Dewa Pedang Azure

Dewa Pedang Azure
Pertarungan di Tengah Kota


__ADS_3

Kota Zhen


Lian Chengyu dan Zhen saling menatap satu sama lainnya. Keduanya tidak mau membuang waktu sama sekali dan langsung mengerahkan semua kekuatan yang mereka miliki. Mereka berdua telah bersaing selama bertahun-tahun lamanya dan sudah waktunya untuk mengakhiri konflik diantara mereka.


Sedangkan untuk Jian Chen, ia telah mulai mengendalikan Kristal Ungu Abadi. Ia hanya bisa berharap bahwa Kristal Ungu Abadi akan bekerja sama cepatnya seperti ketika ia sedang bermeditasi. Jika tidak, maka tidak ada kesempatan untuk menerobos di saat pertarungan yang akan segera terjadi.


“Bunuh mereka semua!” Teriak Lian Chengyu dan Zhen bersamaan saat keduanya juga bergerak ke arah musuh masing-masing.


Wusssh!


Kedua kelompok pun langsung menyerbu. Sementara untuk Jian Chen, ia tidak langsung bergerak. Ia melirik ke arah tempat Xiao Yu berada saat ini.


“Jika aku melepaskan Xiao Yu saat ini, dia pasti akan langsung menyerbu ke arah kelompok Lian Chengyu brengsek ini. Saat ini yang paling bijak adalah mengurangi jumlah musuh. Aku tidak perlu menggunakan kekuatan penuhku. Aku harus menghemat kekuatan untuk menghabisi Lian Chengyu dan Zhen bersamaan nantinya.” Batin Jian Chen dan mencabut Pedang Azure dari sarungnya.


Dengan kecepatan kultivator tingkat Martial Spirit tahap kedua, Jian Chen pun langsung bergerak ke salah satu musuh. Ia tentu akan memilih lawan yang mudah terlebih dahulu untuk mengurangi jumlah musuh.


Beberapa anggota Lian Chengyu pun tiba di hadapan Jian Chen. “Hei lihat, bukankah dia bocah yang di Desa kecil waktu itu?”


“Ya, sudah pasti dia akan berada di sini karena bocah dengan Wujud Kelahiran ganda itu juga berasa di sini! Ini menghemat waktu kita untuk mencarinya. Aku juga tidak menyangka bahwa dia akan bergabung dengan kelompok pecundang seperti Kelompok Zhen!” ucap Bandit lainnya.


Jian Chen hanya menatap mereka dengan tatapan datar. Ia tidak menggunakan qi pada Pedang Azure sekalipun karena ia yakin akan menang melawan dua Bandit dengan tingkat kultivasinya saat ini.


“Matilah bocah!” Kedua Bandit itupun langsung menyerang sekuat tenaga ke arah Jian Chen menggunakan senjata mereka masing-masing.


Menatap serangan keduanya yang terasa sangat lambat, Jian Chen pun langsung memiringkan tubuhnya sedikit.


Sraing! Sraing!


“Apa?” Keduanya sangat terkejut bahwa Jian Chen tampak sangat santai melawan mereka berdua bersamaan.

__ADS_1


“Aku akan memenggal kalian semua. Mungkin ini akan menjadi hadiah yang bagus untuk Xiao Yu.” Gumam Jian Chen saat mengayunkan Pedang Azure ke arah leher salah satu Bandit.


“Cela..”


Sraing!


Dengan tingkat kultivasinya saat ini, kedua Bandit hanya seperti semut di matanya. Ia tidak membutuhkan banyak usaha melawan mereka. Dari hal inipun, ia sangat menyadari bahwa setiap tahapan kultivasi memiliki jurang pemisah yang cukup lebar.


“Bocah sialan!” Satu Bandit lainnya pun langsung mencoba memukul ke arah Jian Chen saat menatap rekannya langsung terpenggal hanya dengan satu tebasan. Ia tidak percaya bahwa Jian Chen selalu dapat mengelak.


Menatap sebuah serangan yang mengarah pada wajahnya, Jian Chen mengangkat sedikit Pedang Azure ke arah atas.


Trang!


Jian Chen dapat menahannya dengan sempurna yang membuat Bandit tersebut terkejut sekali lagi.


Bam!


Saat Bandit yang di tendang oleh Jian Chen ingin memberitahukan hal itu kepada semua anggota Lian Chengyu, sebuah mata pedang pun mengarah ke kepalanya.


Jleb!


