
Hutan Kematian
“Grrrr....” Harimau Kematian menggeram ketika menatap ke arah Jian Chen dan Xiao Yu. Ia tentu menganggap bahwa keduanya adalah mangsa sama seperti manusia yang ia habisi sebelumnya. Menurut penilaiannya ketika menatap ke arah Jian Chen dan Xiao Yu, keduanya setara dengan manusia yang ia habisi beberapa saat lalu.
“Roar...” Harimau Kematian pun langsung melompat ke arah atas. Lompatannya sangat tinggi dan bisa dipastikan bahwa dia hampir bisa mencapai tinggi pohon yang ada di sana.
Jian Chen yang melihat itupun langsung mencabut Pedang Azure lalu mengayunkannya sekuat tenaga ketika telah melapisi pedangnya dengan qi.
Trang!
Percikan qi menyebar ke segala arah. Jian Chen menaikkan sudut bibirnya karena memang Harimau Kematian tersebut sangatlah kuat. Jika ia tidak berasa di posisi atas, ia mungkin langsung akan terhempas karena saat ini ia bahkan di dorong mundur walaupun posisinya berada di atas.
“Tarian Kecepatan Cahaya!”
Xiao Yu tidak membuang waktu sama sekali dan langsung melesat ke arah Harimau Kematian. Ia memegang dua Belati Putih miliknya dan sayap miliknya juga telah muncul di punggungnya. Dengan kecepatan yang sangat tinggi, ia pun langsung menebas berkali-kali dalam sekejap.
Sraing! Sraing! Sraing!
Srak! Srak! Srak!
Luka-luka kecil langsung diterima oleh Harimau Kematian. Harimau itu sangat marah dan langsung turun ke bawah karena saat ini dia berada di udara. Di saat itu juga, ia mengayunkan cakarnya ke arah tempat Xiao Yu berada.
Sraing!
Bilah qi yang tampak sangat samar pun melesat ke arah Xiao Yu. Tetapi itu sangat mudah dihindari olehnya walaupun sedikit terkejut bahwa Harimau Kematian dapat mengunakan bilah qi.
Bahkan Jian Chen yang sedang turun ke bawah dan mendarat di salah satu cabang yang dekat dengan permukaan tanah juga menatap ke arah Harimau Kematian dengan tatapan sedikit terkejut.
“Kecerdasan Harimau Kematian ini lebih tinggi dari Raptor yang ada di Hutan Roh!” Batin Jian Chen.
Sebelum Jian Chen ingin membuat gerakannya, Harimau Kematian itupun menerjang sekali lagi begitu ia tiba di permukaan tanah.
Wusssh!
Jian Chen langsung melompat ke arah samping tempat cabang pohon lainnya berada.
Srak!
Cakar Harimau Kematian pun tampak merobek hampir setengah dari batang pohon yang cukup besar.
__ADS_1
Kekuatan serangan itu bisa dipastikan bahwa akan merobek tubuh Jian Chen menjadi dua bagian jika terkena secara telak.
Untuk Jian Chen yang mendatar di atas dahan pohon, langsung menggunakan gaya tolakan.
Krak!
Batang pohon yang di injak oleh Jian Chen pun tampak berlubang dan ia pun langsung melesat ke arah depan dengan kecepatan yang sangat tinggi. Ia pun mengayunkan Pedang Azure sekuat tenaga yang ia bisa menggunakan kedua tangannya.
“Pedang Azure, Tebasan Langit Biru!”
Sraing!
Ketika Jian Chen melewati Harimau Kematian, darah pun muncrat dari bagian tubuh dekat leher Harimau Neraka. Tetapi luka itu tidak cukup dalam untuk membuat Harimau Kematian tewas.
“Roar...”
Harimau Kematian yang semakin marah pun meraung keras ke arah Jian Chen.
“Bilah Cahaya!”
Sraing!
Bilah qi pun melesat dari jauh ke arah belakang Jian Chen dan langsung memotong gelombang kejut qi yang berasal dari raungan Harimau Kematian.
Tap!
Tap!
Jian Chen harus berterima kasih kepada Xiao Yu karena memotong ledakan qi yang menjadi serangan Harimau Neraka. Jika tidak, bisa dipastikan bahwa dirinya akan terpental sangat jauh dan juga, gelombang kejut qi sebelumnya mungkin akan melukai bagian dalam tubuhnya.
“Roar...” Harimau Kematian pun sekali lagi melesat ke arah Jian Chen.
