Dewa Pedang Azure

Dewa Pedang Azure
Pertempuran Sengit


__ADS_3

Wajah Jian Chen sangat gelap ketika melacak kedalaman air menggunakan Kristal Ungu Abadi. Para tengkorak yang melompat ke dalam air berlari dengan sangar cepat di dalam air. Ini juga dikarenakan mereka hanyalah kerangka sehingga tekanan di bawah air tidak menghalangi mereka, karena ketika bergerak, air hanya melewati tubuh mereka.


“Xin Yan! Xin Yuan! Apakah kau bisa menggunakan teknik yang memiliki daya serang tingkat Martial Grand Master? Jika ya, bantu aku menyerang Raja Qin Kesebelas!” Teriak Ning Qingxue karena melihat di dermaga bahwa Raja Qin Kesebelas tidak terluka sama sekali dengan serangan yang ia lancarkan bersama dengan Yan Zhong.


Xin Yuan dan Xin Yan tersadar lalu keduanya pun menatap ke arah Ning Qingxue dan mengangguk. Keduanya telah mengembangkan teknik baru dan ini merupakan teknik untuk melawan seseorang seperti Jian Chen dan Xiao Yu. Tetapi keduanya tidak lagi berpikir untuk menyimpan kartu truf terbaru mereka karena nyawa mereka saat ini juga sedang terancam karena kehadiran Raja Qin Kesebelas.


Xin Bersaudara pun langsung melompat ke pagar kapal di samping Ning Qingxue. Keduanya langsung memegang panah mereka masing-masing dan bersiap-siap menyerang begitu Ning Qingxue memberikan instruksi.


Bom! Bom! Bom!


Meriam kapal terus menembakkan peluru ke arah dermaga. Bisa dipastikan bahwa ketika semua tengkorak masuk ke dalam air, jumlah mereka akan berkurang lehi dari setengah.


“Jian Chen! Apa yang akan kita lakukan?” Tanya Xiao Yu yang tiba di sebelah Jian Chen.


“Bersiap-siap untuk bertempur!” ucap Jian Chen ketika ia memegang gagang Pedang Azure dan bersiap-siap untuk kemungkinan terburuk.


Mendengar perkataan Jian Chen, Xiao Yu memasang wajah muram karena mengerti bahwa situasi saat ini tidak lagi terkendali karena kehadiran Raja Qin Kesebelas.


Di dermaga, Raja Qin Kesebelas yang baru saja mendarat setelah menahan serangan bertubi-tubi dari Ning Qingxue, Xin bersaudara dan Yan Zhong pun memasang ekspresi marah. Jika saja kepalanya bukan tengkorak, dia pasti akan terlibat sangat marah saat ini.


“Tampaknya aku harus menguras kekuatan yang aku pulihkan saat ini. Walaupun kultivasiku akan menghilang sedikit, ini lebih baik karena aku bisa mendapatkan apa yang aku inginkan dari kapal itu!” Batin Raja Qin Kesebelas.


Tubuhnya pun diselimuti oleh kabut yang lebih padat dari pada sebelumnya. Itu langsung memadat lalu membentuk sebuah armor yang membuat tubuhnya tampak berisi walaupun ia hanya tengkorak.


Bussssh!


Api berwarna biru sedikit hitam meledak dari punggungnya yang membuat tubuh bagian atas Raja Qin Kesebelas tampak terbakar.


“Ayo kita mulai! Kalian tidak akan pernah bisa lolos!” ucap Raja Qin Kesebelas dingin. Ia pun menyentuh permukaan tanah dan mengalirkan qi-nya dalam jumlah yang sangat besar.


Crak! Crak! Crak!


Di seluruh tubuh Raja Qin Kesebelas, rantai-rantai berwarna hitam legam melilitnya. Lalu rantai-rantai itu tampak menjalar ke tangannya lalu masuk ke dalam tanah.


“Rantai Penjara Neraka!”

__ADS_1


Drrrrtttt!


Dermaga tampak berguncang dalam sekejap saat Raja Qin Kesebelas melepaskan tekniknya. Aura yang menyelimutinya tampak menurun drastis, selain itu, kultivasinya terus-menerus menurun hingga stabil di tingkat Martial Grand Master tahap ketujuh dari Martial Earth tahap kedua.


Jian Chen yang saat ini memegang gagang Pedang Azure pun memasang wajah lebih serius dan ia langsung berteriak, “Semuanya! Bersiaplah untuk goncangan keras!”


Teriakan Jian Chen di keributan yang terjadi terdengar sangat jelas.


Sebelum ada yang bereaksi, sesuatu meledak dari dalam air.


Bussssh! Bussssh! Bussssh!


Rantai-rantai raksasa yang memiliki ujung runcing seperti sebuah tombak pun meledak ke arah langit yang membuat beberapa kapal tidak stabil seolah-olah bisa terbalik kapan saja.


Terlihat sepuluh rantai raksasa yang menari-nari di udara lalu langsung bergerak ke arah setiap kapal. Dua diantaranya langsung menerjang ke arah kapal induk yang ditumpangi oleh Jian Chen.


