
Hutan Roh
Penjelasan yang dibuat oleh Jian Chen membuat Xiao Yu terdiam. Meskipun Jian Chen menjelaskan secara rinci, karena pemikirannya tidak memasuki hal seperti itu, Xiao Yu akhirnya hanya bisa diam. Ia hanya bisa tau secara samar bahwa sumber daya yang dikatakan oleh Jian Chen pastilah luar biasa.
Tidak lama kemudian, semua air yang ada di dalam kuali pun diserap habis oleh dua inti hewan roh. Setelah itu, terlihat dua inti hewan roh tersebut bersinar terang dengan warna seperti pelangi.
Jian Chen pun mengambil kedua inti hewan roh tersebut dengan senyum lebar diwajahnya. Karena ia sudah pernah berhasil membuat sumber daya seperti itu sebelumnya, ia tidak akan gagal.
“Xiao Yu, gunakan ini untuk menerobos kultivasimu. Setelah itu kita akan keluar dari Hutan Roh.” Jian Chen pun memberikan satu inti hewan roh kepada Xiao Yu.
“Bisakah ini digunakan?” Tanya Xiao Yu menatap inti hewan roh ditangannya.
“Kau bisa mencoba dan kau akan tau bahwa sumber daya itu sangat mudah untuk digunakan.” Balas Jian Chen dan ia pun langsung melompat ke batu di tengah aliran sungai.
Xiao Yu hanya duduk bersila dan mencoba menyerap inti hewan roh itu.
Sementara itu, Jian Chen langsung menutup matanya sambil memegang inti hewan roh di tangannya. Ia pun langsung mengendalikan Kristal Ungu Abadi untuk menyerap qi yang ada di inti hewan roh agar lebih cepat.
Untaian qi langsung memasuki tubuh Jian Chen dengan kecepatan yang sangat tinggi, itu langsung dihisap oleh Kristal Ungu Abadi lalu menyebarkannya ke seluruh tubuh Jian Chen.
Jian Chen dapat merasakan bahwa setiap sel-sel tubuhnya termasuk meridian miliknya diperkuat terus-menerus. Ini adalah keunikan yang diketahui oleh Jian Chen dalam jalan kultivasi.
Semakin tinggi Kultivasi, tubuh juga diperkuat tidak hanya untuk jumlah qi yang dapat disimpan di dalam tubuh. Aspek lainnya juga diperkuat seperti kecepatan dan penglihatan atau lebih mudah menyebutnya semua indera juga diperkuat.
Tidak sampai sepuluh menit kemudian, qi berwarna biru langit pun menyebar ke segala arah. Tidak hanya itu, Pedang Azure yang ada di pinggang Jian Chen juga tampak bersinar. Ini disebabkan oleh semakin kuat kultivator, Senjata Kelahiran mereka akan semakin kuat juga.
__ADS_1
Ketika ledakan qi kecil mereda, Jian Chen pun membuka matanya dan tersenyum lebar. “Martial Master tahap kelima. Dengan kekuatan ini, mungkin di tempat yang kami tuju selanjutnya hanya sedikit kultivator yang mampu untuk melawan kami.”
Ketika Jian Chen perlahan berdiri, tatapannya tertuju pada Xiao Yu yang hampir selesai mencerna semua qi yang ada di dalam inti hewan roh. Ia hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kecepatan Xiao Yu melakukan kultivasi, jika saja dirinya tidak memiliki Kristal Ungu Abadi, peningkatan kultivasinya pasti akan jauh tertinggal dari Xiao Yu.
“Tampaknya bakat monster memang tidak bisa di prediksi. Aku bertanya-tanya, seberapa banyak kultivator yang memiliki kecepatan kultivasi seperti Xiao Yu?” Gumam Jian Chen saat ia melompat ke arah dekat Xiao Yu.
Bussssh!
Qi Xiao Yu meledak juga dan ia membuka matanya, wajahnya tampak bersemangat karena ia telah menembus Martial Master tahap keempat. Ketika ia melihat Jian Chen, ia sedikit cemberut karena merasa dirinya terlalu lambat dalam berkultivasi padahal ia memiliki usia yang sama dengan Jian Chen.
Jika Jian Chen mengetahui bagaimana pemikiran Xiao Yu, ia hanya bisa bersyukur bahwa dirinya memiliki Kristal Ungu Abadi.
