
Hutan Kematian, Istana Putih
“Semua yang ada di dalam ruangan ini adalah milik kami, Kerajaan Yan!”
Suara seseorang terdengar yang membuat Jian Chen dan Xiao Yu pun terkejut. Keduanya langsung berbalik dan menatap seseorang telah berdiri di depan pintu memasuki ruangan tersembunyi tersebut.
Jian Chen saat ini sangat bingung karena ia tidak mendeteksi pria tersebut. Ia tidak pernah mengendurkan kewaspadaannya sama sekali. Inilah yang membuatnya merasa penasaran, bagaimana bisa pria tersebut tidak terlacak olehnya.
“Siapa kau?” Tanya Xiao Yu sangat waspada. Ia dapat menilai sekilas bahwa pria tersebut sangatlah kuat.
Pria paruh baya dengan rambut ikal panjang, kulit sedikit gelap yang berdiri di depan pintu keluar menatap ke arah Jian Chen dan Xiao Yu dengan tatapan dingin. Ia memeriksa keduanya dengan cermat dan tidak menemukan apapun yang diambil kecuali untuk kalung yang dipakai oleh Xiao Yu.
“Jika kalian berdua masih ingin hidup, keluar dari tempat ini!” Perintah pria paruh baya tersebut dengan nada yang sangat dingin.
Jian Chen terdiam untuk beberapa saat sementara Xiao Yu melotot marah.
“Ayo Xiao Yu, kita pergi.” Jian Chen perlahan berjalan ke arah pintu keluar dengan tangan kanan berada di gagang pedang sepanjang waktu. Bahkan tanpa menggunakan Kristal Ungu Abadi, ia dapat melihat dengan jelas bahwa kekuatan lawan mencapai Martial Grand Master tahap pertama.
Walaupun kekuatan Jian Chen dan Xiao Yu hanya berbeda dua tahap dengan pria tersebut, perbedaan tingkat kultivasi sangatlah lebar. Masih ada jurang pemisah antara Martial Master dan Martial Grand Master.
Meksipun begitu, Jian Chen sangat yakin bahwa dengan kerjasamanya dengan Xiao Yu, mereka berdua pasti bisa menahan pria paruh baya tersebut dalam waktu yang cukup lama.
Xiao Yu sedikit terkejut karena Jian Chen berniat untuk pergi. Tetapi ia tidak membantah sama sekali karena ia tau bahwa Jian Chen telah memikirkan sesuatu.
Pria paruh baya tersebut tentu saja waspada dan ia bersiap bertahan jika Jian Chen mencoba menyerang. Ia pun perlahan berdiri ke samping memberikan jalan kepada keduanya.
Tatapan pria paruh baya tersebut juga tertuju pada Hui-Ying. Ia memiliki keserakahan dimatanya ketika melihat harimau kecil tersebut. Namun ia menahan diri saat ini karena tau bahwa menjaga harta yang lumayan banyak di dalam ruangan tersebut lebih penting.
__ADS_1
Ketika Jian Chen melewati pria paruh baya tersebut, ia pun berbicara, “Berhati-hatilah pada kerangka itu. Dia bisa bergerak.”
Xiao Yu yang berjalan di belakang Jian Chen tercengang karena tidak menyangka bahwa Jian Chen akan memperingati bahaya dari kerangka tersebut.
Pria paruh baya tersebut memasang wajah dingin. Apakah menurutmu aku anak-anak yang takut terhadap tengkorak yang pasti akan sangat rapuh karena lamanya waktu berlalu?
“Bocah kurang ajar!” Pria tersebut berniat menyerang tetapi ia mencoba menahan diri. Ia hanya perlu memanggil beberapa rekannya untuk mengumpulkan harta yang cukup banyak di dalam ruangan tersebut.
Jian Chen dan Xiao Yu terus berjalan perlahan tanpa peduli tentang pria paruh baya tersebut.
Ketika telah mencapai jarak lima meter, Xiao Yu pun yang merasa bingung langsung bertanya, “Jian Chen, kenapa kau memperingati tentang hal itu?”
“Kenapa? Kau akan segera tau. Sesuatu yang menarik akan segera terjadi.” Balas Jian Chen dengan seringai lebar diwajahnya.
Pria paruh baya yang telah melihat Jian Chen berjalan agak jauh langsung masuk ke dalam ruangan. Ia mengeluarkan beberapa alat penerangan lalu perlahan mendekat ke arah kerangka. Ia sangat bersemangat ketika menatap ke arah mahkota dan kursi emas yang beratnya bisa dipastikan menjadi puluhan kg.