Jian Chen langsung menikam kepala Bandit tersebut tanpa belas kasihan sama sekali. Ia tentu menyadari bahwa Bandit yang ia bunuh ingin mengatakan kepada semua Bandit lainnya bahwa dirinya telah menebus Martial Spirit tahap ketiga.


Hanya dari perbedaan kekuatan tubuh saja pun siapapun akan mengerti bahwa dirinya telah mencapai Martial Spirit tahap ketiga.


Di tempat yang sangat jauh, Xiao Yu yang berada di dalam kandang pun menatap ke arah Jian Chen yang sedang bertarung.


“Jian Chen! Keluarkan aku dari sini!” Teriak Xiao Yu sangat keras tetapi karena suara pertarungan yang sangat intens, tidak ada yang mempedulikan teriaknya.

__ADS_1


Bahkan untuk Jian Chen pun yang mendengarnya juga mengabaikannya untuk saat ini.


“Jian Chen sialan!” Xiao Yu sangat marah karena Jian Chen mengabaikannya. Tetapi ia tidak bisa berbuat apa-apa untuk saat ini karena bahkan untuk keluar dari kandang pun ia tidak bisa. Ia pun langsung mengeluarkan kedua Belati Putih miliknya lalu mencoba melapisinya dengan qi untuk memotong besi tersebut.


“Cepat bunuh bocah itu! Dia sangat berbahaya!” Teriak beberapa anggota Lian Chengyu.


Wusssh!


Salah satu dari bawahan terkuat Lian Chengyu pun langsung muncul di depan Jian Chen karena tau bahwa Jian Chen adalah bocah yang snahat berbahaya setelah Jian Chen menghabisi anggota mereka dengan kecepatan yang sangat tinggi.


“Akulah lawanmu bocah! Aku ingat bahwa kau juga ada di desa kecil waktu itu! Tampaknya kau juga adalah monster kecil lainnya sama seperti bocah dengan Wujud Kelahiran ganda itu!” ucap seorang pria yang menggunakan topi aneh di kepalanya.


Mata Jian Chen menyipit saat menatap pria tersebut. Ia dapat melihat bahwa qi-nya sangatlah besar, sama seperti Wang Pu dan Wang Du.


“Martial Spirit tahap ketiga.” Batin Jian Chen saat ia memegang sarung Pedang Azure karena tau bahwa lawan tidak akan mudah dihadapi. Andai saja ia telah memiliki teknik bertarung menggunakan pedang, ia tidak akan khawatir sama sekali.


Di tempat pertarungan lainnya, terlihat saat ini bahwa Lian Chengyu sedang bentrok habis-habisan. Walau begitu, mereka masih memperhatikan semua daerah sekitar mereka.


“Aku tidak menyangka bahwa bocah yang kabur dari kami waktu itu akan bergabung denganmu!” ucap Lian Chengyu dingin.


Mata Zhen menyipit ketika melirik ke arah Jian Chen. Ia pun menaikkan sudut bibirnya lalu menyerang dengan ganas ke arah Lian Chengyu. “Itulah yang membuatku lebih unggul karena dapat menariknya ke sisiku!”


“Aku tidak menyangka bahwa salah satu bawahan terkuatmu Bo Zong akan mencoba melawan seorang anak kecil.” Ejek Zhen.


Lian Chengyu mendengus jijik lalu menyerang juga sekuat tenaganya. Keduanya pun terus bentrok seperti tidak ada hari esok. Keduanya memiliki keunggulan masing-masing yang membuat mereka seimbang.


Saat ini, Jian Chen sedang bertatap muka dengan pria yang menggunakan topi yang bernama Bo Zong.


“Karena kau terlalu berbahaya, maka aku akan menghabisi mu di sini sekarang juga bocah!” ucap Bo Zong. Disaat itu juga, ia memasuki bentuk hibrida banteng. Permukaan tanah yang ada di kakinya tampak sedikit retak saat kekuatan besar muncul tiba-tiba.

__ADS_1


“Wujud Kelahiran mengambil wujud Banteng? Ini menarik.. biarkan aku melihat seperti apa kekuatan pemegang Wujud Kelahiran yang mengambil bentuk hewan roh!” ucap Jian Chen saat dirinya membuat kuda-kuda bertarung walaupun ia tidak memiliki teknik berpedang sama sekali. Ia hanya menggunakan instingnya saja untuk bertarung serta mencari kesempatan yang tepat untuk menyerang.


__ADS_2