Jian Chen harus mengakui bahwa kecepatan Harimau Kematian memang sangat mengerikan. Layak menjadi hewan roh yang memiliki kekuatan tempur tingkat Martial Master tahap keenam. Ia pun langsung mengambil sarung pedang miliknya lalu menyilangkannya bersama dengan Pedang Azure.
Trang!
Bom!
Ketika Jian Chen menahan cakar Harimau Kematian, kakinya langsung tenggelam ke dalam tanah dan bisa dipastikan bahwa spekulasinya sejak awal benar bahwa kecepatan dan kekuatan Harimau Kematian keseluruhan berada di atasnya.
__ADS_1
Namun, Jian Chen tiba-tiba terkejut ketika menatap Hui-Ying yang melompat keluar lalu tiba tepat di depan wajah Harimau Kematian.
“Roar...!”
Raungan yang memekikkan telinga pun terdengar dan Jian Chen tidak menyangka bahwa Raungan tersebut keluar dari tubuh kecil Hui-Ying.
Tidak hanya itu saja, yang membaut Jian Chen terkejut adalah, tekanan dari Harimau Kematian melemah dengan sangat cepat.
Harimau Kematian yang terkena raungan bercampur dengan qi yang berasal dari Hui-Ying pun tampak mematung untuk beberapa saat.
Namun, ketika Harimau Kematian sadar dari pembekuan instan, Xiao Yu pun muncul tepat di wajah Harimau Kematian tersebut sambil mengayunkan dua Belati Putih miliknya sekuat tenaga setelah melapisinya dengan qi untuk mempertajam serangan.
Jleb! Jleb!
“Roarrrrrr!” Suara raungan kesakitan terdengar. Di saat itu juga Harimau Kematian pun melompat ke sana ke mari dan menabrak pohon beberapa kali. Ia juga mencoba untuk mencakar ke arah kepalanya karena saat ini Xiao Yu telah menusuk kedua matanya dengan belati.
“Bagus Hui-Ying, Xiao Yu!” ucap Jian Chen saat ia melesat ke arah Harimau Kematian yang terus berlari ke sana ke mari.
“Jian Chen! Cepat! Aku tidak bisa menahannya lagi!” Teriak Xiao Yu yang mencoba menekan kedua Belati Putih miliknya. Ada gaya penolakan dari tubuh Harimau Kematian dan ia sangat tau bahwa itu adalah qi milik Harimau Kematian yang aktif secara pasif karena luka yang diderita.
Jian Chen tidak membalas sama sekali. Ia pun langsung membuat gerakannya ketika telah mendekat ke arah Harimau Kematian. Sejak awal, ia telah memperhatikan bahwa qi di tubuh Harimau Kematian selalu aktif ketika sedang bertarung yang membuat kekuatan tubuhnya sangat tinggi seperti besi. Namun saat ini, karena sedang terluka, pertahanan qi tersebut hilang timbul.
Ketika telah dekat, Jian Chen menyarungkan Pedang Azure terlebih dahulu dan di saat itu juga, qi yang sangat padat pun terkumpul di dalam sarung pedang. Jika ia tidak mengkompresnya di dalam sarung pedang, qi yang dipadatkan pasti akan memudar ke udara.
“Pedang Azure, Tebasan Kematian!”
Sraing!
Jian Chen melewati Harimau Kematian dalam sekejap dan di saat itu juga, hewan roh itu pun berhenti meronta-ronta.
Ctak!
Ketika Jian Chen menyarungkan Pedang Azure, darah yang sangat banyak menyemprot ke udara. Di saat itu juga, kepala Harimau Kematian pun terpenggal.
Blug! Blug!
Kepala Harimau Kematian dan tubuhnya pun terjatuh ke permukaan tanah disertai oleh darah yang sangat banyak tampak membentuk genangan air.
Xiao Yu pun menarik belatinya lalu menyimpannya. Ia menghela nafas sedikit karena sedikit sulit menjatuhkan Harimau Kematian. Jika mereka bertarung sendiri-sendiri, bisa dipastikan tidak ada kesempatan untuk menang.
__ADS_1
Lagi pula, kontribusi yang paling bagus diambil oleh Hui-Ying. Jika raungan sebelumnya tidak membuat Harimau Kematian membeku di tempat dalam waktu sekitar hampir satu detik, Xiao Yu pasti tidak akan bisa menusuk mata Harimau Kematian tersebut.
Dan juga, teknik yang dilancarkan oleh Jian Chen sebelumnya tentu ia sangat tau tentang hal itu. Teknik itu hanya digunakan oleh Jian Chen ketika melawan musuh yang memiliki pertahanan jauh dari kata yang bisa ditebas olehnya, dan juga teknik tersebut menguras lumayan banyak qi Jian Chen.