
Waktu terus berlalu. Selama perjalanan menuju Pulau Buddha, Jian Chen hanya sibuk berkultivasi dan memulihkan cidera di lengan kirinya.
Saat ini, jarak menuju Pulau Buddha hanya sekitar kurang dari dua hari menurut perkataan Ning Qingxue.
Jian Chen yang sedang dalam posisi bermeditasi terlihat diselimuti oleh cahaya biru langit. Semakin lama, aura tersebut tampak semakin kuat. Selain itu, lengan kirinya juga hampir pulih sepenuhnya dengan bantuan Hui-Ying.
Menggunakan Kristal Ungu Abadi, Jian Chen kini menyerap lebih banyak qi dari udara. Ia lancarkan menyempurnakannya ke tubuhnya. Memurnikan qi adalah keahlian Jian Chen, tetapi tentu saja itu di dasari oleh bantuan dari Kristal Ungu Abadi.
Sementara Xiao Yu, ia juga dengan giat berkultivasi selama perjalanan. Tetapi kecepatannya menyerap qi sedikit lambat karena kepadatan qi di tengah laut tidak sebanyak di darat.
Untuk Jian Chen, ia tidak akan memiliki kendala tentang hal itu karena adanya Kristal Ungu Abadi.
“Tampaknya dia akan menerobos tidak lama lagi! Sungguh bakat yang sangat tinggi. Aku ingat di usianya saat itu, aku berada di Martial Master tahap ketujuh. Tetapi dia hendak menembus ke Martial Master tahap kesembilan.” Batin Ning Qingxue. Ia tau bahwa Senjata Kelahiran milik Jian Chen mungkin setara dengan miliknya sendiri. Namun perkembangan Jian Chen lebih cepat darinya.
Ning Qingxue sangat menyadari bahwa dalam waktu dua tahun, mungkin Jian Chen akan mengunggulinya dalam hal tingkat kultivasi.
Setelah beberapa waktu berlalu, semua qi yang berada di sekitar Jian Chen tampak semakin liar. Setelah itu, qi itupun perlahan meresap kembali ke tubuh Jian Chen.
Di dalam tubuh Jian Chen, ia dapat merasakan sesuatu yang tersumbat seperti dibobol begitu saja. Suara renyah juga terdengar di benaknya yang membuatnya tau bahwa dirinya telah menembus ke tahap selanjutnya.
Ketika aura yang menyelimuti tubuhnya dan juga Pedang Azure lenyap, Jian Chen pun membuka matanya dan tersenyum kecil.
“Tingkat Martial Master tahap kesembilan.” Jian Chen pun mengepalkan tangannya dengan kuat karena tidak lama lagi ia akan mencapai tingkat kultivasi Martial Grand Master.
__ADS_1
“Selamat atas terobosanmu.” Ning Qingxue yang melihat Jian Chen menerobos pun mendekat lalu memberi selamat.
Sebelum Jian Chen mengatakan terima kasih kepada Ning Qingxue, Xiao Yu yang berkultivasi di dekat Jian Chen pun langsung terbangun dari meditasinya.
“Kau menerobos? Sangat cepat!” Xiao Yu berkata dengan nada iri karena untuknya sendiri, ia setidaknya membutuhkan waktu tiga sampai empat hari lagi untuk menerobos ke tahap selanjutnya. Tetapi ia tidak menyadari bahwa kecepatan kultivasi Jian Chen menerobos diakibatkan oleh tipisnya qi di udara. Untuknya, ia hanya menyerap sedikit qi, tetapi Jian Chen berbeda karena menggunakan Kristal Ungu Abadi.
“Ini hanya keberuntungan.” Jian Chen menjawab dengan nada acuh tak acuh. Ia pun membelai Hui-Ying yang berada di pangkuannya karena telah berkontribusi banyak dalam terobosannya kali ini. Selain itu, Hui-Ying yang mengandalkan makan setiap waktu juga telah menerobos kultivasinya mencapai Martial Master tahap keenam.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Jian Chen, wajah Xiao Yu sedikit gelap. Apakah itu hanya keberuntungan? Siapapun tidak akan percaya pada kata-katamu.
Bahkan Ning Qingxue juga terdiam ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Jian Chen. Tetapi fokusnya saat ini tertuju pada Hui-Ying.
Bahkan untuk Ning Qingxue yang memiliki banyak pengetahuan tidak mengenal spesies Hui-Ying yang sebenarnya. Untuk hewan roh yang hanya mengandalkan makan untuk menerobos, tentu itu sangat keterlaluan. Bukankah jika begitu dia pasti akan mencapai puncak jalan kultivasi?