“Hentikan rantai itu!” Teriak Ning Qingxue saat langsung menyerang menggunakan pedang ke arah rantai yang mendekat ke arah kapal bersama dengan Xin Yuan dan Xin Yan.


Bahkan Jian Chen tidak tinggal diam dan langsung mencabut Pedang Azure lalu mengayunkannya ke arah salah satu rantai. Semua yang ada di kapal juga melakukan hal yang sama.


Segala jenis serangan melesat ke arah rantai raksasa yang membuat rantai tersebut mundur. Tetapi, dua kapal langsung di lilit oleh rantai yang membuatnya tidak bisa pergi lebih jauh dari pinggiran dermaga. Kapal itu tampak ditarik mendekat ke arah dermaga.


Tanpa membuang waktu, Raja Qin Kesebelas pun melompat dan sebuah rantai muncul lalu ia mendarat di atas rantai tersebut.


Wusssh!


Rantai yang dinaiki oleh Raja Qin Kesebelas langsung melesat dengan kecepatan sangat tinggi ke arah kapal yang telah ia tarik sebelumnya. Hanya menggunakan kapal itu ia bisa lebih dekat ke arah kapal induk milik Ning Qingxue.


Jrezh!


Delapan rantai langsung masuk kembali ke dalam air karena teknik tersebut tidak dapat dipertahankan oleh Raja Qin Kesebelas dalam waktu yang lama karena keterbatasan kultivasi.


Awalnya para kultivator dan awak kapal merasa lega tetapi mereka semua membeku ketika mendengar teriakan seseorang yang tidak lain adalah Jian Chen.


“Musuh datang!”

__ADS_1


Setelah teriakan Jian Chen jatuh, dari dalam air, banyak kerangka yang melompat ke arah atas lalu menusuk setiap dinding kapal dengan pedang. Setelah itu, semua tengkorak itu pun langsung memanjat ke arah atas untuk menaiki kapal.


“Jaga semua pagar kapal!” Teriak Ning Qingxue karena ia melihat ke arah bawah bahwa tengkorak mencoba naik ke arah atas.


“Mati!”


Xin Yuan dan Xin Yan berteriak keras saat menembakkan panah ke arah tengkorak-tengkorak yang merangkak di dinding kapal.


Semua kultivator yang berada di kapal juga melakukan hal yang sama tetapi beberapa dari tengkorak telah masuk ke kapal. Pertarungan sengit pun tidak dapat dihindari lagi.


Sementara itu, Raja Qin Kesebelas yang bergerak di atas rantai ciptaannya pun melompat ke arah kapal yang ia tahan menggunakan tekniknya.


Bom!


Jian Chen yang sedang sibuk menebas tengkorak agar jatuh kembali ke dalam air pun menoleh ke arah sumber ledakan yang baru saja terdengar.


Mata Jian Chen melebar saat menatap salah satu kapal yang ditahan oleh Raja Qin Kesebelas meledak, dan itu disebabkan oleh rantai-rantai yang sangat banyak disertai oleh api biru kehitaman.


Ning Qingxue yang melihat itupun sangat marah karena banyak bawahnya yang pasti akan tewas di kapal tersebut.


“Raja Qin Kesebelas bajingan!”


Tatapan Ning Qingxue tertuju pada satu kapal lagi dan semua kultivator yang berada di sana telah berubah menjadi tengkorak setelah dihabisi oleh Raja Qin Kesebelas.


“Hancurkan kapal itu!” Teriak Ning Qingxue sekuat tenaga karena yang paling merepotkan adalah Raja Qin Kesebelas itu sendiri.


“Nona! Ini tidak bisa! Para tengkorak menghancurkan meriam qi!” Salah satu bawahan Ning Qingxue melapor dari kejauhan di saat bertarung dengan beberapa tengkorak.


Walaupun Tengkorak tersebut kebanyakan lemah, jumlah mereka membuat semua kultivator di kapal merasa kerepotan.


Wajah Ning Qingxue semakin gelap. Dan ia semakin terkejut ketika melihat kapal yang di bawa Raja Qin Kesebelas tiba-tiba bergerak lebih cepat karena semua manusia yang dibunuh oleh Raja Qin Kesebelas di dua kapal yang telah berubah menjadi tengkorak mendorong kapal tersebut mendekat.


“Sial!” Ning Qingxue hanya bisa berkata seperti itu di dalam hatinya. Ia tau bahwa jika ia menyerang dari jauh, tekniknya pasti akan dihalau oleh Raja Qin Kesebelas. Tidak ada yang lebih kuat darinya di semua kapal sehingga tidak mungkin menyerang untuk menghancurkan kapal yang di bawa Raja Qin Kesebelas.


Ketika Ning Qingxue ingin melompat ke arah air lalu bergerak ke arah kapal yang di jarah oleh Raja Qin Kesebelas, seseorang mendarat tepat di sebelahnya. Ia menatap pendatang tersebut dengan kerutan di keningnya.

__ADS_1


Dan pendatang tersebut tidak lain adalah Jian Chen yang saat ini memegang Pedang Azure di Sarungnya dengan tangan kiri.


“Dari sini, serahkan sisanya padaku!”


__ADS_2