Karena peta tersebut terlipat, pria paruh baya itupun langsung mengambilnya tanpa peduli pada peringatan Jian Chen. Ia merasa bahwa kerangka tidak mungkin dapat melakukan apa-apa padanya, sebab itu adalah tulang-benulang manusia yang telah tewas.
Ketika pria paruh baya tersebut mengambil peta, jantungnya berdetak sangat cepat. Tatapannya tertuju ke arah kerangka yang kini telah berdiri tepat dihadapannya. Kerangka tersebut memancarkan aura berwana merah.
Di soket mata tengkorak tersebut, terlihat cahaya merah yang tampak sangat menakutkan.
Bam!
Pria paruh baya tersebut merasakan sakit luar biasa di dadanya di saat dirinya terhempas sangat jauh. Darah berceceran dari dadanya disertai oleh seteguk darah yang keluar dari mulutnya.
Bom! Bom! Bom!
__ADS_1
Pria paruh baya tersebut menabrak peti-peti batu karena ia terlempar keluar ruangan.
Jian Chen dan Xiao Yu yang telah menaiki tangga tentu mendengar ledakan tersebut.
“Tampaknya kerangka itu bangkit. Aku tidak tau bagaimana bisa kerangka bisa bergerak. Tetapi aku yakin itu terkait dengan Wujud Kelahirannya.” ujar Jian Chen dan ia mempercepat langkahnya karena tau bahwa kerangka aneh tersebut akan mengamuk.
“Kemungkinan apa yang kau katakan benar. Lebih baik kita menghindari kerangka berbahaya itu.” Xiao Yu mengangguk setuju lalu bergerak lebih cepat mengikuti Jian Chen.
“Arrrrggggh!”
Ketika Jian Chen dan Xiao Yu telah bergerak cukup jauh ke arah atas, teriakan seseorang terdengar dari arah bawah yang membuat Jian Chen dan Xiao Yu sedikit merinding. Teriakan tersebut terdengar sangat sengsara. Keduanya tidak tau metode apa yang digunakan kerangka tersebut untuk membuat kultivator Martial Grand Master berteriak putus asa.
Di saat perjalanan keluar, Jian Chen dan Xiao Yu pun berpapasan dengan beberapa kultivator. Mereka semua terkejut ketika mendengar teriakan tersebut dan menatap ke arah Jian Chen.
Jian Chen dan Xiao Yu yang bergerak lebih cepat dari sebelumnya pun langsung memperingati semua kultivator yang berpapasan dengan mereka agar tidak pergi ke bawah.
Saat telah mencapai anak tangga terakhir, Jian Chen yang bergerak bersama dengan Xiao Yu pun melihat ke arah belakang dengan tatapan sedikit ngeri karena melacak aura yang sangat menakutkan.
“Khaaaa...”
Teriakan aneh terdengar menggema dari arah bawah yang membuat bulu-bulu kuduk Jian Chen berdiri tegak.
“Jian Chen! Apakah teriakan itu berasal dari kerangka sebelumnya? Tunggu, kenapa sangat banyak teriakan yang mirip terdengar?” Tanya Xiao Yu sambil melihat ke arah belakang saat ia terus bergerak.
“Xiao Yu! Tampaknya situasi kali ini mengerikan! Apa kau ingat apa yang aku bilang bahwa itu mungkin terkait dengan Wujud Kelahiran kerangka itu? Aku menduga bahwa dia mungkin salah satu manusia di zaman dahulu yang memiliki Wujud Kelahiran istimewa, bukan mengambil wujud hewan roh, tetapi sesuatu yang lain yang sangat berbahaya!” ujar Jian Chen dengan nada muram. Ia pun meningkatkan kecepatannya ke puncaknya dan bergerak ke arah jalan keluar Istana Putih.
Perkataan Jian Chen membuat Xiao Yu terkejut. Ia memikirkan kembali tentang percakapannya dengan Jian Chen ketika berada di Hutan Roh dahulu. Wujud Kelahiran menurut perhitungan Jian Chen sedikit berbeda dengan pemahaman para kultivator yang telah menganalisis apa itu Wujud Kelahiran.
__ADS_1
Menurut Jian Chen, Wujud Kelahiran adalah sesuatu yang sangat diimpikan oleh makhluk hidup itu sendiri. Dengan kata lain, menggunakan qi di langit dan bumi, makhluk khusus tertentu yang menginginkan sesuatu menanam qi ke tubuh mereka untuk mencapai apa yang diinginkan oleh gen dari makhluk hidup tersebut ketika dia dilahirkan. Inilah pemahaman Jian Chen tentang sesuatu yang disebut sebagai Wujud Kelahiran walaupun masih ada beberapa keraguan tertentu mengenai spekulasinya.