
“Dari sini, serahkan sisanya padaku!”
Jian Chen membuka suaranya saat ia berdiri di pagar kapal tepat di sebelah Ning Qingxue.
“Kau...” Ning Qingxue menyipitkan matanya ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Jian Chen. Tetapi ia tidak meremehkan Jian Chen sama sekali karena ia merasakan aura yang tidak terkatakan yang perlahan bergerak ke arah Jian Chen.
“Aku mengandalkanmu!” ucap Ning Qingxue. Tetapi ia juga membuat persiapan jika Jian Chen gagal menghancurkan kapal yang dijarah oleh Raja Qin Kesebelas.
Jian Chen mengangguk kecil, rambutnya yang basah pun tertiup oleh angin laut. Dari wajahnya, terlihat air yang menetes perlahan. Matanya sangat tajam saat ini ketika menghitung jarak tempatnya berada dengan lokasi Raja Qin Kesebelas.
Udara di sekitar kapal induk pun tampak semakin berat yang membuat angin perlahan berhenti berhembus.
Tubuh Jian Chen saat ini mengeluarkan uap tertentu, kulitnya tampak sedikit memerah karena mencoba menahan lonjakan qi yang ia serap menggunakan Kristal Ungu Abadi.
Sejak awal, Jian Chen telah memikirkan tentang metode tersebut tetapi tidak berani mencobanya karena sangat memahami betapa berbahayanya metode yang ia pikirkan.
Bussssh!
Pedang Azure yang berada di sarangnya dipegang oleh Jian Chen di tangan kiri berdengung keras. Aura yang terpancar sangat mendominasi dan siapapun pasti tidak akan percaya jika ia mampu mengumpulkan qi sebesar itu.
Selain itu, tangan kiri Jian Chen tampak memunculkan urat-urat seperti kawat baja hanya untuk menahan jumlah qi yang ia salurkan melalui Kristal Ungu Abadi ke tangan kirinya dan memasuki Pedang Azure.
“Apa yang hendak dia lakukan?” Xin Yuan dengan wajah serius pun menatap ke arah Jian Chen yang tampak hanya diam diselimuti oleh aura yang membuat dada terasa sesak jika berada di sekitar Jian Chen.
Xiao Yu yang saat ini sedang melambaikan Belatinya juga melirik sesekali ke arah Jian Chen. Ia tau bahwa Jian Chen memiliki sesuatu yang istimewa yang dapat menyerap qi dengan kecepatan yang sangat tinggi. Sedari dulu, ia merasa bahwa itu kemungkinan kemampuan bawaan Senjata Kelahiran Jian Chen.
Namun, semakin lama Xiao Yu bersama dengan Jian Chen, ia menyadari bahwa itu bukan kemampuan Pedang Azure, tetapi sesuatu yang lain. Apa yang ia pikirkan saat ini adalah, apakah sesuatu yang digunakan oleh Jian Chen itu berbahaya atau tidak bagi tubuh Jian Chen. Inilah yang ia khawatirkan saat ini.
Sementara itu, Raja Qin Kesebelas yang berada dikejauhan pun menatap ke arah Jian Chen karena merasakan qi dalam jumlah yang besar terkumpul ke tubuh Jian Chen.
__ADS_1
“Apakah bocah itu memiliki keunikan pada tubuhnya yang dapat menyerap qi dalam jumlah yang besar dalam sekejap?” Batin Raja Qin Kesebelas saat menatap ke arah Jian Chen dengan bingung.
Namun, ketika melihat ke arah Pedang Azure yang ada di tangan kiri Jian Chen, Raja Qin Kesebelas menyadari bahwa semua qi yang diserap di udara berakhir di Pedang Azure milik Jian Chen.
“Celaka!” Raja Qin Kesebelas mengutuk dirinya sendiri karena sangat ceroboh dan tidak memikirkan apa sebenarnya yang ingin dilakukan oleh Jian Chen. Saat ia hendak menggunakan teknik Rantai Penjara Neraka untuk menyerang, semuanya sudah terlambat.
Jian Chen terlihat menahan rasa sakit saat ini. Ia mengangkat Pedang Azure yang masih berada di Sarungnya sedikit ke arah depan dekat dengan dadanya. Ia pun memegang gagang Pedang Azure dengan tangan kanan lalu perlahan menariknya keluar.
Krak! Krak! Krak!
Saat Pedang Azure sedikit ditarik, lambung kapal di dekat Jian Chen mengalami retakan karena tekanan yang sangat besar menimpa semua yang ada di dekatnya.