“Jika kau telah selesai, bersiap-siaplah. Kita akan segera berangkat.” ucap Jian Chen saat dirinya melompat ke arah atas pohon tempat tinggalnya berada. Ia pun langsung mengemasi semua benda-benda yang harus di bawa di dalam karung besar, masih ada beberapa herbal yang tersisa dan ia berencana untuk menjualnya.
Sedangkan untuk Xiao Yu, ia juga langsung bergerak ke arah kediamannya lalu membereskan beberapa benda ke kantong kecil.
“Ayo.” Jian Chen pun langsung melompat dari satu pohon ke pohon lainnya dan bergerak ke arah jembatan yang tampak bisa hancur kapan saja diikuti oleh Xiao Yu.
Saat mereka tiba, keduanya langsung melompat begitu saja dari ujung jurang ke sisi lainnya dengan mudah. Dan setelah itu, mereka terus bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi ke arah tertentu, dan itu merupakan arah tujuan keduanya saat ini.
Empat hari kemudian
Saat ini, Jian Chen dan Xiao Yu telah melewati hutan belantara dan memasuki daerah sepi yang mungkin tidak jauh dari pemukiman manusia.
“Jian Chen, ke mana tujuan kita saat ini?” tanya Xiao Yu penasaran.
__ADS_1
“Di peta yang aku pegang, tujuan kita saat ini adalah menuju Kota Dongfang,” jawab Jian Chen saat mereka saat ini berjalan lambat seperti para pengelana.
“Kota Dongfang? Hei, bukankah itu salah satu kota terbesar di pulau Lizawa? Aku dengar dari kakek bahwa setelah melewati Kota Dongfang, kita akan tiba di Kerajaan Yan?” Xiao Yu sedikit bersemangat karena kakeknya pernah mengatakan padanya bahwa itu adalah tempat luar biasa.
“Ya, tujuan kita sebenarnya adalah menuju Kerajaan Yan, hanya dengan ke tempat itu kita akan bisa menemukan cara untuk keluar dari pulau Lizawa.” Lanjut Jian Chen.
“Aku juga sangat ingin tau dunia luar. Bahkan pulau Lizawa sudah sangat luas, bagaimana dengan dunia luar?” Xiao Yu semakin bersemangat berpetualang, itulah sebabnya ia terus mengikuti Jian Chen. Sebelumnya ketika mereka masih setengah tahun di Hutan Roh, mereka sempat keluar kembali ke tempat Xiao Yu tumbuh dan membereskan semua kekacauan yang dibuat oleh Lian Chengyu di sana.
Setelah memberikan penguburan yang layak kepada kakek, paman dan semua warga desa, Xiao Yu memutuskan untuk terus ikut dengan Jian Chen walaupun semula dalam waktu itu, ia selalu merengek karena tidak mau tinggal di Hutan Roh.
“Kita akan mengetahuinya ketika waktunya tiba. Dan oleh sebab itu, kita membutuhkan petunjuk yang mungkin hanya diketahui oleh Kerajaan Yan. Jika kita langsung berlayar ke laut, mungkin kita akan pergi ke arah yang salah dan itu bisa membunuh kita.” ucap Jian Chen.
Xiao Yu mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan oleh Jian Chen.
Tidak sampai tiga jam kemudian, mereka pun melewati pemukiman penduduk yang berada di pinggiran kota Dongfang. Tempat tersebut sangatlah makmur, tidak seperti kota Zhen sebelumnya yang pernah mereka masuki.
Mata Jian Chen menatap ke arah semua penduduk desa, dan memang benar bahwa mereka semua lumayan kuat karena telah mencapai tingkat Martial Spirit tahap ketiga paling tidak. Para bandit tidak akan berani menyerang tempat seperti itu.
Dan satu jam kemudian, Jian Chen dan Xiao Yu pun akhirnya tiba di gerbang kota raksasa, gerbang menuju kota Dongfang.
“Luar biasa! Kota Dongfang memang seperti yang diceritakan oleh kakek!” Seru Xiao Yu saat menatap gerbang raksasa tersebut.
Sebelum Jian Chen berbicara, suara seseorang terdengar di belakang mereka.
“Minggirlah! Apa kau berdua terus ingin berada di tengah jalan!”
__ADS_1
Teriakan seseorang membuat Jian Chen dan Xiao Yu langsung berbalik. Mata mereka berdua menyipit sedikit karena orang yang berteriak ke arah mereka adalah seorang pemuda yang memiliki kekuatan lumayan besar. Ini pertama kalinya Jian Chen dan Xiao Yu melihat seorang pemuda dengan umur sekitar hampir 20 tahun memiliki kultivasi Martial Master tahap keempat.