Dewa Pedang Azure

Dewa Pedang Azure
Menghentikan Pertarungan


__ADS_3

Kota Texas


Xiao Yu tersenyum jahat saat ia terbang ke kiri dan ke kanan di udara sementara Xin Yuan terus-menerus menembakkan anak panah padanya.


Ketika jarak telah mencukupi, Xiao Yu pun langsung melesat lebih cepat dan membuat kuda-kuda menyerang menggunakan kedua Belati Putih di tangannya.


“Sial!” Xin Yuan mengutuk keberuntungannya karena melawan seseorang seperti Xiao Yu. Ia pun langsung mengangkat panah miliknya untuk menahan tebasan ganda dari Xiao Yu.


Trang!


Kaki Xin Yuan pun tenggelam ke dalam bangunan tersebut yang membuatnya memasang wajah sangat jelek. Ia dapat merasakan bahwa kekuatan tubuh Xiao Yu diluar ekspektasinya.


Jika saja Xin Yuan tidak memiliki panah kuat yang dapat digunakan sebagai tameng, mungkin ia akan terluka parah oleh serangan Xiao Yu tersebut.


“Kena kau!” ucap Xiao Yu dingin saat menarik Belati di tangan kirinya lalu langsung mengayunkannya ketika ia membalikkan Belati dengan terbalik.


“Bilah Cahaya!”


Sraing!


“Sial!” Xin Yuan langsung memiringkan kepalanya lalu bilah tersebut melewati kepalanya. Ia berkeringat sedikit karena darah perlahan keluar dari lehernya yang di tebas oleh Xiao Yu. Untung saja baginya luka itu tidak dalam, jika tidak, ia akan kehilangan banyak darah saat ini.


Xiao Yuan yang tau bahwa tidak bisa menggunakan panahnya pun langsung mengambil beberapa pisau kecil lalu melemparnya ke arah wajah Xiao Yu.


Menatap itu, Xiao Yu langsung mundur menjaga jarak ke arah belakang sedikit ke samping. Di saat itu juga, ia menyilangkan kedua lengannya lalu menebas kembali ke arah Xin Yuan.


“Bilah Cahaya!”


Sraing! Sraing!

__ADS_1


Xin Yuan sangat jengkel karena kecepatan Xiao Yu menyerang dan menggunakan qi berbentuk bilah sangat cepat. Ia pun langsung menekan tubuhnya ke bawah karena tidak mungkin menghindar lagi, sebab Xiao Yu menyerang tubuhnya, bukan lehernya seperti sebelumnya. Sedangkan kakinya tenggelam ke dalam atap bangunan.


Brak!


Xin Yuan langsung terjatuh ke dalam bangunan dengan wajah sangat muram. Jika ia melompat, maka kakinya pasti akan terkena tebasan.


“Oh?” Xiao Yu sedikit terkejut bahwa Xin Yuan melakukan cara itu untuk menghindar.


Sementara Xin Yan yang sedang melawan Jian Chen pun memasang wajah muram karena tau bahwa saudara kembarnya tidak bisa menang melawan Xiao Yu yang sangat cepat bergerak di udara. Jika ia dalam posisi saudara kembarnya, ia juga pasti mengalami situasi yang sama.


Sedangkan untuk Jian Chen, ia tampak santai sepanjang waktu saat mengayunkan Pedang Azure sambil melompat. Kecepatan, reaksi serta kemampuan pelacakannya sangat baik sehingga akan mudah baginya melakukan itu walaupun tidak ada keuntungan sama sekali melawan Xin Yan. Tetapi, tujuan Jian Chen saat ini tentu saja menahan Xin Yan sampai Xiao Yu mengalahkan Xin Yuan.


Pertarungan itu tentu saja disaksikan oleh semua kultivator yang ada di sana. Mereka tidak menyangka sama sekali bahwa Xin Yuan dan Xin Yan tidak memiliki keuntungan sama sekali melawan Xiao Yu dan Jian Chen.


“Apakah ini nyata? Xin bersaudara tidak bisa menang sama sekali?”


“Sungguh tidak terduga bahwa kedua pemuda itu mampu menekan Xin bersaudara.”


Banyak diskusi terjadi di kota Texas saat ini ketika mereka semua menatap pertarungan yang sedang terjadi.


Untuk kultivator yang berasal dari Kerajaan Yan yang di pimpin oleh pria tua bungkuk, mereka pun sudah bosan menonton dan pria tua bungkuk tersebut membawa semua pasukannya pergi dari kota Texas menuju Hutan Kematian.