“Tekanan ini...” Ning Qingxue yang paling dekat dengan Jian Chen merasa sangat tercekik karena kekuatan itu bahkan melampaui qi miliknya yang telah diberi buff oleh Pagoda Langit Lima Lantai. Dengan aura seperti itu, bisa dipastikan bahwa serangan yang ingin dilancarkan oleh Jian Chen pastilah sangat kuat.
“Pedang Azure, Tebasan Abadi!”
Sraing!
Jrezh!
Air tampak terbelah saat bilah yang sangat tipis melesat tepat ke arah tempat Raja Qin Kesebelas berada. Walaupun jaraknya sangat jauh, teknik yang dilancarkan oleh Jian Chen tidak melemah sama sekali. Inilah mengapa itu Jian Chen menamai teknik tersebut dengan nama Tebasan Abadi.
Bussssh!
Ketika air terpotong, beberapa kapal pun tampak terhempas karena air laut tidak lagi tenang.
Raja Qin Kesebelas yang menatap tebasan tipis yang merupakan qi dikompres ke tingkat yang menakutkan pun langsung membuat teknik pertahanan.
“Gerbang Neraka!”
__ADS_1
Tap!
Ketika Raja Qin Kesebelas menyentuh permukaan kayu lantai kapal dengan tangannya, qi dalam jumlah yang sangat besar pun perlahan merubah sedikit kayu-kayu. Itu langsung memperbaruinya membentuk sebuah gerbang besar berwarna hitam kemerahan mengunakan kayu.
Ding!
Suara yang terdengar seperti dentingan lonceng yang aneh pun terdengar. Raja Qin Kesebelas yang menatap itu sangat terkejut. Ia pun buru-buru menghindar sedikit ke samping.
Jrezh!
Kapal yang dijarah oleh Raja Qin Kesebelas pun terbelah bersamaan dengan teknik Gerbang Neraka yang dibuat olehnya.
Tebasan Jian Chen tidak berhenti sama sekali dan terus membelah air ke tempat yang cukup jauh sebelum lenyap dari padangan.
Raja Qin Kesebelas yang telah menghindar ke salah satu sisi kapal yang terbelah pun tampak sangat marah walaupun wajahnya hanyalah tengkorak. Itu terlihat dari matanya yang memancarkan cahaya merah lebih pekat dari sebelumnya serta aura yang menyelimuti tubuhnya lebih pekat.
Armor yang digunakan oleh Raja Qin Kesebelas juga dirobek oleh oleh teknik Jian Chen walaupun itu tidak membelah tulangnya meskipun terlihat sedikit goresan yang menjadi cacat permanen.
“Apa itu tadi? Kenapa teknik pertahanan yang aku buat dibelah juga? Kekuatan serangan itu memang cukup kuat, tetapi tidak cukup untuk membelah Gerbang Neraka!” Raja Qin Kesebelas berkata dengan suara yang sangat dalam saat ia menatap ke arah Jian Chen dikejauhan. Ada aura aneh yang tampak menangkal kekuatan yang berasal dari Wujud Kelahiran Dewa Neraka Hades miliknya. Jika tidak, itu tidak akan bisa membelah tekniknya serta meninggalkan goresan di tulangnya secara permanen.
Karena kapal yang ia jarah telah dibelah, jarak antara Raja Qin Kesebelas dengan semua kapal milik Organisasi Kaisar Bawah Tanah pun semakin jauh.
“Dasar sialan! Aku tidak akan pernah melupakan penghinaan ini!” Raja Qin Kesebelas meraung keras dan permukaan air laut disekitarnya berputar-putar, awan menjadi gelap karena amarah yang tidak terbendung.
Raungan marah Raja Qin Kesebelas terdengar bahkan ke tempat yang sangat jauh. Suara itu sangat memekikkan telinga ketika mendengarnya.
Jian Chen yang baru selesai menyerang menyarungkan Pedang Azure dengan tangan kiri yang gemetaran. Wajahnya sangat pucat, rasa sakit di tangan kirinya sungguh mengerikan. Cadangan qi di dalam tubuhnya juga habis karena ia mengurasnya secara paksa.
“Sial! Ternyata ini sangat menyakitkan!” Batin Jian Chen dan ia perlahan tumbang ke arah belakang. Ini adalah efek samping dari kehabisan qi yang sering terjadi pada kultivator.
__ADS_1
Melihat Jian Chen tumbang, Ning Qingxue yang awalnya terkejut karena Jian Chen berhasil pun langsung tersadar. Ia pun menangkap Jian Chen dan masih menatap ke arah kejauhan.
Setelah memastikan bahwa Raja Qin Kesebelas tidak mengejar mereka, ia pun langsung memberi perintah dengan nada yang sangat kuat. “Bereskan semua tulang-tulang itu! Tanpa Raja Qin Kesebelas, mereka hanyalah tulang mati!”