui-Ying akan berubah menjadi harimau yang tampak sangat ganas dari wujud harimau kecil yang sangat imut.

__ADS_1


Jian Chen hanya menatap kejadian tersebut karena ia tentu sudah tau. Hui-Ying telah memberitahukan kepadanya ketika mereka hendak melawan Harimau Kematian bahwa dia bisa membantu dengan teknik tertentu yang dapat membuatnya menjadi besar meskipun Jian Chen tidak mengijinkannya karena kekuatan Hui-Ying masih lemah.


Hui-Ying menyusut dalam sekejap dan cahaya biru kabur pun menyelimuti. Ketika itu terjadi, cakar-cakar Hui-Ying tampak lebih tajam dari pada sebelumnya walaupun tubuhnya masihlah mungil.


Namun, Hui-Ying bertindak aneh. Ia pun perlahan berguling ke tanah dan mencoba menggosok-gosok punggungnya seolah-olah merasakan gatal.


“Hui-Ying, apa yang kau lakukan?” Tanya Jian Chen saat mengambil harimau kecil tersebut ke dalam pelukannya.


“Weaouu.. weaouu..” Balas Hui-Ying.


Jian Chen sedikit berkedut karena Hui-Ying menyuruhnya menggaruk punggungnya. Tetapi ia hanya menggaruk-garuk panggung Hui-Ying dan ia menyipit sedikit.


Ada tulang kecil yang muncul di punggung Hui-Ying dan ia paham kenapa harimau kecil itu merasa gatal.


“Apakah ini tulang sayap? Tunggu, harimau sebelumnya yang menjaga Hui-Ying tampak tidak memiliki sayap sama sekali. Apakah ini karena darah campuran atau apa?” Batin Jian Chen dan membuat spekulasi. Ia merasa bahwa apa yang ia pikirkan benar bahwa Hui-Ying adalah spesies yang sedikit berbeda dari harimau biru sebelumnya yang meminta bantuan padanya.


“Itu adalah teknik yang dimiliki oleh Hui-Ying yang akan langsung diwarisi olehnya ketika dia terlahir. Itulah yang dikatakan oleh Hui-Ying sebelumnya.” Jian Chen pun langsung mengatakan tentang teknik Hui-Ying.


“Apa? Seberapa besar dia bisa ketika menggunakan teknik itu?” Tanya Xiao Yu terkejut karena jika Hui-Ying telah dewasa, bisa dipastikan bahwa tubuhnya akan sangat besar ketika menggunakan teknik seperti itu.


“Weaouu.. weaouu.. weaouu..” Hui-Ying berbicara panjang.


“Tidak, dia akan selamanya memiliki bentuk kecil ini. Tetapi, ketika jenisnya telah tumbuh dewasa, mereka dapat mempertahankan bentuk sebelumnya dalam waktu bertahun-tahun tanpa mengkonsumsi qi sama sekali.” ujar Jian Chen saat menatap Hui-Ying ketika ia menerjemahkan apa yang dikatakan harimau kecil tersebut.


“Oh.. ternyata seperti itu. Tetapi, dengan bentukannya sebelumnya, bisa dipastikan bahwa Hui-Ying akan selalu bisa bertarung membantu kita walaupun dia belum tumbuh dewasa.” ucap Xiao Yu sedikit bersemangat. Ia juga membayangkan ketika Hui-Ying dalam wujud besar sebelumnya dan ia pun menungganginya.

__ADS_1


“Ya. Tetapi itu jika dia telah mencapai tingkat kultivasi kita. Tetapi tampaknya itu tidak akan lama karena Hui-Ying memiliki kemampuan melahap hewan roh lainnya dan menjadikannya kekuatan untuk tubuhnya.” ucap Jian Chen saat melihat Hui-Ying yang telah mencapai kekuatan Martial Master tahap pertama. Ia sangat paham bahwa menggunakan cara seperti itu, hanya sedikit peningkatan yang akan diterima oleh harimau kecil tersebut.


Jika tidak, maka kemampuan Hui-Ying pasti sangat keterlaluan jika bisa mencapai kekuatan yang sangat tinggi hanya dengan melahap. Ia sangat paham bahwa ini adalah hukum Alam untuk menyeimbangkan dunia.


Bayangkan jika Hui-Ying yang masih kecil melahap kekuatan hewan roh tingkat Martial Earth dan kekuatannya mencapai itu. Bisa dipastikan bahwa spesies Hui-Ying akan menguasai seluruh dunia karena semua makhluk akan menjadi mangsa mereka.


Namun, peningkatkan kekuatan yang paling besar adalah melahap hewan roh jenis harimau lainnya. Ia tidak mengerti mengapa hal itu terjadi. Tetapi ia telah membuat spekulasi bahwa kemungkinan ini agar semua suku hewan roh harimau lainnya memusuhi jenis Dewa Harimau Langit.


“Walaupun begitu, tetap saja itu adalah kemampuan yang sangat bagus.” ucap Xiao Yu menatap ke arah Hui-Ying.


“Ya. Ayo pergi, kemungkinan banyak hewan roh yang akan datang ke tempat ini karena mencium bau darah.” ucap Jian Chen saat melirik ke arah mayat kultivator yang belum dilahap oleh Harimau Kematian sebelumnya. Ia pun langsung melompat ke atas pohon diikuti oleh Xiao Yu.


Keduanya terus bergerak di dalam Hutan Kematian dan memperhatikan semua tempat yang ada.


Dalam perjalanan, keduanya sering mengambil arah sedikit berbelok karena adanya hewan roh kuat yang dideteksi oleh Jian Chen.


Tujuan mereka berdua datang ke Hutan Kematian adalah mencari peluang tertentu untuk meningkatkan kekuatan, bukan melawan semua hewan roh.


Setelah bergerak selama beberapa jam, Jian Chen dan Xiao Yu pun tiba di tempat yang sedikit menarik.


Keduanya saat ini sedang berdiri di dahan pohon sambil memperhatikan daerah yang berjarak hampir 100 meter.


“Layak dinamai sebagai Hutan Kematian.” ucap Xiao Yu saat menatap jauh ke depan.


Jian Chen mengangguk kecil ketika menatap sebuah bukti kecil yang mengeluarkan uap merah bercampur hitam. Sebelum mencapai bukit tersebut, dalam wilayah radius hampir 30 meter, hanya ada tengkorak yang terlihat.

__ADS_1


Tengkorak-tengkorak tersebut terdiri dari tengkorak manusia dan hewan roh. Menilai dari kerapuhan banyak tulang dan beberapa yang tampak memudar di tiup oleh angin, bisa dipastikan bahwa semua tulang-tulang tersebut pastilah berumur ratusan atau bahkan ribuan tahun.


Jian Chen menggunakan Kristal Ungu Abadi untuk melihat apa yang ada di sana sebenarnya. Setelah memeriksa dengan cermat, ia pun menaikkan sudut bibirnya. “Menarik, tampaknya kami harus memasuki tempat berbahaya itu karena ada banyak hal bagus di sana.” Batin Jian Chen dan memutuskan untuk pergi ke bukit kecil yang dinamai oleh semua kultivator di pulau Lizawa sebagai, Bukit Tengkorak.


__ADS_2