Dewa Pedang Azure

Dewa Pedang Azure
Tujuan Pertama


__ADS_3

Pulau Buddha


Kehadiran salah satu Tetua dari Sekte Buddha Agung membuat pertarungan antara Jian Chen, Xiao Yu melawan Yan Chang harus dihentikan.


“Kau pasti Yan Chang, putra Raja Kerajaan Yan yang belum lama ini menempati lahan baru di dekat Sekte Buddha Agung. Lebih baik kau menghentikan pertarungan karena mereka berdua memiliki identitas yang tidak bisa kau singgung saat ini.” Tetua Sekte Buddha Agung berbicara dengan nada acuh tak acuh. Ia juga melirik ke arah Jian Chen dan Xiao Yu, ia harus mengakui bahwa keduanya adalah jenius top tetapi sudah terkait dengan kekuatan tertentu.


“Apa?” Yan Chang sangat ingin berteriak tetapi ia hanya bisa melakukannya dalam hati. Ia tau persis seperti apa kekuatan Sekte Buddha Agung, bahkan di Benua Cahaya, itu termasuk sekte tertinggi, tetapi bahkan untuk Tetua Sekte Buddha Agung pun harus memikirkan kekuatan yang ada di belakang Jian Chen dan Xiao Yu.


Untuk Yue Mei, alis sedikit sedikit naik karena ia mencoba memikirkan kekuatan apa yang ada di belakang Jian Chen dan Xiao Yu. Sekeras apapun yang ia berpikir, ia tidak dapat menemukan petunjuk yang cocok.


“Organisasi Kaisar Bawah Tanah? Tidak... Tidak.. mereka bukan kekuatan besar. Hanya terbatas pada Pulau Lizawa dan beberapa pulau lainnya. Aku bahkan tidak pernah mendengar bahwa Organisasi Kaisar Bawah Tanah memiliki basis di Pulau Buddha.” Batin Yue Mei menyangkal tebakannya sendiri.


Hanya beberapa yang mengetahui seberapa kuat Organisasi Kaisar Bawah Tanah. Dan tentu Tetua Sekte Buddha Agung yang berada di tempat itu adalah salah satu yang tau betapa luar biasanya Organisasi Kaisar Bawah Tanah.


Untuk di semua tempat, Organisasi Kaisar Bawah Tanah tampak seperti organisasi kecil. Ini juga disebabkan banyaknya organisasi yang memiliki nama yang sama. Tetapi, siapa yang menduga bahwa semuanya adalah cabang kecil Organisasi Kaisar Bawah Tanah? Hanya segelintir petinggi kekuatan besar yang menyadari hal tersebut.


Untuk Tetua Sekte Buddha Agung yang berada di tempat itu, ia sangat ingin merekrut Jian Chen dan Xiao Yu karena keduanya adalah talenta terbaik. Jika Sekte Buddha Agung mengolah keduanya, mungkin Senjata Kelahiran Jian Chen dan Xiao Yu akan bisa menghasilkan kekuatan suci, yaitu aura Buddha.


Para anggota Sekte Buddha tidak harus menjadi seorang Buddha. Tetapi mereka harus mengikuti ajaran kecil dan ajaran besar Buddha, ini memiliki tujuan untuk memperoleh kekuatan suci yang dapat meningkatkan kekuatan secara drastis. Itu mencakup kekuatan tubuh, daya serang, pemikiran dan bahkan kekuatan spiritual.

__ADS_1


Inilah sebabnya Sekte Buddha menjadi salah satu dari dua kekuatan tertinggi di Pulau Buddha walaupun akhirnya pulau tersebut dinamai sebagai Pulau Buddha. Alasannya tentu sederhana, itu dikarenakan Sekte Buddha Agung lah yang pertama menjadi penguasa di pulau tersebut, selain dari itu, satu kekuatan lainnya bahkan mengirim anggota mereka untuk belajar di Sekte Buddha Agung.


Wajah Yan Chang tenggelam karena ia sangat ingin menghabisi Jian Chen dan Xiao Yu. Tetapi ia sadar bahwa saat ini tidak mungkin melakukannya.


Untuk Jian Chen dan Xiao Yu, keduanya bingung tentang perkataan Tetua Sekte Buddha Agung walaupun sebenarnya Jian Chen menebak bahwa itu berkaitan dengan Organisasi Kaisar Bawah Tanah.