Ning Qingxue sangat menyadari bahwa Hui-Ying adalah hewan roh yang memiliki evolusi sangat tinggi. Ini terbukti hanya dari kecerdasan Hui-Ying yang terlihat seperti anak berumur delapan sampai sepuluh tahun. Untuk hewan roh yang sangat muda mampu mencapai pemikiran seperti itu tentu membuktikan evolusinya adalah salah satu yang tertinggi yang pernah ada.
Jian Chen yang sedang dalam suasana hati yang baik pun berbicara, “Hui-Ying, ketika kita sampai di Pulau Buddha, aku akan memberikanmu herbal tingkat tinggi.”
“Weaouu...!” Hui-Ying tentu bersemangat lalu menjilati Jian Chen.
Jian Chen hanya tersenyum kecil menatap sikap Hui-Ying yang sangat terlihat seperti anak kecil yang akan menerima permen tidak lama lagi.
“Berapa lama lagi mencapai Pulau Buddha?” Tanya Jian Chen karena ia tenggelam dalam terobosan sebelumnya sehingga tidak menghitung waktu.
__ADS_1
“Kurang dari dua hari. Saat ini kita telah dekat dengan pulau-pulau kecil yang dekat dengan Pulau Buddha.” ucap Ning Qingxue.
“Pulau-pulau kecil?” Batin Jian Chen karena pulau-pulau kecil tidak tercatat sama sekali di peta. Lagi pula, dari peta bumi yang asli, tidak ada pulau-pulau kecil. Apakah ini perbedaan kecil diantara keduanya?” Batin Jian Chen. Tetapi ia tidak memikirkan hal itu untuk saat ini.
“Jika begitu, aku akan berisitirahat untuk saat ini. Tolong panggil aku ketika kapal mendekat ke Pulau Buddha.” ucap Jian Chen saat berdiri lalu membawa Hui-Ying bersamanya ke dalam kabin.
Xiao Yu di sisi lain langsung ikut. Ia berencana berkultivasi di dalam kabin juga. Ia saat ini terlihat seperti lem yang pergi ke mana pun Jian Chen pergi.
Ning Qingxue hanya menghela nafas panjang. Jika itu orang lain, ia akan langsung menegurnya karena memberinya perintah. Tetapi untuk Jian Chen yang telah berkontribusi sebelumnya untuk melarikan diri dari Raja Qin Kesebelas, ia harus memberinya wajah.
Sementara itu, di sudut kapal, terlihat dua pria kembar yang tidak lain adalah Xin bersaudara. Keduanya memasang wajah muram karena Jian Chen telah melewati kultivasi mereka lagi. Pertama kali bertemu, keduanya memiliki kultivasi lebih tinggi satu tahap. Hal ini tentu membuat keduanya sangat marah dan bertekad berkultivasi seperti orang gila ketika memasuki Organisasi Kaisar Bawah Tanah.
Waktu terus berlalu, tanpa sadar, hampir dua hari setelah Jian Chen menembus kultivasinya.
Ning Qingxue mengirim seseorang untuk memanggil Jian Chen dan Xiao Yu karena saat ini Pulau Buddha telah terlihat.
Ketika Jian Chen dan Xiao Yu datang ke haluan kapal, keduanya menatap ke arah Pulau Buddha yang berada di kejauhan dengan tatapan berbinar.
Bahkan sebelum mencapai dermaga tempat perhentian, suasana di perairan sekitar Pulau Buddha sangatlah ramai. Di semua tempat terlihat banyak kapal-kapal yang tidak kalah besar dengan kapal induk milik Ning Qingxue.
“Aku tidak menyangka bahwa perairan di sekitar Pulau Buddha akan seramai ini!” Seru Xiao Yu.
“Tentu di sini akan sangat ramai karena Pulau Buddha merupakan salah satu pulau perdagangan terbesar di Benua Cahaya. Benua Cahaya dihapit oleh tiga benua besar, dan rute perdagangan berada di Pulau Buddha! Tetapi aku harus memperingati kalian, jangan membuat masalah di Pulau Buddha ini. Meksipun pulua ini relatif kecil dibandingkan dengan Pulau Lizawa, kekuatan yang ada di sini jauh melampaui kekuatan utama di Pulau Lizawa!” Ning Qingxue pun langsung memperingati.
__ADS_1
Jian Chen yang mendengar itu pun menaikkan sudut bibirnya. Jika kekuatan di Pulau Buddha hanya setingkat dengan Pulau Lizawa, ia pasti akan pergi ke tempat lainnya karena tempat yang disisi oleh praktisi lemah bukan tempat yang menarik.