Dewa Pedang Azure

Dewa Pedang Azure
Tempat Berbahaya


__ADS_3

Hutan Kematian


Tatapan Jian Chen tertuju pada Bukit Tengkorak yang terlihat sangat menyeramkan. Pepohonan yang berada di bukit tersebut telah kering, dan mengeluarkan uap hitam kemerahan. Hal itu seperti pohon itu semula terkontaminasi oleh qi aneh yang membuatnya layu dalam sekejap.


“Jian Chen, apakah kita akan pergi ke sana?” Tanya Xiao Yu penasaran.


“Ya.” Balas Jian Chen. Ia pun langsung bergerak ke arah Bukit Tengkorak dengan cara melompat ke satu pohon ke pohon lainnya tanpa menjelaskan kepada Xiao Yu.


Karena Jian Chen hanya membalas seperti itu, Xiao Yu pun langsung mengikuti. Ia sebenarnya sangat penasaran dengan tempat yang disebut sebagai Bukit Tengkorak.


Disaat mendekat ke arah Bukit Tengkorak, Jian Chen memperhatikan banyak kultivator yang mengintari tempat itu. Mereka semua tidak mau datang ke tempat yang dituju oleh Jian Chen dan Xiao Yu.


Beberapa dari kultivator itupun menatap ke arah Jian Chen dan Xiao Yu. Hanya ada penghinaan di mata semua yang ada di sana ketika menatap kedua pemuda yang sedang datang ke tempat yang berbahaya.


Jian Chen tidak peduli sama sekali dengan tatapan mereka semua. Ia terus bergerak dan di saat telah mencapai lokasi tempat tumpukan tulang-benulang berada, ia pun melompat ke arah bawah bersama dengan Xiao Yu dari atas pohon.


Pemandangan yang dapat dilihat oleh mata di Bukit Tengkorak memang sangat menyeramkan. Jika itu dirinya ketika di masa lalu saat ia berada di bumi tahun 2022, ia tidak akan berani datang ke tempat seperti itu.


Setelah sudah pernah membunuh untuk beberapa kali, Jian Chen tidak lagi takut akan hal sepeti itu.


Mata Jian Chen menyapu semua tempat yang ada di sekitar Bukit Tengkorak tersebut. Ia dapat melihat dengan samar fluktuasi qi di beberapa tempat.


“Tempat ini memang tidak sederhana sama sekali. Jika itu qi biasa yang ada di langit dan bumi, bisa dipastikan bahwa semuanya akan terlihat sama. Namun, ada beberapa jejak qi yang berbeda. Apakah ini berasal dar hewan roh?” Batin Jian Chen.

__ADS_1


“Apa kau menemukan sesuatu Jian Chen?” Tanya Xiao Yu penasaran karena Jian Chen tampak memperhatikan semua tempat di sekitar Bukit Tengkorak.


“Aku melihat secara samar ada beberapa jejak qi di banyak tempat. Beberapa jejak qi itu memiliki warna yang sama. Dengan kata lain, kemungkinan tempat ini diisi oleh hewan roh yang ganas dan membuat para kultivator mencoba tidak memasuki tempat ini. Juga, aku membuat spekulasi tertentu tentang tempat ini. Sudah pasti banyak kultivator kuat yang menyelidikinya tetapi belum menemukan sesuatu yang istimewa di dalamnya selain dari hewan roh yang berbahaya.”


“Tetapi, menurut perhitunganku, tidak mungkin tidak ada sesuatu yang berharga di tempat ini. Jika tidak, spekulasiku sebelumnya tentang hewan roh di tempat ini tidak mungkin berdiam diri di satu tempat jika tidak ada yang spesial.” Jian Chen menjelaskan dengan sabar.


Penjelasan yang dibuat oleh Jian Chen membuat Xiao Yu berpikir dan mengangguk setuju sesudahnya. “Hewan roh tidak akan mau berdiam diri di satu tempat, jikapun itu adalah sarang hewan roh, dia pasti akan menetap di sana jika ada yang spesial.”


Jian Chen menatap kembali ke semua tempat lalu berbicara, “Berhati-hatilah Xiao Yu. Jangan kendurkan kewaspadaanmu.”


Setelah Xiao Yu mengangguk setuju, keduanya pun langsung melesat ke arah Bukit Tengkorak yang jaraknya kini telah sangat dekat.