“Yan Chang, kau akan mengikuti ujian masuk karena sedari awal kau bukan bagian dari Sekte Buddha Agung. Untuk Yue Mei, kau akan memasuki Sekte Pelataran Luar. Ayo pergi.” ucap Tetua Sekte Buddha Agung lalu perlahan berjalan ke arah tertentu diikuti oleh Yan Chang dan Yue Mei.


Yan Chang hanya melirik ke arah Jian Chen dan Xiao Yu tanpa berbicara. Tetapi sorot matanya terlihat jelas mengatakan bahwa suatu hari nanti ia akan membereskan Jian Chen dan Xiao Yu.


Yue Mei yang melirik ke arah Jian Chen dan Xiao Yu juga tidak mencoba merekrutnya ke Sekte Buddha Agung karena Tetua yang memimpin jalan juga tidak mengatakan apa-apa.


Hanya Jian Chen yang menyadari betapa mengerikannya Tetua Sekte Buddha Agung sebelumnya. Tidak seperti Xiao Yu yang tampak acuh tak acuh.


Saat ini Jian Chen merasa sedikit iri bahwa Xiao Yu tidak terlalu bisa melacak kekuatan musuh. Ia bertanya-tanya apakah kemampuan pelacakan Kristal Ungu Abadi adalah kebaikan atau kutukan.


“Lalu ke mana kita akan pergi Jian Chen?” Tanya Xiao Yu yang tidak peduli pada Tetua Sekte Buddha Agung.


“Kita akan pergi langsung ke tempat pertama yang ingin aku tuju. Pelabuhan Ratu terlalu berbahaya.” ucap Jian Chen dan langsung berjalan ke arah tertentu karena ia telah hafal lokasi tempat tujuan.

__ADS_1


Xiao Yu sedikit bingung kenapa Jian Chen mengatakan Pelabuhan Ratu adalah tempat yang sangat berbahaya. Tetapi ia yang tidak peduli tidak bertanya sama sekali tentang hal itu.


Hui-Ying di sisi lain langsung melompat ke pelukan Jian Chen karena ia tentu merasa lebih nyaman berada di dekat Jian Chen.


Jika Jian Chen tau bahwa Xiao Yu berpikir bahwa Pelabuhan Ratu adalah tempat yang aman, maka ia pasti akan mengutuk Xiao Yu karena tempat itu adalah tempat berkumpulnya para petarung dari banyak tempat. Tidak mungkin mereka mau berdagang tanpa ada yang melindungi apa yang mereka bawa untuk diperdagangkan.


Setelah berjalan cukup jauh, Xiao Yu akhirnya tidak bisa menahan rasa penasaran, “Tempat seperti apa yang akan kita tuju Jian Chen?”


“Tempat pertama yang kita tuju disebut sebagai Gunung Phoenix. Apa kau tau apa itu Phoenix?” Tanya Jian Chen balik.


“Phoenix? Apa itu?” Tanya Xiao Yu bingung karena ia tidak pernah membaca catatan tentang Phoenix.


Jian Chen tidak merasa heran bahwa Xiao Yu tidak mengetahuinya. Bahkan di banyak catatan, tidak tercatat tentang Phoenix. Namun, sebagai penjelajah waktu, ia sangat tau apa itu Phoenix.


“Phoenix adalah hewan roh, mungkin bisa dikategorikan sebagai hewan roh legendaris, banyak rumor tentangnya. Salah satunya adalah dia pengguna elemen api yang bahkan bisa membakar apa saja dan yang lainnya adalah, dia disebut abadi.” ujar Jian Chen.


“Apa? Hewan roh abadi? Jangan bercanda Jian Chen. Mustahil ada sesuatu seperti itu.” Xiao Yu langsung menyangkal dengan gelengan kepala.


Jian Chen juga tidak membatah sama sekali karena menurutnya tidak ada yang abadi. Semuanya akan hilang oleh waktu, betapa panjangnya pun umur seseorang atau makhluk tertentu, mereka tetap akan bisa dibunuh. Jika mereka bisa mati, maka mereka bukanlah abadi.

__ADS_1


“Ayo pergi. Aku ingin melihat Gunung Phoenix itu apakah ada Phoenix atau tidak.” ucap Jian Chen dan langsung mempercepat langkahnya diikuti oleh Xiao Yu.


__ADS_2