Namun, mereka semua telah mengingat Jian Chen dan Xiao Yu. Ketika waktunya tiba, mereka akan mencoba merekrut keduanya. Jika menolak, hanya ada satu cara yang tersisa. Yaitu membunuh Jian Chen dan Xiao Yu agar tidak tumbuh menjadi ancaman.


Sedangkan kelompok dari Organisasi tertentu yang di pimpin oleh wanita muda pun sangat tertarik dengan Jian Chen dan Xiao Yu karena keduanya sangatlah hebat. Tawaran mereka terhadap Xin bersaudara telah di tolak mentah-mentah tetapi kelompok tersebut tidak memaksa sama sekali.


Dan saat ini, tujuan mereka adalah merekrut Jian Chen dan Xiao Yu. Tentu mereka tidak akan melewatkan kesempatan merekrut keduanya.


“Nona, apakah kita hanya akan menonton? Pasukan dari Kerajaan Yan telah pergi ke Hutan Kematian.”

__ADS_1


Wanita yang merupakan pemimpin kelompok tersebut pun tampak berpikir ketika mendengar apa yang dikatakan oleh bawahannya.


Tidak lama kemudian, wanita bercadar itupun berbicara, “Tidak perlu terburu-buru. Walaupun mereka masuk lebih cepat satu hari dari pada kita, kita masih bisa mengejar ketertinggalan karena Hutan Kematian bukan hutan yang bisa dimasuki dengan mulus mencapai pusatnya. Lagi pula, apapun yang ada di dalam sana yang dirumorkan telah muncul tidak akan semudah itu ditemukan.”


Mendengar apa yang dikatakan oleh pemimpin mereka, semua bawahan wanita bercadar tersebut mengangguk setuju karena memang benar bahwa Hutan Kematian adalah tempat yang sangat berbahaya. Bahkan untuk para kultivator Martial Grand Master harus berhati-hati jika masuk ke dalam sana apa lagi berniat menuju pusat.


“Tunggulah di sini.” Wanita bercadar itupun langsung melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi dan muncul di tempat pertarungan dalam waktu singkat.


“Kalian, berhentilah bertarung.” Wanita bercadar itupun langsung berbicara.


Jian Chen yang terus-menerus menebas sebelumnya pun langsung berhenti begitu juga dengan Xin Yan.


Sementara Xiao Yu yang berada di udara menatap ke arah wanita bercadar tersebut dengan mata sedikit menyipit.


Untuk Xin Yuan, ia pun perlahan berjalan keluar. Tetapi ia masih terus mengawasi Xiao Yu karena bisa saja dia langsung menyerang ketika ia lengah.


“Siapa kau?” Tanya Jian Chen saat menaruh pedang di pundaknya.


Sedangkan untuk Xin Yuan dan Xin Yan hanya memasang wajah serius karena wanita yang pernah mencoba merekrut mereka bukanlah wanita biasa. Jika keduanya bertarung bersama melawan wanita bercadar itu, keduanya tidak yakin bisa menang.


Wanita bercadar itupun langsung membalas pertanyaan yang dilontarkan oleh Jian Chen. “Aku adalah pemimpin kelompok kecil yang akan memasuki Hutan Kematian. Apakah kalian berdua memiliki waktu?”


Xiao Yu yang mendarat di samping Jian Chen pun membalas, “Tidak perlu bertele-tele, cepat katakan apa tujuanmu.”


Jian Chen terdiam karena melihat Xiao Yu entah mengapa sangat memusuhi wanita bercadar tersebut bahkan sangat terlihat melampaui rasa permusuhan kepada Xin Yuan.


“Anak ini mencari mati! Apakah dia tidak tau bahwa wanita bercadar ini sangat menyeramkan? Siapapun langsung tau hanya dari aura yang terpancar darinya.” Xin Yuan mendengus ke arah Xiao Yu saat mengatakan itu.


Wanita bercadar tersebut menatap ke arah Xin Yuan dengan tatapan karena ia mendengar bahwa dirinya disebut sebagai wanita menyeramkan.

__ADS_1


Tatapan wanita bercadar itu membuat Xin Yuan merasa tidak nyaman. Ia pun tidak mau lagi berbicara karena mungkin dirinya akan diserang ketika ia berbicara lagi.


Wanita bercadar tersebut pun menatap ke arah Jian Chen dan Xiao Yu kembali lalu berbicara, “Aku ingin mengundang kalian ke kelompok tempatku bergabung.”


__ADS_2