Ketika keduanya telah berjarak hampir 5 meter dari kaki Bukit Tengkorak, dengan keahlian pelacakan Jian Chen dan Xiao Yu, keduanya langsung melompat ke samping karena mendeteksi sesuatu, ada juga rasa bahaya yang mereka rasakan sehingga langsung bereaksi.


Dari dalam tanah yang terasa sedikit lunak, sesuatu berwarna hitam bulat yang memiliki diameter sekitar satu meter pun melesat ke arah udara dengan sebagian tubuh yang masih tertanam di dalam tanah.


Jian Chen yang melompat ke samping langsung mencabut Pedang Azure dari sarungnya lalu melesat dengan kecepatan tertinggi yang ia miliki.


“Tebasan Gaya Kecepatan Petir!”


Sraing!


Srak!

__ADS_1


Hewan aneh yang tampak seperti seekor cacing pun langsung terbelah menjadi dua dan darah berwarna hitam menyembur keluar.


Bau yang sangat menyengatkan pun tercium di udara. Ini adalah bau busuk yang sangat tidak sedap.


Jian Chen dan Xiao Yu menatap ke arah hewan roh yang sudah pasti adalah spesies cacing dengan wajah sedikit jijik.


“Apakah ini hewan roh yang kau maksud Jian Chen? Jika selemah ini, maka tidak akan ada kesulitan untuk menyusuri semua tempat di Bukit Tengkorak ini.” ucap Xiao Yu yang menutup hidupnya dengan kain karena bau yang sangat menyengat dari darah hewan roh tersebut.


“Jika kau tertangkap oleh mulut itu, kau pasti akan mati Xiao Yu. Aku pernah membaca catatan tentang hewan roh ini. Hanya dari ukuran, dia dapat membunuh kultivator Martial Master tahap kedelapan hanya dengan sekali lahap. Dia adalah pemangsa yang lumayan brutal. Semua tulang-tulang ini adalah manusia dan hewan roh yang dicerna oleh hewan roh cacing ini.”


“Pertahanannya memang sangat rapuh, tetapi serangannya sangat kuat. Lagi pula, mulut yang tampak hanya berisi gigi-gigi itu beracun. Itulah sebabnya siapapun yang tertangkap, pasti akan tewas dalam waktu singkat karena terkena racun.” ujar Jian Chen.


“Oh? Masih ada hewan roh berbahaya seperti itu?” Xiao Yu sedikit terkejut.


“Ya. Lagi pula, jumlah mereka sangatlah banyak. Aku mengerti saat ini kenapa para kultivator menghindari tempat ini. Namun, apa yang ada di Bukit Tengkorak itu pasti sesuatu yang lain. Menurutku, jika kita bergerak ke tempat acak di sini, kemungkinan akan ada hewan roh lainnya yang akan mencoba untuk melahap kita.” ucap Jian Chen.


“Jadi apa yang harus kita lakukan?” Tanya Xiao Yu. Ia tau dari perkataan Jian Chen bahwa jika mereka membunuh lebih cacing, bisa dipastikan bahwa semua hewan roh itu akan keluar dari dalam tanah dan memburu mereka.


Mendengar pertanyaan Xiao Yu, Jian Chen hanya tersenyum sedikit misterius. “Karena itulah peranmu sangat penting Xiao Yu. Gunakan Wujud Kelahiran milikmu, dan bawa kita terbang ke sana di jarak yang lumayan jauh di langit.”


Xiao Yu terdiam beberapa saat. Untuk dirinya sendiri, itu membutuhkan qi yang sangat besar jika terbang jauh di udara. Semakin tinggi, semakin banyak qi yang dibutuhkan. Dan untuk membawa Jian Chen bersamanya, bisa dipastikan bahwa dirinya akan mengkonsumsi minimal setengah persediaan qi-nya untuk mencapai puncak Bukit Tengkorak.


“Bailah, ini akan menghemat waktu. Lebih baik jika ada benda berharga di atas sana.” ucap Xiao Yu saat mengeluarkan sayap kupu-kupu di punggungnya. Dari bentukannya saja, sudah bisa dipastikan bahwa itu sayap yang rapuh dan sesuai dengan karakteristik dari hewan roh kupu-kupu yang tidak mungkin membawa beban berat bersamanya. Wujud Kelahiran Xiao Yu bukalah sejenis elang atau burung lainnya yang memiliki sayap tangguh.

__ADS_1


__ADS_2